Ayah Untuk Putri Ku

Ayah Untuk Putri Ku
aku bukan wanita penggoda.


__ADS_3

Dengan sangat telaten Jennie membuang rumput-rumput liar yang turut tumbuh di dalam pot tanaman hiasnya.


Ia juga menyirami air ke para tanaman. Kini semua tanaman miliknya sudah terlihat segar dan lebih rapih setelah tersentuh tangan Jennie.


ibu satu anak itu memang selalu seperti itu, tidak bisa hanya berdiam diri saja jika tengah libur dari rutinitas pekerjaannya.


Jennie menghela nafas sembari mengusap peluhnya, merasa semua pekerjaannya sudah selesai ia pun kembali melangkahkan kakinya untuk masuk.


"Mbak Jennie." Panggil seseorang pria berusia tiga puluh lima tahun, membuat Jennie menoleh.


"Ya mas Very?" jawabnya sembari tersenyum ramah.


seketika pria itu menghampirinya dan berdiri di dekatnya. Jennie sempat kan mundur selangkah karena posisi Very terlampau dekat.


"Mbak, saya baru saja pulang dari luar kota, saya bawakan oleh-oleh untuk mbak Jennie dan Nara." ucapnya sembari menyodorkan bungkusan pada Jennie.


Jennie merasa ragu untuk menerimanya, bagaimana bisa pria itu memberinya oleh-oleh? dia kan suami orang, dan terlihat dari pakaian yang rapih ia mungkin belum pulang ke rumahnya sendiri.


"Maaf mas, saya tidak enak dengan Mbak Sasmi, kalau harus menerima ini dari mas. Nanti beliau pasti bisa salah faham pada saya." ucap Jennie menolak dengan sopan.


"Tidak usah pedulikan istri saya mbak. Yang penting saya senang memberikan ini pada Mbak Jennie." Tangan pria itu menyentuh tangan Jennie yang langsung saja di jauhkan oleh Jennie.


"Maaf mas, jangan seperti ini. Saya tidak ingin orang semakin berfikir buruk tentang saya. Sebaiknya mas pulang saja." Jennie melenggang masuk kedalam rumahnya.


Namun pria itu sangat gigih ia malah justru turut masuk kedalam rumah Jennie.


Dan meraih tangan Jennie dengan paksa.


"Mas, apa yang mas Very lakukan? tolong lepaskan saya dan keluar dari sini." pinta Jennie sembari memaksa melepaskan tangannya dari cengkeraman Very.


"saya itu tertarik pada mu. Dari pada kau harus sendiri seperti ini. Mending jadi istri kedua saya saja ya, saya akan membahagiakan mu kok, kita menikah diam-diam tanpa sepengetahuan istri saya." ucapnya. Jennie membulat kan bola matanya.


sungguh pria ini sudah benar-benar gila. sebelum ini sebenarnya Jennie sudah sangat curiga dengan tetangganya ini. Bagaimana tidak pandangan yang menjijikkan itu seringkali terarah kepadanya.


Namun memang Jennie tidak ingin berprasangka buruk ia pun selalu menepis pikiran itu.


"Mas sudah gila ya? Lepaskan saya mas dan tolong keluar dari sini. Nanti kalau ada orang lihat, mereka bisa mengira saya berselingkuh dengan suami orang." Jennie masih berusaha melepaskan tangannya.


Namun alih-alih pria itu melepaskan satu tangan Jennie ia justru menarik Jennie menuju Sofa.


duduk bersebelahan dengan posisi lengan Very melingkar di bahu dan bagian Dada Jennie, memeluknya.


"apa yang akan mas lakukan pada saya. tolong pergi dari sini mas." Jennie semakin takut. ia menutupi bagian dengan kedua lengan yang di silang. karena pria itu masih saja memeluk tubuh Jennie.


"Sebentar saja. Wanita kesepian seperti mu pasti butuh sentuhan pria kan. Ayo lakukan bersama ku." Pria itu mendekatkan wajahnya hendak mencium Jennie yang sudah ketakutan.


"Tolong jangan kurang ajar, saya bisa teriak!" Jennie terus memalingkan wajahnya. Menjauh dari serangan cumbuan pria tersebut.


Braaaaakkk "MAS VERY!!!" pekik seorang wanita sehingga membuat keduanya menoleh ke arah Sasmi yang sudah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Sa..Sasmi?" Very melepaskan Jennie yang sudah terisak itu. Terlebih saat Sasmi mendekati Jennie dan menampar pipinya dengan keras. Membuat Jennie mengerang.


"Aku tahu kau ini memang kesepian, tapi apa harus kau menggoda suami ku, DAN MENGHARAPKAN SENTUHAN DARI NYA?" Pekik Sasmi.


Jennie menggeleng sembari memegangi pipinya. "Sungguh aku tidak pernah menggodanya mbak." Tutur Jennie sembari terisak.


"Cih, Tidak tahu diri...!! Bilangnya tidak! tidak! TAPI KAU TETAP DOYAN SUAMI KU!!!" pekik Sasmi lagi yang hendak menarik rambut Jennie namun di tahan oleh Very.


"Jangan, jangan apa-apa kan dia. Bukan dia yang salah Sasmi." Very membela Jennie membuat Sasmi semakin geram.


"Kau membelanya? KAU MEMBELA WANITA JAL*NG INI?"


"Aku tidak membelanya. Memang aku yang mendekatinya bukan dia." Plaaaaaaakkk. Sasmi menampar suaminya sendiri.


"Kau menyukai nya? JAWAB!"


"iya Sasmi. Aku menyukainya." jawabnya lirih.


"APA KAU SUDAH GILA MAS? KAU SUDAH BERISTRI, DAN TIGA ANAK!!!! TAPI KAU MALAH MENYUKAINYA??" wanita itu menangis.


"Maafkan aku Sasmi, aku benar-benar tergoda oleh kecantikannya. Sehingga aku memiliki hasrat padanya." jawab Very.


Sasmi pun mengerang ia kembali mengamuk pada Jennie memukulnya dan menarik rambutnya.


"Dasar wanita Jal*ng!!! Penggoda!! PEL*C*R!!!! BRENGSEEEEKK!"


"kau jahat sekali mas Very!!! Kau jahat sekali!!!! Teganya kau pada ku mas." Wanita itu memukuli dada suaminya yang sudah memeluknya.


"Maafkan aku Sasmi tolong maafkan lah aku. Kita pulang saja. Ayo, kita pulang." tuturnya sembari menyeret halus tubuh istrinya.


"Aku tidak mau, wanita itu harus ku beri pelajaran....!!!" Teriak Sasmi.


"Ampuni saya mbak, demi Tuhan saya tidak pernah menggodanya...atau lelaki mana pun." Jennie masih terisak.


Tatkala sami masih di seret suaminya untuk keluar dari rumah Jennie sembari terus melontarkan sumpah serapah pada Jennie yang masih tersungkur di lantai.


Di luar sudah ada beberapa orang yang berkumpul. Mungkin karena mendengar suara keras dari mulut Sasmi.


Jennie pun meremas bajunya di area dadanya. "Apa salahnya menjadi wanita yang tak memiliki suami? Hiks... Aku tidak pernah punya niatan untuk merebut suami orang lain. Aku tidak sejahat itu..." gumam Jennie dengan suara parau.


Ia juga merasa jijik dengan tubuhnya yang hampir di sentuh pria tadi. Sehingga memutuskan untuk beranjak dan membasuh kembali tubuhnya di dalam bilik kamar mandi.


Desas desus tentang Jennie si wanita penggoda memang bukan kali ini, di dengar.


Jennie sering mendapat pengucilan di wilayahnya karena hal itu. Banyak sebagian tetangganya kesal karena para suami mereka seperti tertarik pada Jennie.


Dan kejadian hari ini mungkin akan membuat mereka semakin mengira Jennie benar-benar wanita penggoda yang harus di waspadai.


***

__ADS_1


masih tersisa tiga puluh menit sebelum jam pulang sekolah, kini Jennie telah siap untuk menjemput Nara di sekolahnya.


Jennie melangkahkan kaki keluar, membuka pintu rumah.


seketika itu ia sedikit di kejutkan dengan puluhan butir telur yang pecah di depan rumahnya.


entah kapan tapi sepertinya baru saja ada orang yang melempari rumahnya dengan telur.


craaaaaaaaakkkk "kyaaaaaaaaaa," Jennie menjerit saat Sasmi melempar telur ke arahnya.


Jennie berfikir urusannya sudah selesai namun sepertinya belum. wanita itu menatap bengis kearah Jennie.


"Mbak Sasmi. tolong jangan lakukan ini lagi. saya benar-benar?" craaaaaaaaakkk di lemparnya lagi telur itu ke arah kepala Jennie namun kali ini di tangkis oleh lengan Jennie.


"tidak usah bicara apapun...!" Sasmi mendekat.


ia menekan-nekan kening Jennie dengan jari telunjuknya berkali-kali "sudah berapa kali suami ku ke rumah mu?"


Jennie menggeleng. "sungguh mbak, demi Tuhan, mas?" plaaaaaaakkk Sasmi menamparnya.


"jangan sebut nama suami ku dengan mulut hina mu itu!!!"


Jennie kembali menangis. "aku benar-benar tidak pernah memasukkan pria mana pun termaksud suami mbak ke rumah ini."


"BOHONG...!!! kau lihat? suami ku sampai pergi dari rumah ku, dia meminta izin pada ku untuk menikahi mu!!!! APA KAU PUAS SEKARANG?"


suara wanita itu sudah parau. air mata yang bercucuran benar-benar menandakan bahwa ia sangat terluka saat ini.


Jennie menggeleng. "mbak Sasmi tolong percaya pada saya, saya tidak akan pernah mau, sungguh demi apapun saya benar-benar tidak akan pernah mau menikah dengan pria beristri."


"MUNAFIK!!! kau sudah serapih ini, kalian pasti akan mengatur pertemuan di hotel kan? LALU MELANJUTKAN PERBUATAN KOTOR KALIAN DI SANA!!!"


"Astaga mba Sasmi, demi Tuhan aku tidak bermain hati dengan suami mbak. aku ini hendak menyusul putri ku. sumpah mbak."


"aku tahu kau lebih cantik dari ku, kau lebih menarik, dan kau lebih dari segalanya ketimbang diri ku!!!! tapi apa kau tidak bisa mencari pria lain selain suami orang!!!" tubuhnya sudah oleng. wanita itu sudah hilang kendali karena kecemburuannya. tidak salah jika wanita itu sangat marah padanya.


namun Jennie memang tidak pernah memiliki niatan untuk menggaet pria beristri manapun.


"Mbak Sasmi?"


"jangan berbicara apapun pada ku wanita hina!!! aku tidak akan pernah membiarkan mu, jika sampai benar kau akan bertemu dengan suami ku di belakang ku? akan ku pastikan hidup mu TIDAK AKAN PERNAH TENANG!!!" Sasmi sempatkan untuk mendorong kedua bahu Jennie hingga jatuh tersungkur.


lalu pergi begitu saja.


Jennie masih menangis. kini rambut dan pakaiannya terkena noda telur dan mau tidak mau ia harus kembali masuk membersihkan tubuhnya.


ia tidak pernah membayangkan hidup sendiri tanpa seorang suami itu jauh lebih mengerikan, dimana fitnah bertebaran dimana-mana.


juga pria-pria tidak sopan yang terus saja mengganggu ketentraman hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2