
Seorang putri bungsu dari 3 bersaudara.. memiliki wajah cantik dan juga baik hati, kecantikan nya tertutupi dengan gaya fashion nya kesekolah dengan gaya culun, persis dengan Yufika namun masih terlihat bagus,
Gadis itu juga seorang anak perempuan di keluarga Hutami keluarga terkaya di urutan ke-4 setelah keluarga Yufika dan juga , perusahaan keluarga Yufika adalah keluarga terkaya di urutan Kedua ketiga setelah perusahaan milik keluarga Bagas.
Cantika sangat ingin berteman dengan Yufika karena penampilan keduanya sama, Namun penolakan yang Dia dapat kan dari sosok teman pertama nya itu
Bagi nya Yufika adalah teman yang baik, namun dia sangat kecewa dengan respon yang diberikan oleh Yufika terhadap nya.
Sesaat Dia ingin menyerah namun tiba-tiba dia membuat hal gila yang bisa merespon Yufika.
Seminggu sudah berlalu
Banyak mahasiswa yang ingin berteman dengan Yufika namun tak satu pun , Yufika merespon nya dia selalu bersikap dingin dan datar kepada semua orang.
Hingga suatu hari dia tiba-tiba menerima Cantika untuk menjadi teman nya.
" Fika kok kamu jutek banget sih sama aku.. dari awal ospek sampai kembali masa kuliah dan belajar kayak gini kamu cuek banget sih aku salah apa perasaan aku gak salah apa-apa deh sama kamu " seru Cantika lalu keluar dari dalam kelas
Sesaat Yufika terdiam dari hadapan laptopnya, menatap kepergian Cantika,
" Aku hanya ingin tau seberapa sanggup nya kau bertahan dengan sikapku " gumam Yufika pelan lalu tersenyum.
Cantika pergi dari kelas dan menuju kantin,
Di kantin gadis itu memesan banyak makanan sehingga dia mau tidak mau menghabiskan makanan tersebut.
Namun dia juga berpikir bagaimana bisa berteman dengan orang yang memiliki karakter kepala batu.
" Aku gak habis pikir bagaimana caranya sih bisa dekat dengn Fika aku bingung dengan dia " gumam Cantika dalam hati.
" Dia sangat keras kepala sekali " pikir Cantika sambil menikmati makanannya, tanpa terasa makanannya itu sudah ludes.
" Heee woi lo lapar apa doyan " ledek seorang mahasiswa cowok
" Bukan urusan lo " seru Cantika sambil berdiri dari duduk nya dan membayar tagihan makanannya.
" Hahahaaha sedirian aja lo Fika mana " seru seorang pria yang bernama Jhoni itu
__ADS_1
" Di kelas " seru Cantika kesel
" Kenapa lo kesel gitu " seru Jhoni.
" Gimana gue gak kesel Fika tuh susah banget temenan sama gue apa gue ini karena culun gini ya " seru Cantika.
" Lo gak usah ngomong gitu gue yakin dia mau kok temenan sama elu hanya saja dia butuh waktu gitu " seru Jhoni
" Tau lah gue " seru Cantika dan pergi meninggalkan kantin
Sesampainya di kelas dia sudah tidak melihat keberadaan Yufika.
" Fika kemana ya? " pikir Cantika.
Yufika yang di cari sedang berada di taman dengan memangku laptopnya dia hanya fokus di depan laptop💻 tanpa menghiraukan suara yang mengganggu kefokusannya, dia memasang handfee 🎧 sambil mendengarkan musik dari handphonenya 📱
Dia sibuk sampai akhirnya tugas yang dia buat pun selesai dan dia kembali menatap lurus, lalu mematikan laptopnya 💻 dan memasukan kedalam tas..
Dia menatap ke arah lapangan di sana terdapat beberapa mahasiswi perempuan sedang melakukan latihan basket 🏀⛹️♀️ Yufika menatap ke arah lapangan dia berpikir sesaat
" Kamu bisa seperti mereka jika kamu menginginkannya " seru seseorang yang tidak sengaja mendengar penuturan Yufika tersebut.
Yufika menoleh ke samping di lihat seorang gadis seusinya sedang duduk di sampingnya sambil menatap ke arah lapangan gadis itu juga memakai seragam basket. 🏀
Yufika menatap sesaat ke arah gadis itu lalu pandangannya kembali lurus.
" Emangnya kamu bisa main basket🏀 " tanya gadis itu
" Enggak " seru Yufika lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan gadis tersebut dalam keadan bingung
Gadis itu menatap kepergian Yufika dengan sangat intens lalu berdiri dan berjalan ke arah lapangan.
Yufika masuk kedalam kelas dan melihat Cantika sudah duduk di kursi di sampingnya.
Cantika yang saat itu sedang bermain handphonenya📱 langsung menoleh ke samping dan melihat Yufika.
" Kamu habis dari mana? " seru Cantika sambil menatap ke arah Yufika., Cantika tau pertanyaan nya itu tidak akan di jawab oleh Yufika.
__ADS_1
Namun dia mencoba membiasakan hal itu dengan tidak menyerah untuk berinteraksi dengan si kepala batu itu
Yufika menoleh sesaat ke samping untuk melihat Cantika.
Yufika berpikir semua tugasnya sudah selesai itu artinya dia sudah tidak terlalu fokus Yufika berpikir tidak salah nya dia menerima Cantika sebagai teman nya.
" Aku habis dari taman.. " seru Yufika membuat Cantika yang tadinya fokus di handphonenya tiba-tiba menoleh ke arah Yufika tak percaya dia kaget saat tau Yufika akhirnya merespon pertanyaannya.
4 kata terucap membuat hati Cantika senang
" Kok gak ajak aku sih, aku kan pengen juga ke taman kampus " seru Cantika pura-pura merajuk.
" Bagaimana mau ajak kamu, kamu saja sudah pergi keluar duluan " seru Yufika
"Gimana aku gak keluar habis nya yang aku ajak bicara itu kayak patung hidup " seru Cantika
" Ya udah maafin aku ya " seru Yufika lalu tersenyum ke arah Cantika
" Nah!!! kalau begini kan enak di lihat nya gak dingin terus gak datar lagi wajahnya. " seru Cantika senang
" Iya iya maaf ya aku cuekin kamu selama ini,, hmmm sebagai permintaan maaf ku aku traktir makan bakso mau ya " seru Yufika.
" Aku senang kamu mau bicara sama aku, kamu mau temenan sama aku,, tapi maaf bukannya aku menolak aja kan kamu, atau sombong bukan gitu tapi jujur aku tulus pengen berteman sama kamu.. itu pun kalau di boleh kan sih " seru Cantika lalu berbalik menatap lurus.
" Boleh kok " seru Yufika
" Makasih ya " seru Cantika sambil memeluk Yufika.
" Iya sama-sama udah ih malu tau gak " seru Yufika lalu keduanya melepaskan pelukannya.
" Heheehehe 😁😆😄😃😀 maaf " seru Cantika lalu tersenyum 🙃☺.
Tak lama mata kuliah mereka di lanjutkan mereka pun dengan semangat mengerjakan tugas-tugas mereka saat dosen memberikan materi dengan teliti Yufika dan Cantika mengerjakan nya dan dengan kefokusan ekstra mereka sanggup mengerjakan tugas tersebut.
...🌷🌷🌷🌷💐💐💐💐🌹🌹🌹🌹...
ೋ❀❀ೋ═══ BERSAMBUNG ═══ೋ❀❀ೋ
__ADS_1