Atap Yang Kau Janjikan

Atap Yang Kau Janjikan
Episode 80 - THE END , Atap Yang Kembali Utuh


__ADS_3

Halaman belakang rumah Aurorae yang tidak terlalu luas itu, malam ini ramai dengan keluarga dan kerabat dekat.


Selain penghuni rumah , ada Herjuno disana. Dea dan Dira dengan keluarga masing-masing juga hadir. Beberapa teman dekat Aurorae, termasuk Farhan dan Maudy. Dan juga.. Haidar.


Malam ini Aurorae mengundang mereka semua untuk makan malam , pesta kecil atas pernikahannya kembali dengan Herjuno. Semua orang terlihat bahagia , terlebih Ryan dan Ryana.


"Selamat ya , kalian bahagia?" Haidar yang mendekati si kembar , berbicara setengah berbisik.


"Hum , terima kasih Abang!" Ryana mengangguk.


Dipanggil Abang oleh mantan muridnya , Haidar belum terbiasa. Ia mengusap pelan tengkuknya karena canggung.


Ryan terkekeh. "Kemarilah lebih sering, Bang. Kita bisa olahraga bersama."


"Benar , apa bagusnya di apartemen sendirian." Ryana menimpali lagi.


Haidar mengangguk, masih canggung. Diantara mereka ada juga Shasa yang baru pertama kali bertemu Haidar.


Haidar tersenyum , menatap bahagia pada Ryana yang menjauh bersama Shasa. Lalu Ryan juga melangkah lebih ke sudut , sepertinya ingin mengambil minuman.


Semua orang sangat bahagia , ia juga. Meski Herjuno bukanlah ayah kandungnya , tapi keluarga ini memperlakukannya dengan sangat baik. Tidak satupun dari mereka mengungkit apa yang terjadi di masa lalu. Mereka menerimanya sebagai keluarga.


"Kak Shasa, kenalkan. Ini Bang Haidar, Abangku. Tampan kan?" begitulah tadi Ryana mengenalkannya pada Shasa.


Jauh di dalam hatinya , ia berharap Ibunya beristirahat dengan tenang. Kemarin , Aurorae kembali meyakinkannya bahwa mereka telah lama memaafkan Megumi.

__ADS_1


"Makan yang banyak. Malam ini, menginaplah disini. Jangan khawatir, ranjang di kamar Ryan muat untuk dua orang." ucapan Aurorae yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya , membuyarkan lamunan Haidar.


"Hum. Terima kasih , Tante." Tidak ingin mengecewakan, Haidar setuju saja.


Aurorae tersenyum. "Terima kasih , karena tumbuh dengan baik. Pasti berat juga untukmu." Ia menepuk pelan lengan Haidar sebelum beranjak dari sana.


Haidar mengusap kasar air matanya dan sedikit mendongak , agar tidak lebih banyak lagi air mata yang jatuh.


Beristirahatlah dengan tenang , Ma. Aku baik-baik saja. Banyak orang yang menyayangiku.


**


Herjuno menggenggam erat tangan Aurorae, sepanjang makan malam ini senyuman tidak pernah hilang dari bibirnya. Ia sangat bahagia , dan itu terlihat jelas di penglihatan orang lain.


Bukannya kesal , Herjuno semakin tertawa. "Aku sangat bahagia. Aku akan tersenyum sepanjang malam." ucapnya sambil mengerling ke arah Aurorae, membuat istrinya itu salah tingkah.


"Aku bahagia." Herjuno menatap istrinya sayang.


"Kau sudah delapan puluh kali mengatakannya sepanjang malam ini , Mas."


"Aku akan terus mengatakannya. Terima kasih." Herjuno terkekeh lagi. Astagaa laki-laki itu memang terlihat sangat bahagia.


Diam-diam Aurorae memandangi suaminya. Ada rasa lega di dalam hatinya melihat Herjuno sangat bahagia. Ah , ia mengambil keputusan yang tepat.


Aurorae melepaskan genggaman tangan Herjuno saat dilihat Ryan dan Ryana melangkah mendekat.

__ADS_1


Tanpa ragu, Ryana menubruk tubuh Ibunya , memeluk erat sambil sesekali mendongak memamerkan deretan gigi putihnya.


"Apa Ibu bahagia?" Tidak, bukan Ryana masih curiga Ibunya kembali pada Ayahnya karena terpaksa. Tapi ia hanya ingin mendengar lagi isi hati Ibunya.


Aurorae mengangguk. "Hum, Ibu sangat bahagia." ia menarik juga Ryan ke dalam pelukannya.


"Terima kasih Ibu, Ayah. Kami memiliki atap yang kembali utuh. Meski selama ini tidak buruk, tapi kedepannya pasti akan lebih membahagiakan lagi." Ryan beralih memeluk Herjuno.


Aurorae menatap punggung Herjuno yang baru saja berlalu karena Ryan dan Ryana menyeretnya mendekati Haidar , entah apa yang akan mereka bicarakan.


Aurorae lalu mengedarkan pandangannya, Ia tersenyum cerah. Malam ini benar-benar membahagiakan untuk semua orang.


Lihatlah , Gumilar pun sama , senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya.


Setelah banyak luka di masa lalu , akhirnya kini ia bisa bernapas lega.


Tidak perlu mengkhawatirkan apapun, ia akan menjalani hidupnya dengan baik dan bahagia bersama suami dan anak-anaknya.


Aurorae berbalik memunggungi semua orang , ia mendongakkan kepalanya , lagi-lagi menatap langit malam. Jika sebelumnya terlalu banyak kekhawatiran di kepalanya , kini yang ada hanya perasaan bahagia.


Sekali lagi ia tersenyum , di dalam lubuk hatinya ia bersyukur , berterima kasih pada Tuhan atas apa yang ia dapatkan hari ini.


**


THE END

__ADS_1


__ADS_2