
Beberapa hari kemudian.... Yufika... terpilih menjadi calon anggota OSIS .... Namun dia harus bingung karna dia juga sibuk dengan urusan sekolah dan pelajaran nya....ketiga sahabatnya juga selalu menasehatinya...
Seperti Sarina, Mitha dan Naura.mereka selalu menasehati...Yufika dengan kata-kata bijak mereka...
Seperti saat ini keempat sahabat itu sedang berada dinkantin sekolah...
" Fik...lo beneran.... mau jadi anggota osis..." tanya Sarina. dan dianggukan kepala oleh Yufika.
" Fik... lo tau kan... jadi anggota osis akan menyita waktu kamu..." seru Mitha.
" Iya Fik..pikirin lagi lah..." seru Naura.
" Masa lo ngorbanin mata pelajaran lo demi jabatan lo sih..." seru Naura kembali.
" Pikirin lagi Yufika...masa lo gitu sih..." seru Mitha.... dan dianggukan kepala oleh Naura dan Sarina.
" Hmm... aku bingung ini... nama ku sudah terdaftar di kakak kelas kita..." seru Yufika pasrah...
" Iya sudah lah.... terserah lo saja deh... gue juga gak tau..." seru Sarina pada Yufika.
" Fik pikirin lagi lah.... kita juga pengen belajar bareng kamu lah... seperti dulu juga..." seru Naura.
__ADS_1
" Kan kalian punya teman sekelas yang sangat pintar ngapai nanya ke aku masalah begitu paham kan...?!" seru Yufika santai.
" Haaaa... seteman sekelas kita itu cuman baik didepan saja... di belakan menggerutu... gak jelas." seru Sarina.
" Benar tuh apa kata...Sarina..." sahur Mitha dan Naura bersamaan..
" Ih kalian ya... bukannya dukung aku malah ngejatuhin gimana sih..." seru Yufika pura-pura cemberut...
" Fik bukan gitu fik....hmmmm ki...kita gak mauksud ngejatuhin gitu..." seru Sarina panik karna melihat Yufika dengan tatapan datarnya.
" Iya fik maafinn kita .... kita beneran gak maksud gitu kok... " seru Mitha.
" Fik kamu lebih milih jadi anggota OSIS dari pada kita..." seru Naura santai dan dianggukan kepala oleh Yufika...dengan santai.
" Gini ya fik.... aku jamin deh... nanrik kamu da dapat jabatan... kamu pasti lupa waktu sama kita... jangan kita... belajar pun kamu akan lupakan fik..." seru Naura menasehati.
" Hmmmmm...." dehem Yufika.
" Gimana fik... " seru Naura
" Aku gak tau Ra." seru Yufika santai.
__ADS_1
" Hmmmm.... gini deh kamu milih berteman sa kita atau kamu lebih milih jabatan kamu.." seru Naura.
" Fik... jujur aku sama Sarina juga gak setuju kalau kamu mau masuk anggota OSIS fik... " seru Mitha menatap Yufika.
Yufika pun menatap sekilas ke arah Mitha.
" Hmmmm yayayayaya aku tau kalian khawatir sama aku nanrik nilai ku turun....makasih ya... aku senang banget deh... punya sahabat sebaik dan sepengwrtian kek kalian...." seru Yufika.snil merentangkan kedua tangannya..
Lalu keempat sahabat itu pun saling berpelukan. dan bertepatan saat keempat orang itu berpelukan masuklah.... Safani...Sindi...Mikhayla dan Rahayu kedalam kantin melihat pemandangan itu keempatnya sadar betapa pentingnya PERSAHABATAN dari pada segalanya... dan itu membuat mereka akan bersikap jujur...
" Lihat deh kebahagiaan mereka.... mereka bisa saling terbuka begitu.... andai aja kita seperti itu..." seru Sindi sambil menatap keempat sahabat yang sedang berpelukan itu.
BALIK ke empat sahabat....
" Gue senang banget deh kalau kek gini terus..." seru Mitha.
" Iya kalu begini kan nyaman rasanya kalau kita saling terbuka...jujur... dan sering bertukar cerita..." seru Naura.
" Nah benar tuh..." seru Sarina.
" Iya deh... kalian bertiga benar... aku mah apa atuh...cuman pasrah aja..." seru Yufika.ketiganya pun hanya tertawa renyah saja.
__ADS_1
dan pemandangan itu pun tak luput dari pandangan keempat sahabat yang dulu pernah dekat dengan Yufika.
🏵🏵🏵🏵 BERSAMBUNG 🏵🏵🏵🏵