
" Fika..." gumam Rahayu, Sindi dan Safani.bersamaan
Ketiganya melihat Yufika mendorong tubuh Mikhayla saat Mikhayla mencoba memeluk dirinya
" Fik kok kamu dorong aku sih..." seru Mikhayla sedih.
" Maaf la... aku dadaku sesak kamu meluk aku..." seru Yufika jujur.
" Iya tapi gak harus kuat gitu kamu dorong aku..." sahut Mikhayla.
" Oh ya ampun maafin aku Mikhayla..." seru Yufika sambil menolong Mikhayla yang terduduk di lantai.
" Maaf ya... aku gak sengaja... janji deh ini terakhir kalinya aku gini .." seru Yufika merasa bersalah.
" Dengan jahilnya Mikhayla berpikir .."
" Aha... kayaknya Yufika merasa bersalah nih aku manfaatin aja deh ah.." gumam Mikhayla dalam hatinya
" Mikhayla pun cemberut dan menepis tangan Yufika."
" Mik... maaf ya...sini deh aku bantuin berdiri..." sahut Yufika sambil membantu Mikhayla berdiri.
" Mik maaf ya... kamu mau kan maafin aku..." seru Yufika.
" Hmmmm aku maafin tapi ada syaratnya." sahut Mikhayla
" Apaan syaratnya..." tanya Yufika.
" Kamu janji akan penuhin syarat dari aku." sahut Mikhayla
__ADS_1
" Iya asalkan kamu maafin aku." sahut Yufika.
" Kamu harus selalu tersenyum sama kita-kita kamu gak boleh dingin-dingin gitu ya." sahut Mikhayla sambil tersenyum penuh arti
" Iya aku janji deh" sahut Yufika sambil tersenyum paksa.
" Gitu dong.." sahut Mikhayla sambil tersenyum
" Fik kamu dari mana saja selama seminggu ini...?" tanya Safani.
" Aku..." seru Yufika sambil menunjuk dirinya sendiri dan dianggukan kepala okeh Safani.
" Aku ikut olimpiade sains kok Fan..." sahut Yufika sambil menatap Safani.
" Wah gitu selamat ya..." sahut keempat orang itu bersamaan.
" Ah iya makasih." sahut Yufika.
" Hmmm boleh deh." sahut yang lain.
" Hmmm kayaknya aku gak bisa deh aku ada janji sama Zahra , putri dan Liza hari ini." sahut Yufika..
" Yaudah gak apa-apa lah lain kali saja." sahut Safani.
" Jadi kamu kamu gak mau nih ikut kita" sahut Mikhayla.
" Maaf ya mik aku gak bisa... aku dah janji sama mereka lain kali saja ya.." sahut Yufika.
" Iya deh..." sahut Mikhayla cemberut
__ADS_1
" Jangan cemberut dong mik... nantik jelek loh...hahahhaha." sahut Yufika lu tertawa.
" Oh ya ampun mukjizat apa ini Yufika tertawa..." ledek Safani.
" Apaan sih..." sahut Yufika tersenyum salah tingkah
" Cihahahaha bisa salah tingkah pula dirimu Fik." sahut Sindi.
" Eh kek ada suara tapi siapa ya..." seru Yufika mengabaikan Sindi
" Ish kok gue di kacangin sih.. " sahut Sindi cemberut lalu berjalan meninggalkan ke empat sahabatnya yang sedang menertawakannya... Yufika pun merasa bersalah dan mengejar Sindi.
" Hei...hei... jangan cemberut dong nantik cantiknya hilang loh." sahut Yufika yang telah menyusul Sindi di kantin
" Siapa yang jelek ..!!! gini-gini saya cantik dan mempesona." sahut Sindi santai.
" Hmmmm baiklah nona..." sahut Yufika pasrah.
Setelah yang lain menyusul kedua sahabatnya di kantin pun sampai.
" Wehehehehe ada yang ngambek nih..." ledek Safani.
" Gue gak nyangka lo Sin lo ternyata bisa ngambek juga lo." sahut Mikhayla.
" Ehei gini-gini gue juga manusia juga nona..." sahut Sindi kesel.
" Sudah-sudah jangan buat Sindi marah dan cemberut nantik dia ngamuk bisa-bisa kantin ini hancur sama dia lo." seru Yufika seraya meledek.
" Wahahahhhaa..." ketiga temannya yang lain pun tertawa kecuali Sindi dia kesel di buat teman-temannya tapi setidaknya dia sedikit bahagia... bahagia karna melihat kembali sahabatnya Yufika itu bisa hangat kepada yang mereka walaupun dengan yang lain dia akan bersikap datar. dia sangat bahagia "
__ADS_1
" Aku bahagia lihat kamu kembali tersenyum seperti itu aku harap kamu tak akan pernah BERUBAH" sahut Sindi dalam lubuk hatinya terdalam
🌺🌺🌺🌺 BERSAMBUNG 🌺🌺🌺🌺