
Sesampai di kelas yifika masih terdiam dia selalu saja melamun memikirkan apa yang dia pikirin dari semalam,
Lalu dia pamit kepada teman-teman nya untuk ke toilet.
" Hmmm aku ke toilet bentar ya " seru Yufika.
" Gue temenin ya " seru Zahra dan dapat gelengan kepala dari Yufika.
" Gak usah " seru Yufika sambil tersenyum.
Lalu yufika pun langsung pergi ke toilet.
Di toilet dia menatap wajahnya di pantulan kaca sambil membuka kacamatanya itu
" Huuuuuuffff " yufika menghela nafasnya kasar.
" Gak habis pikir aku apa yang akan terjadi ini perasaan aku kok gak enak ya " seru Yufika sambil terus menatap dirinya di pantulan cermin.
Sekilas dia tersenyum,
Saat dia keluar dari toilet tiba-tiba seseorang mencengkram kuat pergelangan tangan Yufika
" Gue ingat kan sama elu ya jauhin Zidan kalau lo masih mau selamat " seru seorang gadis yang tak lain tak bukan seniornya yang suka dengan Zidan
Setelah mengatakan itu gadis itu yang tak lain tak bukan adalah Zela, dia pergi meninggalkan Yufika yang meringis kesakitan,
" Hmmmm ini nih jawaban dari perasaan aku yang gak enak ini " gumam Yufika pelan sambil berjalan keluar toilet.
Lalu dia tiba di kelas sambil menyentuh pergelangan tangan nya yang sakit itu, namun dengan cepat Yufika menyembunyikan hal itu dari kelima sahabatnya.
Sayang sekali Mawar yang saat itu ingin keluar melihat pergelangan tangan Yufika.
__ADS_1
" Fik tangan kamu kenapa merah begitu " seru Mawar dengan nada sedikit keras karna dia kaget.
" Akh itu tadi aku jatuh di toilet ya itu " seru Yufika bohong.
" Bohong kamu !! ini bukan terjatuh di toilet fik, ini seperti _" perkataan mawar terpotong karna Yufika mengatakan
" Aku masuk dulu kamu minggir " seru Yufika sambil menyuruh Mawar minggir karna posisi mawar sedang berdiri depan pintu kelas.
Akhirnya Mawar menyingkir dari depan pintu dan mempersilakan Yufika masuk kedalam kelas.
Sesampai di kelas dia di tatap horor oleh kelima sahabatnya,
Mawar pun akhirnya ikut masuk dan tak jadi pergi keluar,
Mawar terus memperhatikan gerak gerik Yufika.
Yufika masih meringis kesakitan di pergelangan tangan nya, Mawar pun bisa merasakan kepedihan yang di rasakan oleh Yufika., Akhirnya Mawar keluar kelas kembali dan masuk ke ruang uks.
Di uks.
" Boleh itu di situ, emang siapa yang sakit dek ? " tanya gadis yang bernama Shinta Calista petugas uks.
" Itu kak teman sekelas aku, " seru Mawar.
" Kenapa gak di bawa kesini saja biar kakak olesin " seru Shinta
" Orangnya keras kepala kak " seru Mawar lalu dia pamit
" Makasih kak aku kedalam.kelas dulu " seru Mawar dan dianggukan kepala oleh Shinta.
Lalu Mawar kembali kedalam kelas.
__ADS_1
Di kelas.
" Lo kenapa lama banget tadi di toilet ? " tanya Putri.
" Oh itu lagi ngantri tadi " seru Yufika bohong.
" Ooohh " seru Putri ber oh ria saja
untungnya mereka percaya,
Tak lama Mawar masuk dan mengatakan,
" Yufika ada yang nyari itu di luar " seru Mawar sambil berdiri depan pintu
" Hmmmm baik lah " seru Yufika sambil berdiri
Lalu dia keluar dan diikuti oleh mawar,
" Yufika " panggil Mawar
" Iya ada apa ? " tanya Yufika sambil menghentikan langkah kakinya.
" Maafin aku ya , aku bicara kek begitu agar aku bisa ngobatin tangan kamu yang luka itu mau ya aku obatin " seru Mawar hati-hati
" Aku tau kok yaudah kita mau duduk dimana ? " seru Yufika.
" Di situ saja " seru Mawar sambil menunjukkan arah UKS
" Ayo lah " seru Yufika pasrah akhirnya dia mau di obatin smaa Mawar
" Makasih ya mawar " seru Yufika setelah mawar mengobati lukanya.
__ADS_1
" Iya Yufika sama-sama " seru Mawar sambil tersenyum
...🌷🌷🌷🌷BERSAMBUNG 🌷🌷🌷🌷...