
Setelah Yufika memejamkan matanya , yilina menatap sang adik.
" Dek kamu kenapa sih gak bisa sedikit pun tersenyum sama orang ada apa sih " gumam Yulina dalam hatinya sambil memperhatikan adik kembarnya itu,
Yufika sadar jika sedang di perhatikan
" Gak usah ngelihatin aku begitu, aku tah aku cantik " gumam Yufika dalam keadaan masih memejamkan matanya.
" Dasar narsis kamu dek " seru yulina pelan
" Aku demgar ya " seru Yufika tanpa membuka matanya.
" Iya deh yang punya mata dan telinga yang tajam ampun mba jago " seru yulina bercanda.
" Hahahahhaha " seketika Yufika membuka matanya dan tertawa pelan
" Nah kalau gini kan enak tuh di lihat nya bukan kamu, gal kek tadi, " seru Yulina sambil duduk di damping sang adik.
" Lin " panggil Yufika saat Yulina sedang memotong buab apel lalu memberikannya kepada Yufika.
" Hmmm kenapa ? " dehem yulina lalu bertanya
" Maafin aku ya , aku dah ngerepotin kamu " seru Yufika.
" Gak ada kata repot buat saudari kok santai aja " seru Yulina.
" Lin, " seru Yufika
__ADS_1
" Iya kenapa ? " tanya Yulina
" Seandainya suatu saat nantik aku ~ " seru Yufika terpotong.
" Kamu ngomong apa sih, aku gak mau kamu bicara ngelantur ya " seru yulina yang tau arah pembicaraan Yufika.
" Maaf " seru Yufika singkat.
" Hmmm yang penting sekarang itu kamu harus cepat sembuh ini saja kamu masih demam loh ya " seru yulina sambil meletakkan tapak tangannya di kening Yufika dan benar saja Yufika masih demam.
Saat Yufika srsng asik berbicara dengan Yulina tiba-tiba dia teringat handphonenya
" Lina kamu tau handphone aku dimana ? " tanya Yufika.
" Itu di atas meja " seru Yulina sambil menunjuk keberadaan handphonenya Yufika.
Dengan cepat Yufika mmebuka handphonenya seketika terlihat banyak pesan dari teman-teman nya.
" Iya dia tau kamu sakit tapi mmdia gak tau kamu di rawat dimana ? " seru Yulina
" Lah kenapa ? " tanya Yufika.
" Aku malas mereka ada di sini " seru Yulina jujur
" Oh begitu rupanya, " seru Yufika paham
" Jadi kenapa kamu beetanya begitu, jangan bilang kalau mereka ingin ketemu kamu " seru yulina menebak dan dapat anggukan kepala dari Yufika.
__ADS_1
" Iya kamu benar, tapi aku bilang santai aja aku sudah baikan kkk " seru yufika pada Yulina.
" Good " seru yulina sambil 👍 mengacungkan ibu jarinya ke hadapan Yufika.
Tapi Sarina katanya mau ketemu aku katanya. gimana ? " seru Yufika sambil menatap sang kakak kembaran nya.
" Kalau itu sih terserah kamu " seru Yulina santai dan damai
" Hmmmm baik lah " seru Yufika.
Akhirnya Yufika mengatakan kepada sarina jika dia sedang di rawat di medika center
Setelah bebebrpaa jam kemudian mama dan papa Yufika fan yulina masuk.
" Anak papa bagaimana apa yang kamu rasakan sekarang nak ? " tanya sang papa pada putri bungsunya itu
" Aku dah baik kan kok pah " seru Yufika lembut.
" Sekarang kamu mau apa nak , mau makan apa ? " seru papa Hardi bertanya.
" Aku ingin pulang pah " seru Yufika santai
" No no no kamu belum sehat " seru papa Hardi sambil mengoyangkan jari telunjuknya di depan sang anak.
" Ih papa aku tuh gak suka bau obat di sini, aku mau pulang pah " seru Yufika dengan manjanya.
" Tidak ! kamu belum sehat benar nak ? " seru papa Hardi dengan tegas.
__ADS_1
" Hmmm baik lah aku mau tidur saja jangan ganggu " seru Yufika sambil merebahkan tubuhnya.
...🌷🌷🌷🌷 BERSAMBUNG 🌷🌷🌷🌷...