
" Terimakasih Yufika kamu sudah menolongku saya, saya gak nyangka kamu sebaik ini, padahal biasanya kamu ketus dan juga datar serta dingin maaf ya " seru Anindita jujur tanpa rasa bersalah.
" Saya suka dengan kejujuran kamu itu lah yang membuat saya nyaman dan percaya sama kamu, maka dari itu jangan pernah kecewakan saya ya " seru Yufika.
" Baik Yufika sekali lagi terimakasih, hmmm kalau begitu aku permisi ya " seru Anindita lalu berpamitan keluar.
" Iya silakan " seru Yufika sambil tersenyum ke arah Anindita.
Setelah Anindita menghilang di balik pintu Yufika pun tersenyum
" Ternyata bahagia itu sederhana dengan membuat orang lain bahagia kita bisa ikut bahagia juga akh senangnya " gumam Yufika dalam hatinya
DI LUAR RUANGAN YUFIKA
Sesampai Anindita di area dapur swmuanya menatap ke arah Anindita
" Dita lo gak di pecat kan sama mbak Yufika " seru yang lainnya
" Iya Dta li gak pecat kan sama mbak Yufika " seru salah satunya lagi,
" Dit lo kok diam saja sih lo di pecat ya " seru Yang lainnya
" Astaga , Rani, sasa aku gak di pecat sama Yufika kok, dia baik malah gak seperti yang kalian katakan itu dia juga gk galak kok " seru Anindita membuat yang lainnya kaget dengan penyebutan nama bos mereka.
" Astaga Dita lo manggil bos kita gak pakai mbak, bisa-bisa lo di gantung sama mbak Yufika tau rasa lo " seru gadis yang bernama tag Sasa itu.
__ADS_1
" Iya Yufika itu baik kok dia sendiri yang minta gue untuk nyebut namanya saja " seru Anindita bahagia.
" Gue baru tau jika bos kita itu ternyata baiknya sama dengan mbak Mayang " seru Anindita
" Hmmmm gak tau gue yuk akh kerja lagi " seru Rani
Di sisi lain 3 anak manusia yang masih kaget tentang fakta bahwa ternyata sahabatnya lah pemilik restoran dimana mereka mancari rezeki mendengar semua perkataan karyawan yang bermasalah itu tidak di pecat oleh sahabatnya membuat mereka kagum dengan sahabat merek itu.
" Gue gak nyangka, ternyata di balik sikap dingin fika memiliki sikap malaikat juga ya " seru Zahra.
" Iya lo benar " sambung Kharisma.
" Aku pun kaget " seru Wanda.
Tak lama orang yang sedang mereka bicara duduk dengan santai di depan mereka
" Sebenarnya sih Fik kita butuh penjelasan dari kamu soal pemilik restoran ini " seru Zahra...
" Itu memang benar aku yang punya, kalian coba deh pikir nama resto ini diambil dari beberapa huruf kan " seru Yufika membuat ketiga berpikir dan
" Hmmmm saaattt dah Fik, kita kok gak sadar ha namanya saja THE FIK " seru Wanda dam Kharisma bersamaan.
" Nah itu kalian paham, eh kalian dah makan siang belum " seru Yufika pada ketiga sahaba itu.
" Belum fika " seru ketiganya bersamaan.
__ADS_1
" Yaudah kalian jangan lupa makan " seru Yufika sambil berdiri , namun saat Yufika hendak berdiri tangannya di tahan oleh Zahra.
" Ada apa ra ? " tanya Yufika.
" Jadi kita manggil kamu buk bos dong bukan nama lagi " seru Zahra.
" Gak usah lebay deh kamu, udah kek sama siapa saja akh , ingat jangan lupa makan siang oke guys aku pamit " seru Yufika kembali berdiri , Namun lagi-lagi Zahra menahan tangannya
" Tunggu dulu napa sih kok buru- buru amat. " seru Zahra
" Kita makan bareng aja ya, mau ya, hmmmm apa lo gak mau makan dama pegawai lo " seru Zahra
" Mau sih tapi aku ada yang mau aku cek di dalam " seru Yufika.
" Udah tinggalin aja dulu entar di sambung lagi ya " seru Kharisma
" Iya - iya" seru Yufika pasrah.
Lalu Yufika pun ikut makan siang dengan Kharisma serta Wanda dan Zahra
Namun dari arah lain Anindita memperhatikan keempat sahabat itu
" Gue iri deh sama mereka bertiga bisa dekat sama Yufika." gumam Anindita dalam hati sambil mengaduk makannya dan lalu fokus ke arah lain
Setelah makan siang Yufika kembali ke ruangannya setelah pamitan kepada ketiga sahabatnya
__ADS_1
...🌾🌾🌾🌾 BERSAMBUNG 🌾🌾🌾🌾...