
Anindita kaget begitu juga dengan ketiga sahabatnya yang melihat adegan suap suapan tersebut rasanya mereka tak pernah di istimewa kan oleh sahabatnya itu.
" Aaaaa buka mulut kamu " seru Yufika seraya menyodorkan sebuah sendok makan ke arah Anindita?
Dengan ragu dia pun akhirnya menerima suapan dari tangan Yufika.
" Gimana aku gak bohong kan masakan kamu itu enak banget, aku jadi pengen di masakin nasi goreng beginian " seru Yufika.
" Kamu serius " seru Anindita dan dianggukan kepala oleh Yufika.
" Ekheemeeemmmm " tiba-tiba ketiga sahabatnya itu berdehm sambil melewati kedua orang yang sedang bersuap-suapan itu..
Yufika jadi salah tingkah lalu dia pamit ke kepada Anindita untuk kembali ke ruangan nya setelah mengucapkan terimakasih kepada Anindita
Setelah itu dia kembali tersenyum.
" Dugaan ku benar ternyata dia ahli masak juga boleh lah aku ajak dia buat cake pasti dia bisa " gumam Yufika dalam hatinya
Setelah pekerjaan Yufika selesai dia kembali keluar memperhatikan pegawainya yang bekerja , tak lama Yufika mendekat ke arah Anindita.
" Dita " panggil Yufika pada Anindita..
__ADS_1
Dita yang merasa di panggil nama ya langsung menoleh ke sumber suara dan mendekat ke arah Yufika.
" Ya Yufika ada yang bisa aku bantu ? " tanya Anindita seraya menatap wajah Yufika dari dekat.
" Kita buat kue yuk aku lagi pengn buat kue " seru Yufika.
" Boleh , kebetulan di pantry masih ada bahan kue " seru Anindita sambil berjalan ke arah dapur bersama Yufika.
Sesampainya di pantry Yufika menatap ketiga sahabatnya yang baru saja menyelesaikan tugas mereka.
" Selamat sore Yufika ? " sapa Wanda pada Yufika
" Sore menjelang malam Wanda " seru Yufika sambil tersenyum
" Mau buat kue sama dia " seru Yufika sambil menunjuk ke arah Anindita yang sedang mengeluarkan bahan-bahan kue.
" Aku bantu ya , kebetulan aku juga bisa buat cemilan kok " seru Wanda
" Boleh deh " seru Yufika.
Lalu Yufika menatap kedua sahabatnya yang lain
__ADS_1
" Kalian kenapa ? " tanya Yufika pada keduanya.
" Gak apa-apa kok " seru Zahra ketus..
" Hhmmmmmmm sini deh aku bingung kalau dua sahabat ku ini diam aja, gak boleh gitu dong, apa salah ku sampai kalian lek begini diamin aku saja hmmmm " seru Yufika sambil merangkul bahu kedua sahabatnya itu dengan Yufika berada di tengah
" Mereka cemburu mel, kamu lebih akrab sama Dita di banding sahabat kamu itu " celetuk Wanda dengan lantang, membuat Anindita jyga menatap ke arahnya sedangkan kedua sahabatnya itu menatap tajam ke arah Wanda.
Sedangkan Wanda yang di tatap horor begitu oleh kedua sahabatnya hanya menampilkan senyum tanpa dosanya saja.
" Jadi gitu ceritanya, kalian gak boleh cemburu gitu lah, gimana pun kalian itu sahabat aku yang paling baik kok, paling the best paling care masa iya cemburu sama Dita yanv benar saja lah kalian " seru Yufika merayu kedua sahabatnya itu
" Gimana kita gak cemburu sih fik, lo lebih mentingin dia dan meminta bantuannya dia di banding kita, kita kan pengen fik berguna buat lo " seru Zahra
" Haduuu sahabatku yang cantik, kalian itu cukup bantu aku di rumah singgah saja aku dah senang udah ya gak usah cemberut gitu mukanya nantik makin jelekk lo hahahahah " seru Yufika sambil meledek kedua shaabtnya itu sehingga Yufika mendapatkan cubitan mau di kedua tangannya..
" Hohoho sakit " seru Yufika merintis kesakitan.
" Hehehehe sengaja fik lo sih ngeledekin gue " seru Zahra.
" Yaudah yuumk akh aku mau buat kue " seru Yufika
__ADS_1
Lalu ketiganya mendekat ke arah Anindita dan memulain membuat kue ..
...🌳🌳🌳🌳 BERSAMBUNG 🌳🌳🌳🌳...