Atap Yang Kau Janjikan

Atap Yang Kau Janjikan
Bagian 51 - Menunggu Waktu


__ADS_3

Tidak hanya Farhan yang tercengang , semua orang yang ada disana pun terbelalak.


"Dasar gila! Siapa yang ka--"


"Ya. Semua pria akan jadi gila jika tahu istrinya berselisih sampai melahirkan bayi dari hasil perselingkuhannya! Kau ingin menuntutku karena menghajarmu? Tuntut saja! Maka aku juga akan melemparmu ke penjara karena sudah meniduri Aurorae, istriku!"


Semua orang yang ada disana semakin tercengang. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Aurorae, tentu semua orang tahu dia adalah istri Herjuno. Tapi selingkuhan Farhan? Herjuno pasti sudah gila.


Dea yang juga ada disana sudah gemetar , tubuhnya limbung bahkan tidak kuat hanya untuk mendekat kepada Farhan dan Herjuno.


Farhan menghentak kedua tangan temannya untuk meloloskan diri. Mendekati Herjuno beberapa langkah. Tanpa aba-aba dia membalas melayangkan kepalan tangannya di wajah Herjuno. Saat Herjuno terjengkang, Farhan tidak memberinya kesempatan untuk bangkit sendiri. Ia menarik paksa kerah kemeja Herjuno hingga pria itu bangkit dengan sempoyongan.


Farhan mendorong kasar tubuh Herjuno membentur tembok.


"Beraninya kau menuduh Aurorae tidur dengan pria lain. Jika tahu akan seperti ini kau memperlakukan nya , seharusnya aku memaksanya untuk menikah denganku saja!"


Herjuno menghentak kasar cengkeraman tangan Farhan , mendorong pria itu sampai sedikit terhuyung ke belakang.


"Benar. Kenapa kalian tidak menikah saja jika begitu saling mencintai, hah? Kenapa berbagi ranjang di dalam pernikahanku? Minta dia datang di sidang perceraian selanjutnya , agar kau bisa segera memiliki wanita itu beserta kedua anak haramnya!"


Plakk.


Dea tidak tahan lagi. Dia menampar wajah Herjuno sangat kuat , pria itu sampai terhuyung membentur meja di belakangnya. Tidak puas hanya sampai disitu, Dea menginjak kaki Herjuno dengan heels yang dipakainya. Meski Herjuno memakai sepatu, dia tetap merasa sangat sakit karena sepertinya Dea mengerahkan seluruh tenaganya untuk menyerangnya.

__ADS_1


"Dengar , semua." Dea bersuara , membuat semua perhatian mengarah padanya. "Aku yang menjamin dengan nyawaku bahwa anak kembar Aurorae adalah putra kandung dari laki-laki brengsek ini."


Suaranya bergetar.


"Dan aku juga berani bertaruh dengan nyawaku , bahwa tidak ada perselingkuhan, apalagi dengan Farhan. Aurorae tidak pernah disentuh laki-laki manapun selain suami sialannnya ini!" Dea semakin menguatkan injakannya di kaki Herjuno membuat pria itu meringis.


"Jadi aku mohon dengan sangat , kejadian ini tidak perlu terdengar sampai keluar. Cukup divisi kita yang tahu betapa brengsekk dan tidak warasnya manager kita ini." air matanya sudah mengalir deras, hatinya sakit sekali.


"Dan kau, Herjuno Ardhi. Tidak usah banyak bicara , hanya tunggu saja waktu sidang ceraimu tiba. Aurorae sudah memutuskan tidak akan mempertahankan rumah tangganya denganmu. Karena itu dia tidak datang di sidang mediasi hari ini, untuk apa? hanya membuang waktu. Di persidangan selanjutnya, kau akan tahu kebenarannya. Dan saat itu , jangan pernah menyesali perbuatanmu. Meski Aurorae masih sangat mencintaimu, akulah yang akan memaksanya untuk meninggalkan suami sialann sepertimu!"


Dea melepaskan kakinya , berlalu dari sana menuju toilet. Ia membasuh wajahnya yang sudah lebih dulu basah oleh air mata.


Dea terduduk lemas di lantai toilet, ia terisak lagi.


"Mbak , kau baik-baik saja?" Tania memeluknya.


"Hatiku sakit sekali , andai Aurorae mendengar ini , dia akan sangat menderita." Dea memukul pelan dadanya.


"Pak Juno memang sudah tidak waras. Siapa yang akan percaya Aurorae berselingkuh. Bocah itu bahkan rela menjadi istri kedua lalu memutus kontak kita semua. Dan apa dia bilang? Dengan Farhan? ck aku ingin mencekik leher laki-laki itu." Maudy tidak kalah emosi.


Sementara itu sisa orang di ruang divisi marketing mengerumuni Farhan setelah Herjuno berlalu masuk ke ruangannya tanpa sepatah katapun.


"Apa dia tidak waras?" Rama berkacak pinggang.

__ADS_1


"Dia tahu tidak jika Aurorae menolak Farhan mentah-mentah lalu memilih menikah dengannya astagaaa laki-laki itu, aku tidak tahan ingin menghantam wajahnya." Farel lebih emosi lagi.


Farhan hanya terduduk memijit pelipisnya. Yang ia pikirkan sekarang adalah keadaan Aurorae, wanita itu pasti sangat hancur saat ini. Dituduh berselingkuh lalu di ceraikan?


"Lagipula kenapa juga Aurorae jatuh cinta padanya , sudah bagus menikah saja dengan Farhan." Tita yang biasanya diam , kini ikut bersuara.


"Kenapa Pak Juno tiba-tiba menuduh Aurorae berselingkuh denganku?" Farhan menggumam pelan.


"Kau tidak menghubunginya kan?" Farel bertanya.


"Apa kau gila? Tentu saja tidak! Aku masih sangat waras!" Farhan melirik sinis.


"Seseorang memfitnah Aurorae. Dan entah kenapa Herjuno sialann itu menuduhmu." Dea yang baru saja kembali dari toilet menyahut.


Semua orang mengernyit, berharap ada penjelasan lebih.


Dea menghela napas. "Tolong jangan sampai hal ini terdengar keluar, akan lebih sulit membersihkan nama baik Aurorae nanti."


"Benar, kita hanya harus menutup mulut. Semakin banyak yang tahu, akan semakin berkembang rumor yang tidak-tidak." Tania menimpali.


Semua orang setuju, lagipula disini Dea lah yang paling dekat dengan Aurorae dan wanita itu sudah mengatakan jika semua tuduhan yang Herjuno katakan tidak benar.


Hanya tinggal menunggu waktu, jika ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


**


__ADS_2