
Keesokan harinya Yufika bergegas menuju sekolah namun sebelumnya dia berjanji kepada Risha untuk pergi bersama sesampai di rumah Risha....Gadis itu telah menunggu Yufika di depan rumah nya....
" Pagi Risha...." sapa Yufika sbil tersenyum
" Pagi Yufika....gimana lancarkan kesini kamu gak sesatkan...." seru Risha..
" Apaan sih... udah ih naik nantik aku tinggal loh kamu ya..." goda Yufika pada Risha...dan Risha langsung naik ke motor milik Yufika dan mereka langsung menuju sekolah....
Sesampai di sekolah Yufika memarkirkan motornya... lalu saat bersamaan Safani dan Sindi datang dan ikut memarkirkan motor mereka di samping kiri dan kanan Yufika....
Sedangkan Yufika yang sedang merapikan rambutnya dengan segera turun dari motor lalu menyusul Risha untuk menuju kelas.... bari saja ingin masuk terdengar suara memanggil namanya.
" Yufika....." teriak beberapa suara.lalu Yufika menoleh kan wajahnya.
" Mitha...Sarina Naura... kalian... ada apa....?" tanya Yufika.
" Kamu baik-baik saja kan.... gak sakit kan... gak ada yang luka kan..." seru Mitha sambil membolak balikan tubuh Yufika hingga Yufika pusing di buatnya.
" Mitha stop... aku baik-baik saja lah... emangnya kenapa...?" seru yufika kesel.
" Aku khawatir sama kamu fik..." seru Mitha sambil memasang wajah cemberutnya.
Yufika yang melihat perubahan Mitha pun langsung menghiburnya.
" Mit... udah ya... makasih loh ya udah khawatirin aku... makasih banget..." seru Yufika sambil memeluk erat tubuh Mitha.
" Kita gak di peluk nih..." seru Naura.
" Enggak... udah ih masuk bentar lagi bel..." seru Yufika membuat Naura cemberut sedangkan Sarina hanya terkekekh kecil saja
Lalu keempatnya berjalan bersama untuk masuk kelas mereka....
Di parkiran
" Sin.... lo ngerasa ada yang bedah gak sih dari Yufika..." seru Safani.
" Gue gak tau.... dan gak mau tau..." seru Sindi lalu dia berjalan meninggalkan Safani sendirian.
Sesampai di kelas Yufika langsung duduk di samping Rahayu... Namun saat ini ada yang berbeda dari kedua sahabatnya itu .... Yufika mencoba cuek saja namun karna dia sangat penasaran lalu dia bertanya dengan lembut kepada Rahayu.
" Yu kamu baik-baik saja kan..." tanya Yufika lembut lalu menatap Mikhayla sekilas...
" Aku baik-baik saja fik...." seru Rahayu.
" Yu... aku tau kami lagi ada masalah... tapi setidaknya berbagi lah dengan ku atau tidak dengan sahabatmu yang lain... siapa tau kita bisa bantu menyelesaikan masalah kamu... itulah gunanya sahabat...." seru Yufika lembut sambil mengelus pundak Rahayu lembut.
__ADS_1
" Hmmmmm emangnya masih ada yang peduli sama aku..." tanya Rahayu.
" Masih yu... buktinya aku peduli sama kamu makanya aku bertanya kamu ada masalah apa... kalau aku gak peduli mana mau aku. bertanya kepadamu...." seru Yufika.
" Dan kamu juga Mikhayla... kalau ada masalah berbagilah padaku siapa tau aku bisa bantu kalian..." seru Yufika sambil menoleh ke arah belakang menghadap Mikhayla.
" Iya fik... nantik lah sepulang sekolah aku akan cerita kepadamu...." seru Mikhayla dan tak lama Sindi masuk disusul oleh Safani dari belakangnya.
Mikhayla dan Rahayu melihat kedatang kedua sahabatnya pun langsung menatap tajam kearah keduanya. sedangkan Mikhayla dia hanya diam saja.
" Lo kenapa yu...?" tanya Sindi... Yufika pun menoleh le samping nya menatap Rahayu.
Sekilas dia menyentuh lengan Rahayu dan seketika doa tau apa yang menyebabkan Rahayu dan Mikhayla diam kepada Safani dan Sindi.
( DALAM PENGLIHATAN YUFIKA )
***saat itu siang hari sepulang sekolah Mikhayla dan Rahayu sedang berjalan menuju tokoh buku... keduanya sedang asik berjalan namun langkah keduanya terhenti saat melihat Safani dan Sindi....
" Eh yu itu kan Safani sama Sindi ngapain ya mereka...coba deh lo telfon mereka tanyain mereka di mana gitu... biar gue yang telfon Safani...lo telfon Sindo..." seru Mikhayla.
" Oke..." seru Rahayu sambil mengeluarkan handphonenya.
Tak lama telfon pun akhirnya tersambung.
📱 " Hallo Sindi...lo dimana sih .... lo sibuk gak...?" tanya Rahayu sambil masih melihat posisi Sindi dan Safani.
📱 " Oh lo lagi dirumah... hm itu gue mau ngajakin loh sama Safani buat jalan bareng lah..." seru Rahayu yang gak habis pikir dengan kedua sahabatnya.
📱 " Maaf yu gue lagi gak do bolehin keluar rumah sama nyokab gue..." bohong sindi.
Rahayu pun hanya geleng-geleng kepala saja dengan sahabatnya itu.
📱" Oh yaudah kalau gitu... gue kerumah Yufika saja deh... mau belajar bareng dia..." seru Rahayu
📱 " Lo mau ke rumah Yufika... kapan...?" tanya Sindi
📱 " Iya sekarang lah gue ajak Mikhayla aja .... tadinya sih gue mau ngajakin elu sama sama Safani ... tapi kata Mikhayla Safani sibuk... yaudah gue pergi sama mikha aja deh... " seru Rahayu.
📱 " Hmmm gue pengem ikut deh kerumah Yufika..." seru Sindi.
📱 " Lah tafinkan lo bilang lo gak di bolehin keluar rumah sama nyokab lo gimana sih... yaudah kapan-kapan aja deh lo ikut kerumah Yufika... bye.." seru Rahayu kecewa lalu mematikan sepihak telfon nya.
" Mik... keknya... mereka sedang merencanakan sesuatu...." seru Rahayu pada Mikhayla
" Hmmm kita ikutin mereka diam-diam..." seru Mikhayla sambil berjalan ke arah Safani dan Sindi... mereka mendengar obrolan Safani dan sindi.
__ADS_1
" Hmmm tadi Rahayu nelfon gue... dia bilang dia sama Mikhayla mau kerumah Yufika..." seru Sindi pada Safani.
" Sama tadi juga Mikhayla nelfon gue juga kok... ya gue jawab gue sibuk lah... ogah gue kerumah si penghianat itu..." seru Safani.
" Lo kok ngatain Yufika penghianat...?" tanya Sindi
" Gimana gue gak ngatain dia penghianat dia itu memilih -milih teman sok muka datar dan sok dingin sok belagu lagi kesel gue... gue mau buat dia gagal dalam kompetisi pemilihan ketua osis dan anggota osis gue denger dia terpilih jadi kandidat anggota osis...." seru Safani.
" Lo tau semua itu fani..." seru Sindi dan dianggukan kepala oleh Safani.
Kedua orang yang mendengarkan penuturan dari Safani dan Sindi pun di buat kaget dan tak percaya.
" Lalu bagaimana caranya lo buat gagalin Yufika masuk kompetisi osis itu..." tanya Sindi.
" Gue akan teror Yufika sampai dia mundur sendiri dari pemilihan osis tersebut...hahahaha..." seru Safani sambil tertawa renyah... lalu keduanya terdiam sejenak.
Sedangkan Mikhayla dan Rahayu pergi dari tempat tersebut mereka kaget dan tak percaya jadi selama ini ada musuh dalam selimut...
" Gue gak nyangka... akan berteman dengan mereka..." seru Rahayu kecewa.
" Apa lagi gue...yaudah lah kita punya cara untuk gagalin rencana Safani..." seru Mikhayla terlihat kecewa....
Lalu keduanya pun pergi*** .....
( Kembali ke alam sadar Yufika )
" Eh Fik.." seru Rahayu sambil menepuk tangan Yufika yang berada di lengannya dan membuat Yufika kaget ... Rahayu melihat ada cairan bening yang keluar dari mata Yufika lalu dia mengeluarkan selembar tisu dan menyeka air mata Yufika.
" Cantik-cantik kok nangis sih... jelek tau . " ledek Rahayu
Mikhayla pun ikut tertawa mendengar Rahayu meledek Yufika
Yufika pun dia buat cemberut sama kelakuan Rahayu dan membuat Rahayu langsung mencubit gemes pipi kanannya Yufika
" Akh gemes gue ...." seru Rahayu sambil mencubit pipi Yufika sehingga dia melupakan sejenak masalahnya.
" Hahahaha fik lo ngambek..." tanya Mikhayla.
" Enggak..." sahut Yufika ketus..
" Lalu Yufika menoleh ke arah Mikhayla dan dia pun tersenyum ke arah Mikhayla membuat Mikhayla jadi salah tingkah..."
" Fik gak usah senyum gituh napa sih buat gue salting ini..." seru Mikhayla
" Tau ah bodoh..." seru Yufika lalu menatap lurus... dan tak lama guru pun masuk dan memulai pelajarannya.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺 BERSAMBUNG 🌺🌺🌺🌺