
Keesokan harinya Yufika bangun lebih awal dan dia melihat sang mama sedang sibuk di dapur.. lalu dia menayapa sanga mama dan membantunya.
" Pagi mamaku sayang... sedang apa mah... aku bantu ya..." seru Yufika... entah kenapa dia merasakan hidupnya seperti hari terakhir dia jalanin...
" Pagi nak... ya kemari lah bantu mama bukain bawang itu dan iris halus ya..." seru mama
" Siap mah..." seru Yufika lalu dia pun mengiris bawang yang mamanya katakan.
" Ya Tuhan apa yang haris aku lakukan... kenapa perasaan ku semakin tidak karuan.... kenapa ini... perasaan apa ini kenapa aku tak bisa melihat nya.... apa yang akan terjadi denganku... akh......." gumam Yufika dalam hatinya.
Mama yang melihat Yufika termenung langsung mengambil ahli kan pisau di tangan sang putri hingga Yufika kaget.
" Kenapa melamun sayang... apa sih yang kamu lamunin hmmmm pagi baru nak jangan melamun lah...." seru mama
" Hehehhehe aku lagi kepikiran mah... apa aku bisa ya memenangkan olimpiade itu lagi..." sahut Yufika berbohong.
" Kamu pasti bisa... nak ...semangat dong... masa gitu aja kamu lemes gitu sih..." seru mama
" Iya deh...iya..." seru Yufika sambil mengaduk-aduk masakan mamanya.
" Yaudah sekarang kamu bersih-bersih dan kita akan makan bersama yaudah sana gih nantik kamu telat kesekolah..." seru mama
" Iya mah..." sahut Yufika dan berjalan ke kamar nya... sambil melamun ... saat sampai di anak tangga terakhir Yufika berpapasan dengan Yulina.
__ADS_1
" Eh Fika... jangan melamun lo..." seru yukina mengagetkan Yufika namun tak dihiraukan oleh Yufika dia terus berjalan menuju kamarnya sedangkan Yulina hanya menggelengkan kepalanya saja...
" Fika ..fika...ada saja loh..." serubyulina sbil menggelengkan kepalanya.
Sesampai di lantai dasar yulina meneguk segelas air....
" Pagi mah.." sapa Yulina pada sang mama.
" Pagi sayang..." sapa mama balik.
" Kamu dah mandi sayang...?" tanya sang mama
" Udah mah..." sahut Yulina.
" Iya mah aku kekamar dulu..." pamit Yulina dan dianggukan kepala oleh mamanya.
Setelah 30 menit barulah kedua saudara kembar bedah wajah itu keluar bersamaan dari kamar mereka masing-masing sambil menenteng tas sekolah mereka..
Lalu keduanya berjalan menuju lantai dasar...
Sepanjang jalan Yufika masih kepikiran dengan perasaannya...
" Pagi pah... mab... bang..." sapa kedua saudara kembar tersebut bersamaan
__ADS_1
" Pagi nak... pagi dek..." aapa keempat orang tersebut..
Udah makan dulu kalian ya... fika kamu baik-baik saja nak... gak boleh melamun kamu..." seru mama pad Yufika.
Ikatan batin antara ibu dan anak tentu ada mama Milania bisa merasakan kegelisahan sang putri bungsu....
" Mama gak tau nak apa yang sedang kamu pikirin tapi firasat mama mengatakan ada hal buruk yang akan terjadi... semoga itu hanya firasat mama nak... gak kebayang kalau mama harus melihatmu sedih terus..." gumam sang mama dalam hati.
" Pah ....mah... fika duluan ya... maaf " sahut yudika sambil beranjak dari duduknya...
" Iya nak hati-hati..." sahut papa Hardi..
" Yufika.." panggil sang mama saat Yufika mengambil kunci motornya.
" Iya mah ada apa..." tanya Yufika pada sang mama.
" Kamu pergi diantar sama pak supir ya..." seru sang mama.
" Tapi mah... fika mau jalan pakai motor saja mah... plis biarkan Yufika naik motor... fika janji akan hati-hati... fika tau mama khawatir sama fika... janji dh fika sampai rumah baik-baik saja..." seru Yufika.
" Yaudah kalau gitu ... kamu janji ya... was nantik mama jual motor kamu.. kalau kamu kenapa-napa..." seru sang mama.
" Iya mah iya... aku pamit ya...." sahut Yufika sambil menicum punggung tangan kedua orang tuanya lalu kedua abangnya......
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸🌸🌸