
Setelah Yufika meninggalkan Yulina sendirian di kamarnya Yufika turun kelantai dasar dan mencari papanya....
" Pah... kita jadikan pindah..." seru Yufika.
" Tentu nak...ini suatu keberuntungan karna ada rumah yang akan dijual di komplek ANGGREK...kita akan kesana... asisten papa sudah mengurusnya..." seru papa Hardi.
" Baiklah lah terimakasih..." seru Yufika..
" Gak perlu berterimakasih nak..." seru papa Hardi.
" Pah jangan marah ya sama fika... ini permintaan terakhir Fika kok untuk pisah rumah... enggak akan ada lagi kok..." seru Yufika yang entah kenapa mendapatkan firasat buruk tentang dirinya .
" Kamu kenapa bicara seperti itu sih nak... apapun yang kamu mintak papa pasti akan penuhin kok...sini..." seru papa Hardi lalu memeluk putri bungsunya tersebut.
Tak lama ketiga saudaranya dan mamanya telah berkumpul di ruang keluarga .....
" Besok kita sudah bisa pindah jadi kalian istirahatlah malam ini..." seru papa Hardi
" Baik pah..." seru keempat anak pak Hardi tersebut.
Lalu keempat orang itu langsung menuju kamarnya masing-masing.
__ADS_1
Fika masih belum bisa tidur perasaannya semakin bercampur aduk...
" Aku gak bisa biarkan Yulina terus-terusan dengan pria itu... itu akan membuat dia dalam masalah... lalu bagaimana caraku untuk membuat dia sadar ....akhhh sudah lah aku gak peduli lagi sama dia... meskipun dia saudariku kalau dia tak menghiraukan perkataan ku untuk apa menasehati si kepala batu itu... sudah lah... kita lihat saja apa yang terjadi besok." gumam Yufika pelan.
SKIP pagi hari.
" Pagi pah... pagi mah... pagi abang-abang ganteng ku " seru Yufika kepada kedua orang tuanya dan kedua saudara nya itu dia mengabaikan tatapan Yulina.
" Oh ya nak... semua barang kalian sudah di rumah baru sekarang kamu Fika dan Lina kalian berangkat sekolah bersama ya... biar supir yang antar nantik pulang sekolah papa yang jemput..." seru pak Hardi.
" Iya pah..." seru keduanya bersamaan.
Lalu Yufika langsung menuju mobil dan duduk di samping pak supir...
" Pagi neng... fika... wah cerah banget sih neng..." seru pak Amrin.
" Iya dong lak harus cerah dong pagi-pagi... kan mau belajar pak. . mau menempuh masa depan yang cerah dengan serius pak.." seru Yufika seraya menyindir saudarinya itu yang duduk di kursi belakang.
" Tumben neng Fika duduk di depan gak di belakang..." seru pak Amrin heran.
" Lagi pengen bicara sama pak Amrin pak..." seru Yufika.
__ADS_1
" Emang neng fika mau bicara apa neng...?" tanya pak Amrin.
" Pak... bapak pernah gak sih punya pacar tapi pacar bapak itu masih punya kekasih tanpa sepengetahuan bapak..." tanya Yufika menyindir
" Pernah neng... bapak malah sampai di gebukin neng..." sahut pak Amrin..
" Tapi kok neng nanya gitu apa neng ngalamin yang bapak alamin juga neng... sebaiknya jangan neng jauhin gih dari pada ada masalah neng..." seru pak Amrin membuat Yufika tersenyum.
" Gak pak hanya saja ada orang yang aku kenal seperti itu pak.." seru Yufika santai dan tanpa sadar mereka telah sampai lebih dulu di sekolah.
" Pak makasih ya... makasih juga sudah dengarin aku cerita... bye pak..." seru Yufika lalu keluar dari dalam mobil dan menuju kelasnya....
Sesampai di kelas ternyata keempat sahabatnya belum ada yang datang... lalu dia pun duduk di kursi nya dengan tenang.....
Tak lama keempat sahabatnya datang dan bergabung bersama Yufika...
" Pagi fika..." sapa keempatnya bersamaan.
" Pagi juga..." sapa balik Yufika...
dan tak lama guru pun masuk kedalam kelas untuk memulai pelajarannya.....
__ADS_1
🏵🏵🏵🏵 BERSAMBUNG 🏵🏵🏵🏵