
Di rumah sakit...
Yufika baru saja tersadar tepat pukul 1 dini hari ... dia menatap sekeliling nya ... dan sesaat dia terfokus pada kedua paruh baya itu.
" Mama...papah..." lirih Yufika pelan sambil menyentuh kepalanya yang terasa sakit.... dan nyeri...
Sesaat dia ingat apa yang membuat dia bisa seperti itu...namun nihil dia tak dapat mengingat apapun...
Lalu Yufika kembali menatap sang mama dan papanya...
" Hmmm pasti papa dan mama lelah..." seru Yufika pelan dia pun akhirnya kembali tertidur...
Pagi pun tiba... mama Milania lebih dulu bangun dan tak lama papa Hardi menyusul....
" Mah... apakah Yufika sudah sadar...?" tanya papa Hardi
" Mama gak tau pah... mama baru saja bangun tidur... dan belum ada tanda-tanda kalau Yufika sudah sadar..." gumam mama Milania yang masih bisa di dengar oleh papa
" Mah kapan ya Yufika sadar papa kangen sama dia ..." seru papa.
" Biasanya juga papa sibuk mana ada waktu buat keluarga pah..." sindir mama Milania.
Papa pun hanya tersenyum .
__ADS_1
" Tak lama dokter Arfian masuk...."
" Selamat pagi...tuan nyonya...saya akan periksa keadaan Yufika...dulu..." seru dr. Arfian dan papa Hardi mempersilakan.
Setelah di periksa dokter pun tersenyum namun....
" Dokter bagaimana keadaan anak kami dok..." tanya mama Milania khawatir
" Seharusnya semalam dia sudah sadar... tapi saya juga tidak tau apa penyebabnya sampai sekarang yufika belum sadar juga. ." seru dr.Arfian saar Yufika mengedipkan matanya sebelah.
" Apa ini tidak berbahaya dokter...?" tanya papa Hardi.
" Tidak tian ini tidak berbahaya... kita tunggu sebentar lagi..." seru dr. Arfian tak lama Yufika mulai membuka matanya perlahan....
Dengan rasa sakitnya Yufika masih bisa menahannya...
" Saya dimana... kalian siapa...?" seru Yufika pura-pura tidak tau ..
" Dokter ini apa maksudnya... kenapa anak kami tidak mengenal kami dokter..." seru papa Hardi.
" Biar saya periksa..." seru dokter Arfian.
" Maaf tuan... nyonya... anak tuan dan nyonya mengalami amnesia ringan dan itu tidak akan lama jika ingin Yufika cepat mengingatnya maka jangan memaksa dia untuk tidak mengingat kembali hal yang membuat doa sedih..." gumam dr Arfian.
__ADS_1
" Baiklah dokter terimakasih..." seru papa Hardi dan mama Milania bersamaan.
Lalu dokter itu pun pamit saat dari ruangan Yufika
Setelah itu kedua paruh baya itu menatap Yufika.
" Nak ini mama dan papa nak..." seru mama Milania.
" Mama papa... Yufika tau kok..." seru Yufika santai membuat kedua orang tuanya kaget...
" Kamu ingat sama mama dan papa..." seru mama Milania dan dianggukan kepala oleh Yufika...
" Kamu ih ngerjain papa dan mama kamu ya dasar kamu..." seru papa Hardi
" Maaf pah... tapi jangan bilang sama abang-abang ya pah mah..." seru Yufika santai
" Baik lah nak..." seru papa Hardi pada putrinya itu...
Lalu keduanya mengobrol dan tak lama papa mencoba memberi kabar dengan Yohanda...
Yohanda yang mendengar suara handphonenya itu pun langsung berjalan menuju ruangan pribadinya dan menatap banyak panggilan dari
Setelah mendapat kabar dia pun sangat bahagia dengan kabar mngenai kesadaran yufika Namun senyumannya hanya sebentar kala mendengarkan bahwa sang adik tak mengenalnya alias adek mereka hilang ingatan...
__ADS_1
" Adekku amnesia apa yang harus aku lakukan aku bingung ini akhkkkkkk pusing sekali hatiku..." gumam Yohanda kesel.
🌹🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹🌹