
Yufika pergi menuju dapur demi menghindari sahabatnya yang memojokan dia untuk bernyanyi dengan hati yang riang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampai di dapur Yufika melihat kedua calon kakak iparnya itu sedang sibuk memasak.
" Wah kedua calon kakak ipar ku semangat sekali memasaknya " swru Yufika sambil mencuci tangannya.
" Dek kamu kok di sini gak gabung sama yang lainnya " seru Siska.
" Gak apa-apa kak aku hanya mencuci tangan saja kok, oh ya kak aku ke taman belakang dulu ya " seru Yufika sambil berjalan ke arah taman belakang
Sesampai di taman dia dapat melihat anak-anak sedang belajar dan juga bermain,
Yufika melihay gitar milik Yulina yang sedang menganggur di atas kursi taman.
Lalu Yufika mengambilnya dan mulai memetik gitar tersebut
🎸 jreng jreng ( bunyi petikan gitar itu mengundang perhatian Yulina dan juga sahabat-sahabatnya.
🎵🎶
Sahabat coba kita arungi
Lautan luas kita sebrangi
Gunung yang tinggi kan kita daki
Tak merasa letih
Melangkah ku ke ujung samudera
Karena tanpa kamu aku hampa
Sahabatku di setiap langkah
Kau selalu ada
Kamu begitu berarti
Dan istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Sahabat tak akn terganti
Dan ingatlah hari ini
Sampai kita tua nanti
Sahabat tidak pernah pergi
Selamanya di dalam hati
Kau sahabatku tak akan terganti
Haaa.. Aaa.. aaa..
Haaa.. aaa.. aaa..
Melangkah ku ke ujung samudera
Karena tanpa kamu aku hampa
__ADS_1
Sahabatku di setiap langkah
Kau selalu ada
kamu begitu berarti
Dan istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Sahabat tak kan terganti
Dan ingatlah hari ini
Sampai kita tua nanti
Sahabat tidak pernah pergi
Selamanya di dalam hati
Haaa.. Aaa.. aaa..
Haaa.. aaa.. aaa..
Sahabatkan selalu di hati
( PROK👏 PROK👏 PROK👏 ) suara tepuk tangan menggema di taman
" Wah dek suaramu ternyata bagus ya " seru Mayang sambil menepuk bahu calin adik iparnya itu
" Gak nyangkakamu punya bakat begitu " seru Siska ikut menimpali.
Yufika hanya tersenyum lalu dia pun mengalihkan pembicaraan
" Oh yaudah kalian makan siang dulu aja yuk ajak yang lain " seru Siska sambil memanggil anak-anak untuk ikut makan siang bersama.
Yufika dan lainnya akhirnya mereka makan bersama di lantai yang sudah di lapisi karpet tebal.
S
K
I
P
Sore hari setelah berkunjung kerumah singgah , Yufika dan lainnya pulang kerumah mereka masing-masing
Sesampai di rumah Yufika langsung beristirahat.
" Haduuuuuh lelah sekali " gumam Yufika sambil menaiki ranjangnya
" Bobok dulu deh " gumam Yufika sambil merebahkan tubuhnya.
Yufika akhirnya tertidur dengan sangat pulas di ranjangnya
Di luar kamar.
" Yufika kemana sih " seru Yulina sambil berjalan ke arah kamar saudarinya itu
( tok tok tok tok ) suara ketukan pintu
" Yufika makan yuk dah malam ini " seru Yulina namun tak dapat sahutan juga.
__ADS_1
Akhirnya Yulina membuka pintu kamar saudarinya itu
( KLIEKKK ) suara pintu terbuka
" Astaga tidur nih anak " seru Yulina sambil berjalan mendekati ranjang Yufika
" Fika bangun, lo gak makan malam lo gak lapar bangun buruan WOI BANGUN WOI " seru Yulina telat di telinga Yufika
Seketika Yufika terbangun
" Apaan sih aku masih ngantuk nih lin " seru Yufika sambil memutar tubuhnya menghadap tembok
" Yeeeee malah molir lagi nih bocah " seru Yulina kesel
" Fika bangun bentar akh gue lapar ini kalau lo gak bangun gue gak mau makan ya " seru Yulina
" Hmmmm baik lah gue bangun " seru Yufika sambil bangun dari tidurnya dan lansung menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya
" Yuk " ajak Yufika sambil berjalan keluar pintu.
Keduanya berjalan menunu meja makan.
" Ini kamu yang buat " seru Yufika menatap 2 mangkok mie instan dengam telor goreng dadar.
" Ya gue yang masakin kenapa gak enak ya " seru Yulina.
" Enak kok " seru Yufika sambil menikmati mie
" Akh msa sih " seru Yulina meragukan jawaban adiknya itu
" Iya beneran dah cobain aja sendiri makanan kamu " seru Yufika sambi menikmati makanannya
Yulina pun memakan makanannya
" Hmmmm lumayan lah gak buruk amat rasanya " seru Yulina santai
" Apa gue bohong " seru Yufika.
" Enggak kok " seru Yulina santai
Setelah makan malam keduanya mencuci piring belas mereka tadi.
Selesainya mereka berdua memulai aktivitas mereka masing-masing
Yufika sibuk dengan laptopnya dan Yulina sibuk dengan dunia medsosnya.
Yufika sesekali menatap saudarinya itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Yulina paham kenapa Yufika menatapnya begitu
" Kenapa sih fik " seru Yulina tanpa mengalihkan perhatiannya daru handphone.
" Gak apa-apa cuman lihat kamu senyum-senyum gitu aku jadi takut kamu masih waras kan " seru Yufika santai
" Sembarangan kamu " seru Yulina sambil meletakann kembali handphonennya di atas meja lalu duduk dengan tenang.
Yufika pun juga ikut mematikan laptopnya.
" Gue masuk kamar dulu ya " pamit Yulina dam di balas deheman oleh Yufika
" Hmmmmmm.... " dehem Yufika
Setelah Yulina pamit tinggalah Yufika sendirian di ruang keluarga.
Akhirnya dia juga iktu pergi ke kamarnya
__ADS_1
...🏵🏵🏵🏵 BERSAMBUNG 🏵🏵🏵🏵...