
Keesokan harinya Yufika bersiap kesekolah
" Pagi mah... " sapa Yufika.
" Pagi nak... tumben kamu udah rapi-rapi..." seru mama Mia.
" Iya mah.... aku ada urusan bentar mah... yaudah aku duluan ya mah nantik aku makan di sekolah saja bye mah...😘 " seru Yufika sambil mencium punggung tangan mamanya lalu mengecup pipi mamanya.
Yufika pun berangkat kesekolah guna menghindari Yulina dan kedua abangnya
Sesampai di sekolah dia langsung ke kantin dan menikmati nasi goreng di kantin ...
" Wah enak banget ya kamu disini emang gak sarapan di rumah..." seru seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Yufika.
" Eh Ranti... apa kabar kamu..." seru Yufika senang saat melihat Ranti.
" Aku baik fik... senang deh bisa ketemu kamu lagi..." seru Ranti pada Yufika.
" aiya ih... kemana saja menghilang..." tanya Yufika..
" Aku pulang kampung fik..." seru Ranti..
" Oh gitu..." seru Yufika lalu melanjutkan makannya.
" Kamu gak sarapan di rumah?" tanya Ranti pada Yufika.
" Enggak..." seru Yufika sambil membersikan bibirnya dengan tisu..
" Kenapa...?" tanya Ranti lagi.
" Gak selera aku ..." seru Yufika.
" Yaudah aku ke kelas dulu ya..." sambung fika sambil berdiri dan menuju stan penjual nasi goreng tadi lalu membayar tagihan makanannya
Setelah itu dia pergi menuju kelasnya... di kelas di melihat Safani sedang duduk sendirian lalu dia mendekat dan menepuk bahunya Safani hingga Safani kaget namun fika mendapat petunjuk apa yang membuat Safani pagi-pagi sudah sedih...
" Eh fik kamu udah datang..." seru Safani.
" Hmmmm iya kami kenapa pagi-pagi dah melamun...?" tanya Yufika pura-pura tidak tau.
__ADS_1
" Aku gak apa-apa...." seru Safani.
" Oh jadi gak mau berbagi cerita ini sama aku yaudah..." seru Yufika sambil berjalan menuju kursinya.
Safani melihat perubahan di wajah Yufika jadi merasa bersalah..
Lalu Safani mendekat ke arah Yufika dan duduk di sampingnya.
" Fik.... aku gak tau harus cerit kesiapa lagi... tapi saat ini aku butuh pendapat kamu..." seru Safani.
" Yaudah kamu ceritakan saja apa yang mengganjal di pikiran kamu" sahut Yufika.
Safani pun menceritakan apa yang membuat dirinya sedih... hingga Yufika memberikan dia saran dan Safani menerimanya
Setelah bercerita panjang keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing dan tak lama ketiga teman mereka datang...
" Wah...wah... fan... lo udah di kelas aja pagi ini tumben banget lo..." seru Mikhayla.
" Gie lagi pengen cepat jalan saja." sahut Safani.
" Fik... lo kenapa...." tanya Sindi
" Iya Fik... kamu kenapa...?" tanya Rahayu yang melihat Yufika menyentuh kepalanya.
SKIP saat jam istirahat tiba.
" Fik lo ikut ke kantin gak.." tanya Sindi
" Gak ndi... aku di kelas aja..." seru Yufika sambil menelungkupkan kepalanya di meja
" Lalu keempat sahabatnya itu pun pergi meninggalkan nya sendirian di kelas.
Setelah kepergian keempatnya Yufika keluar kelas namun saat menuruni anak tangga dia berpapasan dengan Zahra, Nurhaliza dan Putri... lalu Zahra menyapanya.
" Hai..Fik... mau kemana...?" tanya Zahrabpada Yufika.
" Hmmm mau ke taman belakang... ?" seru Yufika sambil menatap Zahra.
" Gak ke kantin..." seru Zahra.
__ADS_1
" Hmmmmm enggak aku lagi gak lapar... yaudah aku tinggal dulu " seru Yufika sambil berjalan meninggalkan ketiganya...
* Di kantin *
Yulina mencari sosok adiknya namun dia tak menemukan keberadaan sang adik hingga dia melihat keempat sahabat adiknya itu dan Yulina mendekat ke arahnya
" Hai... Yufika ada dimana ya... ?" tanya Yulina.
" Hmmm tadi sih fika masih dikelas..." seru Sindi.
" Oh dia gak bareng kalian..." seru Yulina.
" Enggak dia gak bareng kita.." sahut Mikhayla.
" Ah yaudah makasih ya .." seru Yulina lalu dia pergi meninggalkan kantin dan menuju kelas adiknya itu.
Sesampai di kelas Yufika... yulina tak melihat keberadaan adiknya...
" Dia dimana ya..." seru Yulina.
Saat sedang berpikir dia tiba-tiba ingat jika Yufika sedang badmod atau galau dia akan kemana...
" Aha...aku tau semoga dia ada disana...?" seru Yulina mendapatkan ide.
Lalu yulina turun dari lantai 2 dan menuju taman sesampai di sana dugaannya benar
" Tuh kan dia disini..." seru Yulina sambil berjalan mendekat ke arah adiknya...
Yufika yang tau jika kakaknya akan mendekat langsung berdiri dan berjalan melewatinya... namun baru selangkah dia berjalan tangannya sudah di cekal oleh Yulina.
" Fik... tunggu...aku mau bicara..." seru Yulina.
" Gak ada yang perluh di bicarakan lin... aku sedang tidak ingin bicara kepada siapapun saat ini... maaf aku permisi..." seru Yufika sambil melepaskan tangannya yang di cekal oleh Yulina.
Yufika pun pergi dan yulina masih mematung di tempat
Dia menyesal tidak mendengar nasehat sang adik ... sekarang Yufika mendiamkannya.... Yufika membuat dia sadar betapa pentingnya untuk mendengar sebelum bertindak.....
Note :
__ADS_1
Jika kamu ada masalah dengan orang lain atau siapapun itu cobalah untuk mendengar penjelasan dari mereka... namun jika penjelasan yang mereka berikan tidak membuatmu puas atau tenang... selidikah kebenaran yang sesungguhnya ... jangan bertindak semaunya itu akan merugikan dirimu sendiri dan juga membuat mu MENYESAL di kemudian hari..... PERCAYALAH....
🌻🌻🌻🌻 BERSAMBUNG 🌻🌻🌻🌻