
" Setelah kelima sahabat Yufika tau apa yang di sembunyikan oleh Yufika kelima orang itu pu. langsung menatap tajam ke arah Yufika.
" Yufika jawab perkataan Zahra tadi, tangan kamu ini kenapa ? " seru Putri sambil mengulang pertanyaan dari Zahra.
" Tangan aku ini habis jatuh di toilet ya tadi di toilet hmmm " seru Yufika santai tanpa gugup
" Kita gak percaya " seru Putri
" Fik cerita sama kita siapa yang buat tangan elu kek begini " seru Nurhaliza
" Gak siapa-siapa kok santai aja lah " seru Yufika.
" Oke mulai sekarang jika elu pergi ke toilet, salah satu dari kita harus ikut elu titik gak usah proses " seru Nurhaliza tegas..
" Haduuuuu teman posesif " gumam yufika pelan
" Poseaif gini juga kita peduli fik " seru Kharisma yang mendengar gumaman Yufika.
" Ya ya terserah kalian deh " seru Yufika pasrah.
" Lo gak mau cerita sama kita siapa yang dah buat elu kek begini ? " seru Putri pada Yufika.
" Iya aku gak apa-apa kok " seru Yufika santai.
Yaudah kalau begitu " seru Nurhaliza santai lalu dia kembali ke tempat duduknya.
Saat jam pulang sekolah Yufika masih terdiam
" Lah gimana caranya aku bawah motor " seru Yufika sambil berpikir.
" Kamu mau aku bantu " seru seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang Yufika.
" Akh mawar kamu di sini " seru Yufika lalu dianggukan kepala oleh Mawar, gadis itu lalu tersenyum ke arah Yufika.
" Iya, kamu butuh bantuan gak ? " tanya ulang kembali Mawar.
__ADS_1
" Gak usah lah war nantik kamu susah untuk bisa ke rumah kamu "seru Yufika
" Gak apa-apa " seru Mawar.
" Gak lah gak usah nantik , aku bisa kok " seru Yufika.
" Gimana caranya kamu bisa bawah motor Yufika, ini kan tangan kamu luka " seru Mawar.
" Gak apa-apa aku baik - baik saja kok santai aja " seru Yufika santai.
Tak lama Yulina datang bersama ketiga sahabatnya.
" Yufika how are you " seru Raisa sambil berjalan dan menepuk bahu Yufika
" Akh " seru Yufika meringis kesakitan.
" Kenapa fik " seru Yulina khawatir..
" Hehehhehe gak apa-apa kok " seru Yufika menahan sakitnya
" Fika kamu kek menahan saki, apa kamu sakit atau gimana " seru suara lembut itu yang tak lain tak bukan adalah suaranya milik Intan.
" Iya Intan aku baik-baik saja kok " seru Yufika sambil tersenyum hangat ke arah Intan.
" Yaudah balik yuk guys " seru Raisa.
Dan saat yulina memutar tubuhnya untuk mengambil motornya ke samping Mawar dia tak sengaja melihat tangan sang adik yang sudah di perban, dia kaget dan panik.
" Yufika " panggil Yulina sambil mendekat ke arah Yufika
" Tangan kamu kenapa ? " tanya Yulina sambil mengangkat tangannya.
" Tangan aku baik-baik saja kok hanya terkilir sedikit saja tadi di toilet " seru Yufika. bohong.
" Akh bohong kamu " seru Yulina tak percaya.
__ADS_1
" Fik , ini kenapa kok bisa jadi begini sih " seru Yulina panik
" Udah lah aku gak apa-apa kok santai saja lah " seru Yufika santai.
" Yufika aku pulang dulu ya kamu hati-hati di jalan , " seru Mawar tiba-tiba
" akh iya makasih ya udah nolongin aku tadi " seru Yufika.
" Iya sama-sama kalau gitu aku pamit ya " seru Mawar berpamitan.
" Iya " sahut Yufika.
Setelah kepergian Mawar , yulina menatapnya tajam
" Fika ini kenapa, jujur sama aku " seru Yulina
" Aku gak apa-apa kok " seru Yufika.
" Terus kamu bisa bawah motor sendirian " tanya Yulina.
" Aku dah telfon mama kok, kata mama , tunggu aja bentar lago mama datang " seru Yufika dan tak lama sebuah mobil berhenti di samping mereka.
" Sayang nya mama gak apa-apa kan " seru mama Milania saat sampai di sekolah
" Iya mah aku gak papa kok " seru Yufika sam il tersenyum
" Yaudah kita pulang dulu yuk , lina kamu juga " seru mama Milania
" Tante pamit ya anak-anak " sahut mama Milania kepada ketiga sahabat anaknya itu.
" Iya tante hati-hati di jalan ya " sahut ketiganya bersamaan
Lalu mereka pun pergi meninggalkan parkiran sekolah dan langsung menuju motor mereka masing-masing.
...💐💐💐💐 BERSAMBUNG 💐💐💐💐...
__ADS_1