
Satupun keluarga belum ada yang tau kabar tentang Yufika yanv sudah sadarkan diri....
" Pagi-pagi sekali Yufika terbangun dan melihat Bagas masih berbaring...di sampingnya...sekilas dia tersenyum..."
" Rasanya seperti mimpi aku bisa sedekat ini denganmu bang.." seru Yufika dalam hatinya sambil menatap Bagas yang tertidur
Tak lama Bagas bangun dan menatap Yufika yang juga menatapnya.
" Dek kamu sudah bangun..." tanya Bagas
" Iya bang Yufika haus... tapi fika gak bisa.." seru Yufika
" Yaudah sini abang bantu duduk..." seru Bagas sambil membantu Yufika duduk lalu meminumkannya air.
" Dek kamu lapar gak ..." seru Bagas
" Hmmm gak bang .." sahut fika
" Masa sih dek kamu gak lapar..." seru Bagas
" Iya bang aku gak lapar..." sahut Yufika.
" Yaudah kamu tidur dulu gih..." sahut Bagas dan Yufika pun patuh.
Yufika kembali tertidur.
" Pagi telah tiba...matahari pun telah bersinar... seorang pria tampan baru saja bangun dan menatap ke arah adiknya "
" Dek kapan sih kamu sadar... bangun lah dek.. masa kamu tidur muluk sih..." seru Yefandra dan seketika Bagas dan juga Yufika terbangun
" Kenapa bang..." sahut keduanya bersamaan.
Membuat Yefandra kaget hingga dia mundur selanhgkah...
" Dek kamu sudah sadar..." tanya Yefandra.
" Belum bang..." sahur Yufika ngasal
" Iya udah lah bang kalau aku belum sadar ngapain aku bicara sama abang..." sahut Yufika sambil geleng-geleng kepala.
" Abang kira kamu belu. sadarkan diri dek..." sahut Yefandra.
" Kapan kamu sadarnya dek...?" tanya Yefandra.
" Samalam bang pas aku dengar abang ngorok" canda Yufika...
" Masa sih semalam abang ngorok perasaan enggak deh..." seru Yefandra heran sedangkan Yufika dan Bagas tersenyum menatap wajah frustasi Yefandra.
__ADS_1
" Hahahah bercanda bang..." sahut Yufika.
" Huuuuf jahat kamu dek..." seru Yefandra lalu dia berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama seorang perawat masuk membawa nampan berisi bubur dan obat buat Yufika.
" Nona ini sarapannya dan ini obatnya silakan dinikmati..." seru perawat itu sambil meletakan nampan itu di atas meja.
" Terimakasih suster ..." sahut Yufika.
" Sama-sama nona..." sahut Perawat itu lalu Bagas membantu menyuapi Yufika walaupun Yufika sudah menolak nya.
Tak lama Yefandra... keluar dari kamar mandi dengan pakaian sudah berganti.
" Bagas... mending kamu mandi dulu deh... " seru Yefandra pada Bagas.
" Iya bang nantik dulu saya nunggu asiaten saya..." seru Bagas dan tak lama asisten Bagas datang dan membawa pakaian ganti buat Bagas
Lalu Bagas bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Tak lama Bagas keluar dengan pakaian kantornya...
" Hmmmm abang mau kerja.. dulu ya dek... kamu cepat sembuh ya..." seru Bagas sambil mengelus rambut panjang nya Yufika.
" Iya bang hati-hati di jalan..." seru Yufika lalu Bagas pun pamit kepada Yefan untuk ke kantor
Sekarang Yefan dan adiknya sedang di ruang Yufika.
Yefandra keluar dari ruangan Yufika dia menelifon sang mama.
📞 " Iya hallo ndra...ada apa gimana keadaan adik kamu nak...?" tanya mama Milania pada Yefandra saat telfon tersambung.
📞 " Fika mah....-" seru yefandra terpotong
📞 " Ndra... fika kenapa nak... apa yang terjadi sama fika..." seru mama khawatir..
📞 " Mah...fika....-" seru Yefandra terpotong lagi
📞 " Yefan apa yang terjadi sama Yufika nak.. katakan sama papa cepat...!!!" kali ini papa Hardi yang bicara dengan suara yang agak tinggi. papa Hardi khawatir dan panik jika terjadi sesuatu kepada putri bungsunya.
📞 " Kalian kerumah sakit saja... yefan gak bisa jelasin kalian terus potong bicara aku... " seru Yefandra kesel lalu mematikan sepihak telfon nya.
Sedangkan di rumah semua panik mendengar Yefan menyuruh kerumah sakit.
Yulina dia sudah berangkat kesekolah lebih pagi karna dia di paksa sama mamanya untuk pergi sekolah dan memberi surat izin Yufika kepada wali kelas Yufika.
Sesampai dirumah sakit Yufika sudah tertidur akibat efek obat.... semua keluarga masuk termaksud Yohanda.
__ADS_1
" Mereka berpikir kalau Yufika belum sadar "
Kesua orang tua Yufika menatap Yefandra dengan tajam karna Yefandra dengan santai nya sedang duduk sambil menikmati buah dekat ranjang Yufika.
" Ndra...lo bisa-bisanya nyantai gitu.. padahal adik lo sedang skarat gitu." ser Yohan kesel.
" Udah deh bang lo gak usah berisik nantik Yufika kebangun..." seru Yefandra.
" Karna mendengar suara berisik akhirnya Yufika terbangun"
Dia melihat keluarganya sudah datang namun mereka belum menyadarinya...
" Mah.....pah...." suara lirih dari Yufika membuat Yefan menatapnya begitupun yang lain mereka kaget dan juga bersyukur.
" Syukurlah nak kamu sadar..." seru Mama Milania
" Iya nak papa sama mama khawatir sama kamu..." seru papa Hardi.
" Maafin fika ya pah mah..." sahit yufika.
" Iya nak.." sahut kedua orang tua Yufika bersamaan.
" Dek kamu kenapa bisa begini..." tanya Yohanda.
Seketika Yufika langsung terdiam dan termenung itu mengingat dia pada perkataan Safani.
" Pah.... mah... fika gak mau bahas masalah ini..." seru Yufika dan yang lain pun sadar dan mereka mengiyakan perkataan Yufika.
" Lo tu ya bang heran deh gue sama elu... udah tau adik lo ini baru sadar udah di tanyain begituan gue aja yang dari malam disini gak nanya apa-apa... aneh deh lo... seneng banget kek nya lihat adek lo beginian..." seru Yefandra emosi.
Yufika menatap abangnya Yefandra dari samping lalu tiba-tiba Yufika memeluk abangnya itu.
" Bang makasih ya ... udah jadi saudara yang pengertian... makasih juga jadi abang yang baik selama ini ke fika... fika tau abang tau sesuatu kan tentang fika..." seru Yufika lalu menatap wajah abangnya .. dan Yefandra pun menatap adiknya lalu tersenyum
" Dek abang ngelakuin ini semua demi adik-adi abang...abang ruh sayang sama kalian jadi abang nyuruh anak buah abang jagain kamu dan Yulina... abang juga tau apa yang menyebabkan kamu seperti ini..." jelas Yefandra membuat ketiga orang itu menatap langsung ke arah Yefan
" Jadi kamu tau siapa yang buat Yufika seperti ini tapi kamu diam saja..." protes papa Hardi
" Papa bisa tanyakan saja kepada Yufika... dia saja biasa aja... lalu Yefan harus apa pah... adek aja diam.." seru Yefandra
" Sudah cukup gak usah di bahas lagi fika mau masalah ini biar fika yang selesaikan sendiri..." seru Yufika.
" Yaudah lah nak sekarang kamu cepat sembuh papa sama abangmu le kantor dulu..." seru papa Hardi berpamitan.
Lalu kedua pria itu pun pamit.
Setelah itu tinggal ah mama Milania, Uefandra dan Yufika di ruangan itu.
__ADS_1
Lalu Yufika pun terlalap dan langsung tidur.
🌲🌲🌲🌲 BERSAMBUNG 🌲🌲🌲🌲