
Namun saat Yufika ingin merebehakan dirinya di atas ranjangnya terdengar suara seperti orang terjatuh.
" BRUAKKKK DUAAARRRR " suara seseorang terjatuh di luaran
~//~//~//~//~
Yufika yang mendengar suara tersebut dia segera keluar kamarnya dan memasuki kamar saudari kembarnya itu dengan khawatir.
" Lina kamu gak apa-apa..." tanya Yufika saat masuk kedalam kamarnya Yulina.
" Hehehe iya Fik aku gak apa-apa hanya saja aku ingin ke kamar mandi dan aku terjatuh dan sedikit memar sih... " seru Yulina sambil memperlihatkan keningnya yang luka.
" Ya ampun sini biar aku bantu obatin..." seru Yufika sambil mengambil alihkan kotak obat tersebut dari tangan Yulina.
" Makasih saudariku..." seru Yulina sambil tersenyum.
" Hmmmmm" dehem Yufika.
Lalu Yufika mengobati luka di kening Yulina.
" Beres...." seru Yufika saat selesai mengobati luka lina.
" Lain kali hati-hati jangan ceroboh... ingat... kalau butuh sesuatu katakan saja... jangan sungkan..
kita SAUDARI... " seru Yufika sambil menenkankan kata saudari lalu keluar dengan muka datarnya.
Yulina yang melihat itu lalu berseru dan berteriak kecil.
" Fika... jangan datar gitu atuh mukanya... jelek tau..." seru Yulina sambil berdiri dan berjalan mengikuti Yufika menuju kamar saudari nya itu
Sesampai di kamarnya Yufika dia duduk di ujung ranjang adiknya itu.
" Fik... kamu kenapa datar gitu sih mukanya... senyum dikit kek... " seru Yulina.
Lalu Yufika tersenyum
" Sudah sana kamu tidur gih gak usah banyak ngomong kamu..." seru Yufika.
" Iya iya... aku kekamar dulu... bye.." seru Yulina sambil berdiri dan keluar dari kamar milik Yufika.
Yulina pun pergi ke kamar nya....
Namun saat dia menaiki ranjangnya terdengar suara notifikasi di handphonenya... Yulina meraih hpny dan membuka pesan
Ternyata itu pesan grup dari ketiga sahabatnya.
" Wah grup pesan nih.. Raisa... Intan dan Indah..." seru Yulina sambil membuka pesan grup tersebut.
* PESAN GRUP FOUR GILRS *
Raisa : 📩 Wahai para penghuni grup keluar lah.....
Intan : 📩Apaaaannnn woi sa
Indah : 📩 Woi sa lo bawah berita apaaannn
Raisa : 📩 Gue bawah kabar gembira woi...
__ADS_1
Indah :📩 Kabar gembira apaan...??
Raisa : 📩 Kabar gembira nya adalah besok kita di traktir sama YULINA ...
Indah : 📩 Seriusan
Intan : 📩 Seriusan.... pesan keduanya bersamaan
Yulina yang membaca pesan terakhir dari Raisa pun langsung berkomentar di grup
Yulina : 📩 Iya tapi setelah ambil makanan kalian masing-masing BS BS ya...
Raisa : 📩 Gak bisa gitu dong lo harus bayar lah.
Yufika : 📩 Terserah... Yufika tak membalas lagi pesan itu
* Keesokan Harinya *
Yufika melihat Yulina dengan wajah cemberut lalu bertanya...
" Kamu kenapa...?" tanya Yufika pada saudarinya itu.
" Gak apa-apa...!!!" seru Yufika santai.
" Kamu yakin gak apa-apa" seru Yufika.
" Hmmmmmm" dehem Yulina lesu.
" Lesu amat kamu... kek gak makan setahun aja..." seru Yufika sambil mengambil kunci motornya lalu berpamitan kepada kedua orang tuanya
Lalu Yufika menyalakan motornya... Namun sebelum dia benar-benar berangkat dia melihat ke arah Yulina...
" Iya aku gak apa-apa..." sahut Yulina.
" Lin gue tau loh ya kalau kamu itu ada yang dipikirin emangnya apa yang kamu pikirin sih..." seru Yufika.
" Itu anak-anak mintak di traktir sama aku..." seru yulina membuat Yufika tertawa.
" Lah kenapa kamu tertawa sih...' seru Yulina
" Iya habisnya kamu ada - ada aja deh kalau mereka mintak traktir ya tinggal bayar kek apa kek... gitu" seru Yufika santai.
" Masalahnya uang jajan ku kan untuk minggu depan lagi...." seru Yulina.
" Udah ih entar dipikirin kita berangkat dulu " seru Yufika lalu kembali menyalakan motornya
" Fik aku nebeng ya sama kamu..." seru Yulina dan dianggukan kepala oleh Yufika.
Lalu keduanya pun berangkat sekolah bersamaan.
Sesampai di sekolah Raisa Indah dan Intan melihat kedatangan kedua saudara kembar itu pun bahagia... ketiganya bahagia saat melihat Yufika...
" Yufika... kamu udah kembali sekolah..." tanya Intan.
" Udah... maaf saya lupa hm.m siapa ya..." seru Yufika pura-pura amnesia.
" Lah Lin kok fika gak ingat sama aku.." seru Intan pada Yulina.
__ADS_1
Yulina pun menatap saudarinya itu lalu dia pun mengangkat kedua bahunya tanda dia tak tau apa-apa...
" Aku gak tau..." seru Yulina singkat
" Kalau gue lo ingat gak siapa gue..." seru Raisa.
' Hmmmmmmmm..... enggak.." seru Yufika bohong.
" Fik... gak baik loh kalau bohong..." seru Indah
" Ehehheehehe tau ajah... yaudah aku masuk duluan ya... Indah... Intan... hm...mmm Raisa... bye... lin Aku duluan..." seru Yufika lalu pergi meninggalkan keempat sahabat itu
Lalu Yufika berjalan masuk kedalam gedung sekolah dan langsung menuju kelasnya .....
Saat Yufika tengah berjalan dia melihat Zahra keluar menuju taman sesaat Yufika terdiam di tempatnya....
Lalu dia pun berjalan mengikuti langkah kaki sahabat nya itu menuju taman
Sekilas Yufika bersembunyi dan mendengar Penuturan Zahra...
* Di taman *
Setelah Zahra keluar dari ruang administrasi dia sedih dan bingung harus bayar uang spp yang menunggak... lalu dia pu. berlari ke arah taman dan menumpahkan segala kesedihannya.
" Hiks...hiks...hiks... aku harus bagaimana uang darimana aku dapat untuk bayar uang spp aku gak punya... gimana ini hiks. hiks...hiks...papa sakit mama kerja di rumah-rumah tetangga . " seru Zahra sendu
Yufika mendengar keluhan Zahra akhirnya dia mengerti apa yang sedang dipikirkan Zahra.... Lalu dia pun pergi meninggalkan Zahra yang membutuhkan waktu untuk sendirian dan Yufika langsung menuju kelasnya.
Sesampai di kelas dia mencek tabungannya ternyata cukup untuk bayar spp Zahra....
Sesaat dia berpikir jika dia berika secara langsung pasti Zahra akan menolaknya lebih baik dia sendiri yang menemui guru BP...
Tak lama keempat sahabat Yufika terlihat....
" Pagi Yufika...." sapa keempatnya bersamaan.
" Pagi juga..." seru Yufika sambil tersenyum
" Lagi ngapain....?" tanya Rahayu
" Gak ngapa-napain kok cuman cek grup aja..." seru Yufika bohong. lalu dia memasukan hpnya kedalam saku bajunya.
" Eh Fik... udah sarapan belummm..." tanya Safani.
" Udah Fan..." seru Yufika sambil menatap fani.
" Oh yaudah kalau gitu gue ke kantin ya... kalian ikut gak.." seru Safani pada yang lain.
" Boleh deh..." sahut ya.g lainnya bersamaan... lalu Yufika dan yang lain ikut ke kantin bersama Safani.
Sesampai di kantin Yufika melihat Nurhaliza... Putri dan Zahra yang berada di kantin pandangan fika tertuju ke arah Zahra yang sedang membaca buku...
dia pun lalu menatap keempat sahabat nya itu lalu duduk sambil sesekali dia melihat ke arah Zahra.
" Dia terlihat bahagia ketika bersama sahabatnya tapi akan sedih jika dia sendirian begitu kan caranya dia menyembunyikan lukanya..." seru Yufika dalam hatinya.
Lalu Yufika pun sesaat terdiam dengan keadaan sekitarnya.
__ADS_1
💐💐💐💐 BERSAMBUNG 💐💐💐💐