
Setelah menunggu saru jam kemudian akhirnya Yufika sadar, setelah di larikan sari rumah , Yufika dalam keadaan tidak sadarkan diri,
Keluarga pun langsung masuk dan meluhat keadaan sang anak.
" Nak kamu gimana ?? " tanya papa Hardi khawatir
" Aku dimana pah mah ? " tanya Yufika dengan suara seraknya.
" Kamu di rumah sakit nak " seru mama lembut.
" Hm... maaf ya pah mah, bang , fika jadi ngerepotin kalian, " seru Yufika sendu.
" Kamu gak boleh bicara begitu nak " seru papa Hardi lada putri bungsunya.
yulina tak tahan berada di dalam sana, apa lagi mengingat kata kata dokter yang menyatakan sang adik memiliki penyakit leukemia
Dia tak tahan akhirnya di keluar dari ruangan.
Tak lama dari itu dia berpapasan dengan dokter Reza ya g saat itu ingin masuk dengan membawa sebuah amplop coklat, akhirnya yulina mengurungkan niat nya untuk keluar, dia ingin tau apa hasil pemeriksaan dokter itu.
" Pah buk, bisa ikut keruangan saya sebentar " seru dokter Reza
" Baik lah dokter " seru papa Hardi dan mengikuti dokter Reza masuk kedalam ruangannya.
Yifika merasakan sakit kepala yang begitu berat
" Akh hmmmm " gumam Yufika pelan.
__ADS_1
" Kenapa Yufika ? " tanya Yulina..
" Gak apa-apa kok " bohong Yufika.
" Kamu menahan sakit fik, kenapa kamu gak jujur sama kami fik " gumam Yulina dalam hati sedih
" Dek apa yng sakit dek ? " tanya Yohanda.
" Gak apa-apa bang hanya tubuhku panas begini " seru Yufika jujur
" Iya kamu demam dek " seru Yefandra.
" Hmmmm" dehem Yufika dan suasana kembali hening.
* Di ruang dokter Reza *
" Benar pak anak bapak mengalami penyakit leukemia ! " jelas dokter Reza seketika dunia kesua paruh baya itu hancur.
" Namun, disini saya melihat ada satu kabar baiknya pak buk " seru dokter Reza
" Apa itu dokter ? " tanya mama Milania
" Sepertinya anak bapak ini sudah lebih dulu tau, dan dia sudah menangani msalah ini dengan sangat baik, dan buktinya sudah mulai mengurang penyakit ini, jika dia melakukan pemeriksaan selanjutnya maka anak bapak dan ibuk di padtika sembuh, jika tidak maka penyakitnya akan kembali " jelas dokter Reza membuat kedua paruh baya itu bersyukur dan juga was was.
" Dokter pemeriksaan apa yang harus di jalani oleh putri saya dokter " tanya papa Hardi
"mungkin dengan ct scan atau csra lainnya , jika tau lebi lanjut nua bisa temui dokter Harga sebagai dokter yang menangani masalah ini " jelas dokter Reza lalu kedua paruh baya itu pun paham
__ADS_1
" Baik lah dokter terimakasih atas informasi nya " seru papa Hardi
" Sama -sama pak buk " seru dokter Reza
" Kalau begitu kami permisi " pamit kedua paruh baya itu
" Iya pak buk, nantik anak bapak saya pindahkan " seru dokter Reza
" Baik dokter " seru papa Hardi lalu keduanya kembali keruangan Yufika.
Saat keduanya masuk kedalam ruangan Yufika, mereka melihat Yufika sedang melamun,
Mama yang melihat Yufika sesnag melamun pun mendekat ke arahnya.
" Kamu kenapa ? " tanya mama Milania.
" Mama dan papa pasti tau sesuatu kan " seru Yufika membuat yang lainnya langsung menoleh ke arahnya.
" Iya papa dan mama , sudah tau semuanya , kenapa nak, kenapa kamu gak kasih tau masalah kamu sama kami, apa kamu gak anggap kami ini orang tua kamu nama " seru papa Hardi dengan lembut namun terdengar tegas.
" Maafin Yufika pah " seru Yufika dengan nada lirihnya,
" Pah bagaimana hasilnya " seru Yohanda.
" Nantik papa jelasin biar adik kamu di pidahin dulu " seru papa Hardi sambil mendekat ke arah sang anak, namun tak lama suster masuk dan ingin memindahkan Yufika keruangan perawatannya.
...🏵🏵🏵🏵 BERSAMBUNG 🏵🏵🏵🏵...
__ADS_1