
Setelah dari kantin Yufika dan ketiga sahabatnya berpisah dan menuju kelas masing-masing... namun saat melewati kelasnya Ranti... gadis itu memanggil yufika.
" Yufika..." teriak Ranti dari dalam kelas saat melihat Yufika dari jendela kaca.
Yufika pun menghentikan langkahnya telat didepan pintu kelasnya Ranti
" Ya Ranti ada apa....?" tanya Yufika seraya menatap gadis itu.
" Hmmm kamu jadi kan mencalonkan diri menjadi anggota OSIS..." tanya Ranti
Yufika terdiam sesaat lalu...
" Hmmmm aku masih memikirkannya Ranti..." seru Yufika sambil menatap Ranti.
" Hmmm baiklah kalau begitu ..." seru Ranti lesu.
" Yaudah aku ke kelas dulu ya..." seru Yufika dan dibalas anggukan kepala oleh Ranti... setelah Yufika meninggalkan kelas Ranti...sesaat Ranti berpikir.
" Kenapa ya Yufika sejak tadi aku perhatikan seperti ada yanv mengganggu pikirannya..." gumam Ranti dalam hatinya.
Yufika berjalan menuju kelasnya dan langsung duduk di kursinya...
Sedari Yufika masuk kelas sepasang mata memperhatikan Yufika ya dia adalah Risha... sudah seminggu lamanya Yufika tak pernah bertegur sapa dengan Risha... saat Yulina dan Risha pergi pulang sekolah bersama Yufika tak lagi pergi bersamanya... itu lah yang membuat Risha bertanya kepada Yulina dan kembaran Yufika itu selalu menjawab dia pun tidak mengetahui apa yang sedang terjadi kepada saudarinya itu.
risha memperhatikan Yufika dengan sendu....
" Sebenarnya kamu kenapa Yufika... kamu berubah sejak pulang dari jakarta.... ada apa dengan mu Yufika .." gumam Risha dalam hati sambil memperhatikan Yufika.
Tak lama keempat sahabat yufika memasuki kelas ... Mikhayla mencoba menyapa Yufika dan tersenyum
" Hai Yufika...." sapa Mikhayla namun tak ada jawaban sama sekali dari si gunung ea itu namun berbeda dengan Sindi...
" Yufika... jangan diam gitu napa ... jawab kek sapaan teman... masak diam aja sih..." seru Sindi sambil menatap Yufika sekilas Yufika melihat Sindi yang kesel padanya lalu dia tersenyum kecil pada Sindi.
" Wah anugrah... seminggu aku tak melihat senyummu... tiba-tiba kamu tersenyum... akh... diabetes aku kalau lihat senyummu itu..." seru Sindi sambil duduk di kursi Rahayu... sedangkan Rahayu duduk di kursi milik Sindi.
" Ya kalau kamu diabetes... tinggal kerumah sakit aja susah amat sih..." seru Yufika membuat Sindi semakin gencar bertanya
" Ya kalau aku diabetes terus masuk rumah sakit nantik yang biayain rumah sakit aku siapa... emang kamu mau biayain pengobatan ku..." seru Sindi
" Ya mau lah... tinggal ngumpulin daun aja susah gampang kasihin tu kedokter..." seru Yufika sekilas mengundang gelak tawa yang lain.
__ADS_1
" Hahahhahaha mana bisa Yufika kamu mah ngada ngada saja kalau ngemeng ya..." seru Sindi.
" Huuuuuuuffffd au ah gelap..." seru Yufika sambil mengeluarkan bukunya...
" Loh kok gelap ini kan masih siang lo... fik.." seru Sindi
" Udah ih kamu cerewet sekali ya jadi orang nantik aku buat kamu diam baru tempe rasa kamu..." seru Yufika membuat Sindi mengerutkan dahinya.
" Haaaaa... tempe rasa..." cengoh Sindi
" Iya tempe rasa..." seru Yufika mengulang katanya.
" Hahahhaha tahu rasa dasar kamu ya...hahahahaha..." seru Sindi merapat kata-kata Yufika lalu tertawa renyah.
" Aku duduk sini ya aku mau curhat sama kamu lobeh..." seru Sindi membalikkan kata boleh jadi lobeh.
" Iya boleh..." seru Yufika.
" Emang kamu mau curhat apaan..?" sambung Yufika.
" Hmmm bukan curhat sih tapi lebih tepatnya aku bertanya... boleh gak.." seru Sindi
" Hehehehe... iya kan itu dulu... karna aku gak tau kalau kami itu mood nya kadang baek kadang buruk amat...ya takut lah aku kalau bertanya..." seru Sindi
" Hmmmmm" dehem Yufika.
" Bisa kan aku nanya kekamu..." seru Sindi
" Iya iya bisa apaan..." seru Yufika.
" Kamu lebih milih sahabat posesif... apa sahabat yang biasa saja..." seru Sindi seketika Yufika menatapnya lalu dia sejenak berpikir.
" Hmmmm biasa saja tapi lebih ke terbukaaan deh... " seru Yufika jujur.
" Keterbukaan maksudnya gimana fik..." seru Sindi namun saat Yufika ingin menjawab guru pun masuk ke dalam kelas...
Saat jam pula h sekolah Yufika sekilas menoleh ke arah Risha... namun Risha tak menyadari jika Yufika sedang menatapnya... Lalu Yufika pun keluar dari kelas dan berjalan menuruni anak tangga... saat sampai di anak tangga terakhir dia melihat Yulina...
" Fika..." teriak Yulina.
" Ya..." sahut Yufika singkat sambil menatap saudarinya itu
__ADS_1
" Kok sendiri Risha mana....?" tanya yulinapada Yufika.
" Hmmmmm masih diatas... kamu pulang bareng dia ya aku harus ke THE FIK RESTO & CAFFE..." seru Yufika dan dianggukan kepala oleh Yulina.
Lalu Yufika pun pergi ... Sindi yang melihat Yufika terburu- buru pun menyusulnya dan meninggalkan ketiga sahabatnya.
Yufika tidak langsung pergi ke THE FIK RESTO & CAFFE tapi dia singgah ke sebuah taman dia menenangkan hati dan pikirannya terlebih dahulu.
" Aku kehilangan smangat... untuk bisa bangkit sebenarnya aku ingin sekali menjadi anggota OSIS...tapi aku gak mau membuat ketiga sahabatku sedih dan kecewa dengan keputusan yang aku ambil nantinya... akhhh aku harus apa...satu sisi aku pengen... hmmm satu sisi lagi aku gak bisa buat Naura... Saeina dan Mitha kecewa... mereka selalu ada buat aku saat² sedih dan dukaku..." gumam Yufika pelan namun masih dapat didengar oleh seseorang yang sejak tadi membuntutinya.. yang tak lin Sindi... sejak keluar dari kelas Sindi mulai mengikutinya...
" Apa aku tak berarti bagimu fik... kamu hanya memikirkan perasaan ketiga sahabat kamu itu saja... apa aku dan yang lain tak berarti bagi mu..." gumam Sindi pelan dan masih menatap Yufika dari jarak yang tak begitu jauh....
Yufika yang sejak tadi melamun tiba-tiba kaget saat mendengar suara dering handphonenya.
Lalu dia meraih hpnya dan menatap layar handphonenya tersebut
" Hmmmm Naura..." gumam Yufika sambil menatap layar hpnya dan menggeser ikon hijau.
📱 " Hallo ada Naura...?" tanya Yufika saat telfon sudah tersambung
📱" Hallo fik kamu dimana...?" tanya Naura di sebrang telfon.
📱 " Aku sedang di sebuah taman ...." seru Yufika jujur
📱 " Ngapain kamu di taman..." seru Naura.
📱 " Lagi shoping ra..." sahut Yufika seraya bercanda.
Terdengar suara tawa dari sebrang telfon.....
📱 " Hahahaha shoping ... kok di taman yang benar saja lah fika.." seru Naura seraya tertawa.
📱 " Lah iya aku serius kok..." sahut Yufika santai.
📱 " Udah ah canda nya... sekarang kamu temuin kita di THE FIK RESTO & CAFFE sekarang .." seru Naura lalu mematikan sepihak sambungan telfonnya. mbuat Yufika menggerutu kesel.
" Huuuuuufff kebiasaan nih bocah... orang belum kelar ngomong juga dia amtiin sambungannya " seru Yufika sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah motornya.
Sindi pun yang tadi sudah memperhatikan Yufika kembali mengikuti gadis itu lagi....
🌹🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹🌹
__ADS_1