
Seminggu kemudian
Yufika...sedang mengikuti olimpiade Sains
Selama seminggu juga keempat teman-teman Yufika merasa kehilangan dirinya
" Eh fika kemana ya usah seminggu dia gak kelihatan apa benar ya dia dah pindah kelas..." sahut Rahayu.
" Ya padahal seminggu lalu dia masih mendiamin kita..." sahut Safani.
" Aku gak tau apa yang membuat Yufika mendiamin kita.." sahut Rahayu.
" Yu... lo sadar gak sih sama kesalahan loh sendiri..." sahut Sindi tiba-tiba.
" Ya mana gue tau..." sahut Rahayu.
" Perlu gue ingatkan lo ya... seminggu sebelum fika menghilang lo sempat mendiamkan dia dan waktu di kantin ko membentak Safani dan Mikhayla waktu itu dan membuat Yufika kaget apa sekarang lo tau kesalahan lo dimana..." sahur Sindi.
" Astaga... apa gara-gara itu dia marah dan mendiamkan kita..." sahut Rahayu merasa bersalah.
" Dan gue kaget untuk pertama kalinya dia menepis tangan gue saat gue menyentuh bahunya waktu itu." sahut Safani kepada ketiga temannya.
" Ini salah gue... gue udah buat Fika jadi dingin gitu sama kita..." sahut Rahayu.
" Gak ada gunanya merasa bersalah sekarang lagi pula Fika sudah gak ada..." sahut Sindi.
" Hmmm" dehem Safani.
__ADS_1
Sedangkan Mikhayla sedari tadi dia terdiam... Mikhayla seperti sedang berpikir
Ketiga temannya yang melihat Mikhayla terdiam dan termenung itu langsung menegurnya.
" Lala... kenapa lo melamun..." sahut Safani
" Gak apa-apa..." sahut Mikhayla
" Yakin lo gak apa-apa...?" tanya Sindi.
" Hmmmm" dehem Mikhayla.
Sesaat keempat orang itu terdiam dan berpikir namun tiba-tiba lamunan mereka buyar saat melihat Yulina sedang berbicara kepada Zahra, Putri dan dan Liza.
" Eh Yulina..." panggil Zahra agak sedikit meninggikan suaranya.
" Yufika kemana...? tanya Putri.
" Oh .. fika sedang ada urusan di luar sekolah..." sahut Yulina santai.
" Urusan apaan." tanya Zahra.
" Aku gak tau dan gak mau tau..." seru Yulina sambil berjalan meninggalkan ketiga orang itu.
Lalu Yulina pun pergi meninggalkan ketiganya dan diikuti oleh Indah...Intan dan Raisa.
" Eh lin emangnya Fika kemana...?" tanya Indah.
__ADS_1
" Dia sedang mewakili sekolah untuk olimpiade sains.." sahut Yulina membuat ketiga orang itu melongo kaget
" Seriusan..." sahut ketiganya bersamaan. dan dianggukan kepala oleh Yulina.
" Wah gak nyangka gue ternyata si gunung es bisa ikut olimpiade itu rupanya..." seru Intan membuat Yulina kaget.
" Apa...? lo ngatain saudara gue si gunung es...?" seru Yulina membuat Intan. nyengir.
" Hehehe maaf lin..." sahut Intan sambil tertawa kecil.
" Tapi emang benar sih saudari gue itu kan emang gunung es jarang senyum dan tertawa." sahut Yulina ikut menimpali
" Ish elu mah ngatain saudara elu jahat banget sih..." seru Raisa.
" Hehehehe..." tawa ketiganya
Di tempat lain.
" Yu lo lihat kan ... Zahra dan teman-temannya saja bisa dekat sama kembaran nya Fika. nah kita kek mana...?" seru Sindi.
" Gue gak tau seandainya Fika ada disini gue janji akan perbaiki semua kesalahan gue." seru Rahayu kepada Sindi.
" Gue rasa Fika gak akan dengerin elu deh dia terlanjur kecewa banget sama elu..." sahut Mikhayla.
" Gue gak mau tau gue akan usahakan Fika mau dengerin gue dan akan bisa kebaikan lagi ke Fika " seru Rahayu kepada Mikhayla.
💮💮💮💮 BERSAMBUNG 💮💮💮💮
__ADS_1