
Setelah dari kantin Yufika pun masuk kedalam kelasnya ..
Sejenak Yufika berpikir apa dia salah jika dia harus menghindari diri dari Risha....
Apa iya sudah benar apa belum ....
Saat melamun seseorang datang dan duduk di kursi di depan Yufika.
" Sepertinya melamun sudah jadi kebiasaan kamu ya.." seru gadis itu.
" Akh Rani kamu ngagetin saja kerjaannya..." seru Yufika kaget..
" Hehehe maaf... kamu kenapa...?" tanya Rani.
" Enggak apa-apa..." sahut Yufika singkat.
" akh aku tak percaya kalau kamu baik-baik saja..." seru Rani.
" Ya sudah kalau kamu gak Percaya... aku bodoh amat..." seru Yufika sambil mengeluarkan handphonenya
Tak lama kelas pun mulai ramai....
Rani pun telah kembali ke tempat duduknya.
Sesaat Yufika menatap Rahayu namun yang di tatap sibuk banget akhirnya dia berbalik dan menatap Mikhayla
" Kha bisa mintak tolong gak..." seru Yufika seketika Mikhayla menatap Yufika.
" Tumben lo mau mintak tolong sama gue..." seru Mikhayla sambil menatap Yufika.
Mendengar perkataan Mikhayla seperti itu mengurungkan niatnya untuk mintak tolong lalu dia berdiri dan mendekat ke arah meja Rani...
" Rani... aku bisa mntak tolong gak..." seru Yufika pada Rani
__ADS_1
" Bisa apaan fik..." seru Rani pada Yufika.
" Temenin aku sebentar ke toilet...kepala ku pusing banget..." seru Yufika. lalu dengan cepat Rani berdiri dan berjalan bersama Yufika keluar kelas....
Sedangkan keempat sahabat Yufika menatap bingung ke arah Yufika.
" Lah tadi aja dia mintak tolong sama gue sekarang malah pergi sama si Rani bendahara lagi .." gerutu Mikhayla kesel.
" Elu sih... malah ngatain tumben banget fika mintak tolong segalah ngambekan dia tuh..." seru Sindi sehingga Safani dan Rahayu menatap kedua sahabat mereka bersamaan.
" Kok gue gak tau kalau Yufika keluar..." seru Rahayu.
" Gimana lo mau tau... lo aja sibuk sama urusan elu..." seru Sindi lalu beranjak dari duduknya
" Woi lo mau kemana...?" tanya Rahayu
" Mau cari Yufika..." seru Sindi seraya berteriak..
Di tempat lain... Yufika merasa pusing kepalanya....
" Kamu istirahat dulu ... sebenarnya kamu kenapa Fika...?" tanya Rani khawatir
" Aku sebenarnya punya penyakit ... leukimia tingkat awal.." seru Yufika pelan namun masih dapat didengar oleh Rani dan seseorang yang baru saja memasuki toilet.
" Apaaa....?" kamu serius...?" seru Rani kaget dan diangguakan kepala oleh Yufika.
" Lalu kamu bagaimana...?" seru Rani khawatir
" Sekarang apa yang kamu rasakan...?" tanya Rani
" Aku hanya pusing aja kok bantuin aku..." seru Yufika sambil Rani membantu Yufika berdiri.
Lalu rani pun membantu Yufika berdiri namun tiba-tiba darah keluar dari hidung Yufika.
__ADS_1
" Fik itu darah keluar dari hidung kamu..." seru Rani pelan sambil memberikan tisu pada Yufika...
Sedangkan seseorang yang dari tadi memperhatikan itu kaget sehingga dia terisak...
" Fika... gue...hikss...hikss...hikss gak nyangka lo bisa nyembunyiin masalah ini dari kita... ternyata lo sakit fik... gue janji akan perhatian sama elu fik hikshiks...hikss gue gak kuat gue harus balik..." seru Sindi sambil terisak... ya gadis tadi adalah Sindi dia saat ingin mengejar Yufika namun langkahnya terhenti di depan toilet saat mendengar penuturan keduanya ...
Sindi masuk kedalam kelas dengan mata sembabnya.
" Lo kenapa...?" tanya Mikhayla
" Gue gak apa-apa kok tadi mata gue kelilipan." seru Sindi bohong.
" Lo dah ketemu sama Fika...?" tanya Rahayu
" Belum gue gak tau dia dimana...?" seru Sindi
Dan tak lama Yufika pun masuk kedalam kelas dengan wajah segarnya ...
Sindi pun memperhatikan Yufika lalu...
" Fika kamu darimana...?" tanya Sindi.
" Haaa.....!!" cengoh Yufika.
" Kamu habis darimana...?" ulang Sindi
" Oh aku... habis dari toilet " seru Yufika jujur.
" Lama betul lo di toilet...." seru Mikhayla namun tak di jawab oleh yufika.
" Kasihan dikacangin ya... hahahahhaa..." seru Sindi seraya meledek lalu dia kembali menatap Yufika yang sudah menatap ke depan...
Tak lama guru pun masuk kedalam kelas dan memulai pelajarannya saat itu juga.
__ADS_1
🏵🏵🏵🏵 BERSAMBUNG 🏵🏵🏵🏵