
Tak lama seorang guru memasuki kelas mereka dan memulai pelajaran terakhir mereka...
Setelah beberapa menit akhirnya bel pulang berbunyi...
Saat Yufika sedang merapikan buku-bukunya seseorang mendekat ke arah meja Rahayu dan Yufika.
" Yufika bisa bicara sebentar...." seru seorang gadis itu sambil menatap sendu ke arah Yufika.
Yufika menatapnya sekilas lalu menatap Safani yang berada di belakang Sindi...
Safani yang mengerti dengan tatapan yufika pun akhirnya membantu Yufika.
" Soryy ya .. gue sama Yufika ada urusan jadi lo kalau bicara gak penting penting banget di tunda dulu deh...karna urusan gue sama Yufika sangat sangat penting... yuk fik kita pulang..." ajak Safani sambil menarik pergelangan tangan Yufika lalu keduanya keluar dan diikuti oleh ketiga sahabatnya...
" Woi..." teriak Sindi saat kedua sahabatnya itu menjauh.
" Apaannn..." sahut Safani sambil menghentikan langkahnya.
" Kalian berdua ada kepentingan apaannn...?" tanya Sindi
" KEPO lo..." seru Safani lalu dia kembali melanjutkan jalannya menuju parkiran... Namun saat di parkiran kelima sahabat itu bertemu dengan Yulina dan ketiga sahabatnya.
" Lin gue pinjem Yufika ya... gue ada urusan sama dia... " seru Safani sambil menatap Yulina
yulina menatap sebentar ke arah Yufika dan gadis itu mengedipkan matanya...lalu....
__ADS_1
" Iya gue bolehin tapi ingat ya... lo harus anterin adek gue ke rah dengan selamat tanpa kurang satupun..." seru Yulina
" Iye iye... bawel lu kek emak-emak..." seru Safani sbil menyalakan motornya.
" Yaudah gue pergi duluan lo jaga diri lo baik baik... kalai dia buat lo sakit hati lagi kasih tau gue..." bisik yulina pada yufika.
" Iya iya " sahut Yufika.
Lalu Yulina pun pulang bersama ketiga sahabatnya.
Sedangkan Yufika bersama Safani...
kelima sahabat itu pun sebentar saling ngobrol.
" Iya yu gue pasti baik-baik bawah fika kok dah kelian tenang saja jangan khawatir.. okr... gie pamit dulu lo jangan khawatir gitu lah .." seru Safani pada Rahayu
" Awas aja lo ya kalau yufika kenapa-kenapa..." seru Rahayu kepada Safani ...
" Iye -iye... bawel lo yaudah gue sama fika pamit dulu bye....🖐..." seru Safani sambil melambaikan tangan ya di udara.
" Lalu tinggallah ketiga sahabat itu dan ketiganya saling pandang.
" Guys kalian lihat gak Safani kek posesif gitu ya sama Yufika... sebenarnya apa yang sedang mereka sembunyikan..." seru Rahayu.
" Gue curiga pasti mereka lagi nyembunyiin sesuatu dari kita..." seru Mikhayla.
__ADS_1
" Udahlah positif thingking saja... kalau memang ada yang mereka sembunyikan pasti itu yang terbaik buat mereka..." seru Sindi menengahi.
" Emang lo gak penasaran sama keduanya..." seru Mikhayla
" Gue penasaran tapi sudah lah...gue gak mau mikirin itu dulu..." seru Sindi sambil menaiki motornya...
Di tempat lain.... Yufika dan Safani sedang perjalanamenuju rumah sakit.
" Fan ini gak berlebihan apa harus kerumah sakit segalah..." seru Yufika
" Iya harus lah..." seru Safani.
" Huuuuif...." Yufika menghela nafasnya.
" Fik gue lakukan ini biat lo juga gue gak mau lo kenapa-kenapa... fik karna gue punya trauma diasa lalu fik... teman gue bilang dia mimisan biasa... tapi setelah hampir setahun dia ngalamin begituan fik ternyata....-" seru Safani yang tak kuasa melanjutkan perkataannya dia takut apa yang dipikir kan olehnya kejadian sama sahabatnya..
Yufika pun mengerti dengan keadaan Safani dan dia pun akhirnya terdiam
" Maafin aku ya fan aku gak tau masa lalu kamu yang kehilangan sahabat terbaik kamu..." seru Yufika sambil mengelus punggung sahabatnya itu..
" Iya fik lo harus mau di periksa..." seru Safani tegas
" Iya iya aku mau kok...tapi apapun hasilnya cukup kamu yang tau ya..." seru Yufika dan dianggukan kepala oleh Safani pelan
🌾🌾🌾🌾 BERSAMBUNG 🌾🌾🌾🌾
__ADS_1