
Setelah kedua orang tua Naura keluar dari ruangan Yufika ... keduanya masuk ke ruangan putrinya...
Lalu menatap putrinya yang sedang tertidur...
" Pah... kasihan ya .. nak fika..." sahut mamanya Naura sontak saja Naura terbangun mendengar nama Yufika di sebut oleh mamanya.
Namun dia enggan membuka matanya.
" Iya mah... kasihan sekali...siapa ya yang membuat nak fika seperti itu..." seru papa Naura.
" Itulah pah..... apa kita urungkan saja memasukan Naura disitu ya pah..." seru mama Naura.
" Jangan mah... kita harus tetap masukan Naura di situ... karna dengan begitu kita tau siapa orang yang berbuat jahat kepada nak Fika...dengan Naura yang yang harus bersikap jahat ketemannya..." seru papa Naura.
" Pah...apa itu gak keterlaluan pah..." seru mamanya Naura
" Enggak mah.." seru papa Naura
" Sudahlah ...semoga nak fika cepat sembuh..." sahut mama Naura
* Di tempat Lain *
Risha pulang kerumah dengan lesu dan sendu... dia sedih dan sakit melihat Yufika terbaring lemah...dia gak sanggup harus kehilangan sahabat... dia sudah nyaman berteman dengan si kutub es itu...
Risha masuk ke dalam.mansion dengan langkah yang begitu pelan dan gontai.
Mamanya yang melihat perubahan di wajah putrinya... jadi bertanya-tanya...
" Ada apa dengan putriku kenapa dia sepertinya sedih...begitu..." gumam tante Friska.
Lalu tante Friska mendekati sang putri...
" Sayang.. kamu kenapa sedihh begitu sih nakmmm" seru mama Risha...
Risha langsung memeluk mamanya dan terisak dalam pelukan sang mama.
" Ma....aku gak mau kehilangan sahabat lagi mah... aku gak mau...hiks...hiks...hikss... mah...aku gak mau kehilangan dia mah... aku dah nyaman berteman dengan si kutub es mah..." seru Risha terisak dalam pelukan mamanya.
__ADS_1
" Sayang tenangin dulu dirimu nak... si kutub siapa kamu maksud... dan siapa yang meninggalkan kamu...kenapa kamu sesedih ini biasanya juga kami cuek...apa Yufika meninggalkan kamu nak..." seru mama Risha.
" Iya mah... dia ninggalin Risha...-" seru Risha terhenti...
" Kok bisa apa kamu lakukan kesalahan nak sama nak fika..." seru mama Risha
" Enggak mah..." sahut Risha.
" Lali kenapa nak fika bisa ninggalin kamu..." tanya mama Risha...
" Dia...dia... pingsan mah di gudang sekolah mah..." seru Risha terisak membuat mamanua kaget.
" Kok bisa..." tanya mama Risha
" Sepertinya fika habis berdebat dengan Safani teman sekelas Risha mah... " seru Risha menjelaskan dari awal dia melihat Safani mengajak Yufika keluar kelas hingga Safani datang sendiri kedalam.kelas.
" Jadi gitu...terus keluarganya sudah tau masalah ini..." seru mama Risha dan Risha menggelengkan kepalanya.
" Enggak mah... aku takut cerita kalau nantik Yufika di pindahin sekolah mah aku gak mau...kehilangan dia mah.." jelas Risha pada sang mama.
" Sudah lah kita doakan saja jika Yufika pasti sembuh kok...ya..." seru mama Risha menenangkan hati putri nya itu
" Sindi sedari tadi dia gelisah entah apa yang sedang dia pikirkan namun saat ini pikirannya tertuju kepada Yufika... namun entah kenapa fieasatnya tak enak... itulah yang di rasakan oleh Sindi..."
" Kok dari tadi gue gak tenang gini ya .. fika kemana...ya...apa dia pulang lebih dulu..." seru Sindi sambil berpikir.
Tak lama dering telfon membuyarkan lamunan nya Sindi.
dia raihnya handphone miliknya dan dia lihat siapa yang menelfonnya...
๐ " Iya Mikhayla ada apa...?" tanya Sindi.
๐ " Lo udah ada kabar belum dari Yufika." tanya Mikhayla
๐ " Belum ...." seru Sindi
๐ " Huuuf gue juga...khawatir ini gue..." seru Mikhayla lalu dia pun berjalan sambil menghela nafasnya kasar.
__ADS_1
๐ " Ekh Mik... lo mencurigai sesuatu gak...?" tanya Sindi
๐ " Maksud lo apaaan gue kagak ngerti woi..." seru Mikhayla
๐ " Gue curiga sama Safani...." seru Sindi
๐ " Curiga kenapa...?" tanya Mikhayla.
๐ " Keknya terjadi sesuatu antara dia dan Yufika..." seru Sindi
๐ " Udahlah gak usah curiga gitu. " seru Mikhayla positif thingking.
๐ " Kalau gue tau terjadi sesuatu antara Safani dan Yufika gua gak akan maafin kedua-duanya .." seru Sindi tegas lalu mematikan sepihak sambungan telfon nya.
Setelah itu Sindi pun langsung masuki kamar mandi untuk menyegarkan hatinya.
* Di rumah sakit *
Seorang dokter baru keluar dari ruangan Yufika sambil menghela nafasnya kasar.
" Dokter bagaimana keadaan anak saya..." seru mamanya Yufika.
" Masih sama seperti tadi buk belum ada tanda-tanda dia tersadar. " seru dokter yang memeriksa keadaan Yufika.
Kedua orang tua Yufika pun menghela nafas kasar..
Mereka sedih dengan apa yang terjadi... sedih tidak bisa melihat anaknya terbaring lemah.
Setelah kepergian dokter mamanya Yufika pun sedih dan itu membuat Yulina merasa bersalah karna tak bisaenjaga sang adik...
Yulina khawatir dengan keadaan Yufika
" Fik...bangun fik aku mau tau siapa yang sudah buat kamu shock begini fikkkk kasih tau aku... karna ketiga sahabatmu membungkam mulut mereka untuk tidak bicara katakan fika...siapa....?" seru Yulina sedikit berteriak.
" Udahlah nak... jangan begitu walaupun Yufika dalam keadaan begini tetapi dia masih bisa mendengar kita di alam bawah sadarnya nak..." seru papa Hardi.
Yulina pun menurut...dia pun agak sedikit menjauh dari ranjang sang adik....
__ADS_1
" Pah mah...aku pulang dulu..." sahut Yulina dan dianggukan kepala oleh kedua orang tuanya.
๐ท๐ท๐ท๐ท BERSAMBUNG ๐ท๐ท๐ท๐ท