
Yufika dan Haruka saling menatap sesaat lalu dia pun melanjutkan kegiatannya.
Yufika sedang mengerjakan makalah nya di depan laptop💻 milik nya. Namun sesaat dia menoleh ke arah Cantika gadis itu juga sibuk mengerjakan tugasnya sambil sesekali menatap ke depan
Saat jam pulang pun Yufika langsung di jemput oleh Bagas... saat bersaamaan Bagas menjemput Yufika, Saat itu juga kedua orang yang sangat dia hindari datang dan menatap sepasang ke kasih itu.
" Ekheemmm " dehem Helinsianti saat itu juga.
" Dah punya pacar ya kamu " seru Helinsianti pada Yufika sambil bersidekap tangan di dada.
" Hmmmm " dehem Yufika sambil menerima helm dari tangan Bagas. Yufika menelfon Bagas karena tiba-tiba ban motornya bocor makanya
" Aku balik dulu an ya " seru Yufika sambil menatap ke arah kedua saudara kembar tersebut. Lalu dengan cepat Bagas menjalankan motornya karena hari itu Bagas hanya membawa motor saja.
Sepanjang jalan Yufika hanya diam saja sambil melingkarkan kedua tangan nya di pinggang tunangannya itu.
" Kamu kenapa? " tanya Bagas saat mereka berada di lampu merah.🚦
" Aku gak apa-apa bang " seru Yufika sambil tersenyum.
" Kamu jangan bohong dek kamu pasti ada yang kamu pukirkan " seru Bagas sambil menatap keseru arah Yufika dari samping Yufika menghela nafasnya pelan.
" Ada sedikit masalah aja bang " seru Yufika seketika membuat Bagas menoleh dan menatap ke arah Yufika dengan tatapan bingung nya.
" Masalah apa an sih dek ? " seru Bagas bertanya.
" Masalah itu aku ketemu dengan teman kecilku bang " seru Yufika gugup
" Y bagus dong terus masalahnya apaan? " seru Bagas sambil tersenyum ke arah Yufika.
" Masalah nya aku gak suka sama mereka bang aku risih sekali di gangguin sama mereka saat ini" seru Yufika bercerita.
" Hmmmm gitu mungkin mereka ingin kembali berteman sama kamu lagi dek kamu buka saja hati kamu untuk percaya sama mereka " seru Bagas menasehati.
__ADS_1
" Mungkin sih aku gak ngerti sama mereka " seru Yufika lalu Bagas melanjutkan jalan mereka
Sesampai di apartemen milik Yufika Bagas lalu menghentikan motornya
" Terimakasih ya bang " seru Yufika sambil tersenyum hangat kepada Bagas.
" Iya sayang ya sudah Aku pamit ya kamu di sini hati-hati ya " seru Bagas.
" Baik bang " seru Yufika sambil tersenyum dan setelah itu mereka berpisah di parkiran dan saat itu juga Yufika langsung memasuki apartment nya
Sesampai di apartemennya dia pun merebahkan tubuhnya di ranjang dan mulai tertidur......
Seminggu kemudian.
*Seminggu sudah berlalu Yufika masih merasa kan kehilangan semangat untuk sampai ke ke dalam kelas nya sehingga kedatangan Cantika membuat Yufika menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan, sehingga membuat Cantika bertanya dalam hati nya
" Ada apa dengan Yufika apa dia sakit ya " gumam Cantika dalam hatinya.
Sesaat dia pun terdiam
Saat jam istirahat Yufika berniat menceritakan masalahnya kepada Cantika namun dia ingin memancing perkataan dulu*.
" Tika " panggil Yufika pada Cantika.
" Hmmm kenapa Fika " seru Cantika sambil menatap ke arah Yufika yang ada di depannya saat ini.
" Hmmm seandainya ada sahabat dekat kamu ini mau pergi ninggalin kamu tanpa pamit atau dia pamit langsung kira-kira respon kamu gimana sama dia " seru Yufika menatap ke arah Cantika
Cantika menatap ke arah Yufika yang juga menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
" Fika aku pernah kehilangan sahabat sampai-sampai aku merasa di hianati juga merasa bodoh kepada mereka, namun satu sahabat ku pergi meninggalkan aku untuk selamanya dan saat itu dia tiba-tiba menghilang tanpa ada kabar sama sekali namun kenyataannya dia pergi ninggalin aku selamanya sejak itu aku merasa terbodohi dan merasa di hianati oleh sahabat ku dan sejak itu juga aku menyendiri dan gak ingin berteman atau dekat sama siapapun hingga suatu hari mama aku bercerita suatu hari aku akan bertemu dengan seseorang yang tulus berteman denganku dan saat itu telah tiba aku di pertemukan denganmu " seru Cantika bercerita dengan tatapan kosong
Seketika Yufika merasa bersalah kepada Cantika tidak menyangka ternyata sahabatnya itu mengalami hal yang sulit dan di hianati oleh seorang sahabat nya tersebut
__ADS_1
Yufika berpindah ke samping Cantika lalu mengelus punggung Cantika dengan lembut, sedangkan gadis itu menoleh ke arah Yufika dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Kamu berniat meninggalkan aku " seru Cantika dengan ketus membuat Yufika tersenyum kearahnya
" Aku rasa kamu benar aku akan pergi meninggalkan kamu maaf " seru Yufika sambil menatap perubahan pada Cantika.
Cantika hendak beranjak dari duduk nya dengan cepat Yufika mencekal lengan Cantika.
" Maaf aku bercanda aku gak akan pernah ninggalin kamu kecuali kamu yang ninggalin aku " seru Yufika tegas
" Aku gak akan pernah meninggalkan kamu kita sahabat👭 kan " seru Cantika sambil mengulurkan jari kelingking nya ke hadapan Yufika.
" Iya kita sahabat👭 kok " seru Yufika sambil menautkan jari mereka lalu mereka berpelukan sesaat lalu tiba-tiba
" Ehem kita ikut dong " seru Helinsianti yang baru saja datang bersama kembarannya juga Shasa
" Hmmm gue jadi iri deh " seru Helinsianti
" Duduk gih " seru Yufika pada Helinsianti
Lalu ketiganya duduk bersebrangan dengan Yufika juga Cantika.
Helinsianti pun menatap keduanya
" Habis nangis ya " seru Helinsianti pada Cantika.
" Iya kita habis cerita soalnya kita cerita yang sedih-sedih tadi " seru Cantika.
" Hmmm gitu " seru Helinsianti sambil menganggukan kepala.
Siang itu mereka menikmati makan siang di kantin dengan tenang dan damai
...╔══════✮❁•°♛°•❁✮ ═════╗...
__ADS_1
...🌺🌸🌼🌻🥀🌹 BERSAMBUNG 🌷💐🌾🍁🎋🎍...
...╚══════✮❁•°❀°•❁✮══════╝...