
Satu Minggu Setelah Yufika pingsan di toilet dan isimtirahat di rumah selama itu juga dia tak menemui teman-temannya
dan sekarang Yufika kembali bersekolah
Pagi itu sesampai di sekolah Yufika di sambut hangat oleh Rahayu di depan kelasnya....
Saat Yufika sampai didepan pintu kelas dia tak sengaja menabrak seseorang karna Yufika sedang menunduk memainkan ponselnya.
" Bruak ..." sura seseorang terjatuh.
" Wah... ish loh bisa gak sih jalan pakai mata..." sahut seorang gadis tak menatap lawan bicaranya sambil berdiri..
Yufika menatap orang yang di tabaraknya awalnya dia cuek saja namun saat melihat siapa yang dia tabrak pun sekilas dia tersenyum.
" Maaf nona... saya tidak sengaja dan saya berjalan menggunakan kaki bukan hanya mata saja." sahut Yufika sambil berjalan meninggalkan gadis tadi.
Gadis yang di tabrak Yufika tadi pun tersadar dengan siapa dia berbicara. saat dia menatap kedepan Yufika telah meninggalkannya lalu gadis itu memasukan kepalanya kedalam kelas mencari seseorang saat itu juga pandangannya tertuju kepada Yufika dan dia tersenyum lalu berhamburan ke pelukan Yufika...
" Fikaaaaaaa....I MISS YOUUUUUU..." seru gadis itu lalu memeluk Yufika begitu erat
" Oh ya ampun Ayuuuuu lepasinnn kamu mau membunuhku ha..." seru Yufika sambil mendorong pelan tubuh Rahayu.
" Heheheh maaf fik ..." seru Rahayu sambil tersenyum.
" Kamu apa kabar fik .. kamu dah sembuh kan fik..." tanya Rahayu.
" Sudah..." seru Yufika singkat.
" Ish singkat banget jawaban kamu buat aku malas bicara padamu." seru Rahayu.
" Ya sudah gak usah bicara..." seru Yufika lalu keduanya pun sama -sama terdiam.
Tak lama Mikhayla..Sindi dan Safani memasuki kelas.... mereka belum menyadari kalau Yufika sudah di kelas karna posisi Yufika saat ini sedang menidurkan kepalanya di atas meja dengan dua tangannya sebagai bantalan kepala.
" Woi melamun bae... lu.." sahut Sindi kepada Rahayu.
" Diam lo..." sahut Rahayu kesel.
" Itu siapa..." tanya Safani.
" Tanyain aja sama dia ..." sahut Rahayu
" Hmmmm dia siapa ya..." seru Sindi kepada Mikhayla...
__ADS_1
Yufika mendengar grasak grusuk dia pun menegakkan kepalanya dan membuat ketiga orang radi heboh dan memeluk Yufika hingga Rahayu berdiri dari duduknya.
" Fikaaaaaaaa....." teriak ketiga temannya itu sambil memeluk erat tubuh Yufika seperti yang di lakukan Rahayu tadi.
" Kita kangen banget sama elu... fik..." sabut Sindi.
" Iya Fika... kita kangen tau..." sahut Safani.
" Tapi aku enggak tuh..." canda Yufika.
" JAHAT..." seru Mikhayla
" Hahahha bercanda aku JUGA kangen kok sama kalian...sini...sini peyuk aku lagi..." seru Yufika sambile mendekqp ketiga temannya dengan sayang bedah dengan Rahayu.
Tak lama Yufika pun melepas pelukannya ...
" Udah udah.... nantik kangen -kangenanannya ini mau bel..." seru Yufika sambil menatap jam tangannya.
Tak lama guru pun masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran mereka.
SKIP..........
Saat jam istirahat kelima sahabat itu berjalan menuju kantin... sesampai di kantin tak sengaja mata Yufika bertemu dengan mata kedua teman lamanya yaitu Sarina dan Mitha.
" Guys kalian mau pesan apa...biar gue yang pesan." seru Sindi.
" Hmmm biar aku saja..." seru Yufika menawarkan diri.
" Hmmm Fik seperti biasa aja .. fik..." sahut Safani mewakili yang lain lalu Yufika pun mengannggukan kepalanya dan pergi memesan makanan mereka Yufika sekilas menatap kembali ke arah Sarina dan mitha lalu dia berbisik ke salah satu stan penjual makanan lalu dia pun langsung membayarnya .
" Buk... di sana ada 2 orang gadis saya pesan stik kentang 2 es lemon tea 1 dan orange juice nya 1 di antar ke sana ya buk dan ini saya bayar langsung kalau mereka bertanya bilang saja rejeki dari orang baik saja buk..." seru buk kantin yang bernama Lula... dan buk Lula pun menganggu kan kepalanya
" Siap neng..." seru buk Lula sambil menerima uang dari Yufika.
Setelah itu Yufika memesan makanan itu dia pun menuliskan sebuah not dan meletakknya di atas nampan " TERIMAKASIH😀" itu isi note dari Yufika sambil membuat gambar tersenyum
Lalu dia kembali kepada teman-temannya sambil membawa pesanan teman-temannya.
" Maaf menunggu ..." seru Yufika.
" No problemmm fik.." sahut Safani.
Lalu kelima orang itu pun menikmati makanan mereka dengan senang hati.
__ADS_1
Sedangkan di meja Sarina dan Mitha keduanya sedang sibuk dengan handphone mereka namun tiba-tiba buk Lula datang dan membawa nampan tadi yang di pesan oleh Yufika.
" Neng...neng cantik ini buk Lula bawah kan makanan buat neng... " seru buk Lula sambil meletakan makan iti di atas meja...
Sarina dan Mitha saling pandang.
" Tapi buk kami gak mesan lo buk..." seru Sarina.
" Gak apa-apa neng... itu sudah rejeki neng..." seru buk Lula sambil meletakan secarik kertas tadi di tengah meja...
" Silakan neng di nikmati jangan lupa di baca note nya ya..." seru buk Lula sambil berjalan meninggalkan kedua gadis yang kebingungan itu.
Lalu Mitha mengambil secarik kertas tadi dan membacanya.
" TERIMAKASIH " seru Mitha membaca note tadi dan sarina mendengar itu pun menjadi bingung namun berbedah dengan Mitha dia paham ...
Sarina yang melihat Mitha tersenyum lalu bertanya.
" Kamu kenapa tersenyum emang kamu tau maksud dia terimakasih gitu..." tanya Sarina.
Mitha tak menjawab pertanyaan dari Sarina namun dia menoleh kebelakang dan menatap ke arah meja Yufika sekilas dia tersenyum namun Yufika tak melihatnya karna dia sibuk dengan makanannya lalu Mitha pun memakan makanan tadi.
" Sar... nikmati saja... mungkin ini rejeki dari seseorang yang pernah kita tolong nyawanya..." seru Mitha di sela makannya.
" Ha.... yaudah lah.." seru Sarina heran dan juga bingung.
Saat Sarina tengah memakan makanan nya sekilas dia teringat sesuatu.
" Eh Mitha lo sadar gak sih... disini gak ada yang tau kalau kita suka sama ini makanan kan... selain......-" seru Sarina terhenti lalu menatap Mitha dengan tajam
" Mitha yang di tatap begitupun langsung menatap balik ke arah Sarina "
" Benar... dia yang memesan..." seru Mitha yang tau apa yang bicarakan oleh Sarina.
Sarina pun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya tak percaya.
Sekilas dia menatap Yufika yang hendak berdiri meninggalkan kantin.
" Dia cuek tapi dia peduli sama kita tha..." seru Sarina dan dianggukan kepala oleh Mitha.
" Loh benar...gue gak nyangka dia ... diam-diam peduli sama kita..." seru Mitha sambil tersenyum
🌼🌼🌼🌼 BERSAMBUNG 🌼🌼🌼🌼
__ADS_1