
Setelah Yufika di pindahkan ke ruangan VVIP, barulah papa memberikan sebuah amplop kelada ketiga anaknya.
Seketika dunia mereka bertiga langsung runtuh membaca hasil tes laboratorium sang adik.
" Ini gak benar pah " seru Yulina tak percaya.
" Yulina pun nangis sejadi-jadinya."
Yufika yang mendengar yulina menangis jadi bertanya pada dirinya sendiri,
Sedangkan di luar ruangan Yufika, kelima orang itu sedang gusar.
" Pah ini gak benar kan " seru Yohanda.
" Kalian bisa tanyakan sama adik kalian " seru papa Hardi dengan dingin
Lalu tak lama suster yang membawa yufika keluar dan keluarga diizinkan masuk kedalam ruangan Yufika.
Yufika melihat keluarga sedih dia pun memalingkan wajahnha ke arah lain, lalu.
" Jujur sama papa nak, apa yang sebenaterjadi sama kamu " seru papa Hardi gusar
__ADS_1
" Kamu tega nak hal sebesar ini kamu gak cerita sama kami keluarga kamu nak " seru papa Hardi kecewa.
" Maafin Yufika pah mah , udah buat papa mama kecewa sama Yufika. " seru Yufika sedih.
" Yufika gak cerita sama papa dan mama juga yang lainnya karna yufika gak mau papa dan lainnya kepikiran sama Yufika, " seru Yufika menjelaskan
" Papa ingat kan , waktu itu Yufika telat pulang waktu papa baru pulang kerja dan fika baru pulang, waktu itu fika baru periksa kok pah, dan Yufika juga mintak maaf saat itu sudah bohong sama papa dan mama maafin Yufika pah mah " seru Yufika dan papa mengingat hal itu
" Maafin mama ya waktu itu marah sama kamu nak, tapi kamu lain kali harus jujur sama mama atau papa ya nak " seru mama Milania dengan lembut.
" Ya pah mah, " seru Yufika.
" Tapi nak, periksaan selanjutnya kamu harus bilang sama papa ngerti "seru papa Hardi dan
" Iya pah fika ngerti kok " seru Yufika paham llau dia pun akhirnya memulai istirahat dan memejamkan matanya
yulina sudah tak sanggup melihat sang adik, dia akhirnya keluar dulu,
" Pah mah aku keluar bentar " pamit Yulina.
" Iya nak jangan jauh -jauh ya " seru .mama Milania...
__ADS_1
" Iya mah pasti " seru yulina lalu dia keluar cari ruangan Yufika.
yulina berjalan menuju taman rumah sakit.
Di sana dia menangis sejadi-jadinya.
" Kenapa begini kenapa harus adi aku " gumam yulina pelan.
" Aku gak mau kehilangan dia, aku yakin fiak pasti kuat ya fika kuat " seru Yulina yakin.
" Sudah lah dek gak usah di pikirkan kamu lebih baok doakan aaja adik kamu baik-baik saja ya " seru seorang pria ya g datang dari arah belakang
" Ban Yefandra gak ngerti bang aku tuh dekat banget sama Yufika bang, aku gak bisa jauh dari dia, " seru Yulina tegas.
" Abang tau kami walaupun kadang sering saling meledek satu sama. lain tapi aku sayang sama dia bang , dia penyemangat hidup aku, tapi dia juga kelemahan buat aku bang " seru yulina tegas.
" Aku gak bisa bayangin kalau dia benar-benar pergi dari hidup aku bang , entah kenapa aku merasa suatu saat kita kan kehilangan dia " seru Yulina dan seketika yefandra menatap sang adik dengan penuh tanya.
" Sudah lah dek kita positif thingking saja dulu " seru Yefandra , dia pun juga meraksan hal yang sama , namun dia tepisnya apa yang dia rasakan itu,
...🌹🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1