ARTI SAHABAT

ARTI SAHABAT
BERUBAH


__ADS_3

" Fika..." gumam Rahayu, Sindi dan Safani.bersamaan


Ketiganya melihat Yufika mendorong tubuh Mikhayla saat Mikhayla mencoba memeluk dirinya


" Fik kok kamu dorong aku sih..." seru Mikhayla sedih.


" Maaf la... aku dadaku sesak kamu meluk aku..." seru Yufika jujur.


" Iya tapi gak harus kuat gitu kamu dorong aku..." sahut Mikhayla.


" Oh ya ampun maafin aku Mikhayla..." seru Yufika sambil menolong Mikhayla yang terduduk di lantai.


" Maaf ya... aku gak sengaja... janji deh ini terakhir kalinya aku gini .." seru Yufika merasa bersalah.


" Dengan jahilnya Mikhayla berpikir .."


" Aha... kayaknya Yufika merasa bersalah nih aku manfaatin aja deh ah.." gumam Mikhayla dalam hatinya


" Mikhayla pun cemberut dan menepis tangan Yufika."


" Mik... maaf ya...sini deh aku bantuin berdiri..." sahut Yufika sambil membantu Mikhayla berdiri.


" Mik maaf ya... kamu mau kan maafin aku..." seru Yufika.


" Hmmmm aku maafin tapi ada syaratnya." sahut Mikhayla


" Apaan syaratnya..." tanya Yufika.


" Kamu janji akan penuhin syarat dari aku." sahut Mikhayla

__ADS_1


" Iya asalkan kamu maafin aku." sahut Yufika.


" Kamu harus selalu tersenyum sama kita-kita kamu gak boleh dingin-dingin gitu ya." sahut Mikhayla sambil tersenyum penuh arti


" Iya aku janji deh" sahut Yufika sambil tersenyum paksa.


" Gitu dong.." sahut Mikhayla sambil tersenyum


" Fik kamu dari mana saja selama seminggu ini...?" tanya Safani.


" Aku..." seru Yufika sambil menunjuk dirinya sendiri dan dianggukan kepala okeh Safani.


" Aku ikut olimpiade sains kok Fan..." sahut Yufika sambil menatap Safani.


" Wah gitu selamat ya..." sahut keempat orang itu bersamaan.


" Ah iya makasih." sahut Yufika.


" Hmmm boleh deh." sahut yang lain.


" Hmmm kayaknya aku gak bisa deh aku ada janji sama Zahra , putri dan Liza hari ini." sahut Yufika..


" Yaudah gak apa-apa lah lain kali saja." sahut Safani.


" Jadi kamu kamu gak mau nih ikut kita" sahut Mikhayla.


" Maaf ya mik aku gak bisa... aku dah janji sama mereka lain kali saja ya.." sahut Yufika.


" Iya deh..." sahut Mikhayla cemberut

__ADS_1


" Jangan cemberut dong mik... nantik jelek loh...hahahhaha." sahut Yufika lu tertawa.


" Oh ya ampun mukjizat apa ini Yufika tertawa..." ledek Safani.


" Apaan sih..." sahut Yufika tersenyum salah tingkah


" Cihahahaha bisa salah tingkah pula dirimu Fik." sahut Sindi.


" Eh kek ada suara tapi siapa ya..." seru Yufika mengabaikan Sindi


" Ish kok gue di kacangin sih.. " sahut Sindi cemberut lalu berjalan meninggalkan ke empat sahabatnya yang sedang menertawakannya... Yufika pun merasa bersalah dan mengejar Sindi.


" Hei...hei... jangan cemberut dong nantik cantiknya hilang loh." sahut Yufika yang telah menyusul Sindi di kantin


" Siapa yang jelek ..!!! gini-gini saya cantik dan mempesona." sahut Sindi santai.


" Hmmmm baiklah nona..." sahut Yufika pasrah.


Setelah yang lain menyusul kedua sahabatnya di kantin pun sampai.


" Wehehehehe ada yang ngambek nih..." ledek Safani.


" Gue gak nyangka lo Sin lo ternyata bisa ngambek juga lo." sahut Mikhayla.


" Ehei gini-gini gue juga manusia juga nona..." sahut Sindi kesel.


" Sudah-sudah jangan buat Sindi marah dan cemberut nantik dia ngamuk bisa-bisa kantin ini hancur sama dia lo." seru Yufika seraya meledek.


" Wahahahhhaa..." ketiga temannya yang lain pun tertawa kecuali Sindi dia kesel di buat teman-temannya tapi setidaknya dia sedikit bahagia... bahagia karna melihat kembali sahabatnya Yufika itu bisa hangat kepada yang mereka walaupun dengan yang lain dia akan bersikap datar. dia sangat bahagia "

__ADS_1


" Aku bahagia lihat kamu kembali tersenyum seperti itu aku harap kamu tak akan pernah BERUBAH" sahut Sindi dalam lubuk hatinya terdalam


🌺🌺🌺🌺 BERSAMBUNG 🌺🌺🌺🌺


__ADS_2