
" Aku memang mencintai kamu sejak dulu " gumam Yufika dalam hatinya.
Setelah meninggalkan Yuhendra yang masih berada di taman.
Dan berjalan ke arah kantin.
Sesampai di kantin sahabatnya menatap dirinya yang sedang berjalan ke arah mereka.
" Woi ngapain lo melamun woi " seru Naura.
" Gak apa-apa hanya saja aku lagi buruh asupan yang banyak " seru Yufika sambil duduk di samping Afriana.
" Makan Fik " suruh Mitha.
" Hmmmm " gumam Yufika sambil menyeruput minumannya
" Kamu habis darimana fik ke toilet kok sampai sejam sih " seru Sarina selidik.
" Aku habis ketemuan sama Yuhendra tadi " seru Yufika jujur, seketika ucapan yufika barusan membuat yang lainnya langsung tersedak minuman dan makanan
" Uhuk uhuk uhuk... "
" Lo seriusan " seru Sarina sambil menyeka bibirnya dengan tisu.
" Hmmmm " gumam Yufika sambil menatap Sarina dengan intens.
" Terus terus Yuhen bilang apa sama kamu ? " tanya Afriana.
" Dia nembak aku " seru Yufika
__ADS_1
" Whattttsss ?? are you not kidding ?? " seru Mitha dan Naura bersamaan.
" Yaaa aku serius " seru Yufika sambil menatap lurus.
Tak lama bel berbunyibtanda jam istirahat berakhir.
Mereka pun masuk kedalam kelas setelah membayar tagihan makanan mereka.
Tak lama seorang guru masuk
Pelajaran di mulai dan Yufika mulai fokus dengan pelajarannya tanpa peduli dengan perasaannya kepada Yuhendra, sedangkan pria itu masih tidak fokus akibat penolakan Yufika di taman tadi
" Sudah lah Fika pasti ingin kamu sukses dulu dan menjadi pria yang berguna agar kamu bisa bahagia bersamanya. " seru Devo kepada Yuhendra.
" Begitu ya " bisik Yuhendra di telinga Devo
" Iya lah cewek itu butuh belanja tapi khusus Fika sepertinya berbedah kamu harus menaklukan hatinya dengan kamu kerja keras jangan terlalu agresif karena wanita tidak suka dengan pria yang sangat agresif kepada wanita. " seru Devo kepada Yuhendra
" Sama-sama" seru Devo sambil matanya fokus kedepan papan tulis.
Seorang guru sedang menerangkan mata pelajarannya dan Yufika serta yang lainnya fokus memperhatikan papan tulis dan mendengarkan penjelasan sang guru yang berada adi depan.
Yufika mendata poin-poin penting untuk dia baca saat di rumah.
Satu jam sudah berlalu, Yufika dan lainnya keluar dari kelas saat jam pulang tiba.
Yufika melihat ke arah Yulina yang duduk di atas motornya saat itu.
" Udah kelar kelas nya? " tanya Yulina
__ADS_1
" Hmmmm " gumam Yufika sambil mendekat ke arah motornya.
" Kenapa lo ? " tanya Yulina saat sudah berdiri dari motor milik Yufika.
" Hmmmm " gumam Yufika kembali.
" Astaga " seru Yulina kesel.
" Sabar " seru Rahayu yang berada diatas motornya.
" Hahahhahahahah " tawa yang lain pun pecah saat melihat Yulina merasa frustasi dengan tingkah Yufika.
" Hmmmmm " gumam Yufika sambil menyodorkan helm kepada Yulina, karena Yulinq belum juga mengambil helmnya terpaksa Yufika menarik kembali lalu mnyqlqkn motornya dan pegi begitu saja meninggalkan Yulina yang melotot menatap kepergian saudarinya itu.
" Kan marah kan dia... " seru Sindi.
" Lah gue mana tau kalau dia marah " seru Yulina
" Kayaknya Yufika ada masalah deh " seru Mikhayla
" Terlihat banget dari wajahnya " seru Safani tiba-tiba
" Gue baru tau kalau Yufika marahbserem juga ya " seru Sindi
" Iya baru pertama kalinya gue lihat dia marah kek begitu " seru Rahayu
" Udah yuk Lin lita anterin lo " seru Mikhayla kepada Yulina
Lalu Yulina pun pulang bersama Rahayu cs
__ADS_1
...🌹🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹🌹...