Azka Narendra

Azka Narendra
Bab 10 Azka Narendra


__ADS_3

Perdebatan sengit terjadi di lantai 2 gedung cafe baru itu, di mana Azka mempertanyakan Dania pada Almeer dan Shaka, yang bisa bekerja di cafe miliknya tanpa tes interview terlebih dulu.


"Seharusnya kau tahu kenapa kami langsung mempekerjakan gadis cantik itu?." Almeer merasa tidak perlu melakukan tes interview pada Dania.


Karena Almeer dan Shaka sudah tahu dengan beasiswa yang didapatkan Dania di sekolah, selain memang Dania memiliki fisik yang mendekati kata sempurna.


"Tapi kalian berdua tahu bukan, cafe ini milik siapa?." Tanya Azka mengingatkan mereka kalau lupa atau bahkan tidak tahu.


"Aku dan Shaka sangat tahu, Tuan Azka. Tapi karena kami yang akan mengelola cafe ini, jadi kami harus memastikan setiap orang yang bekerja di sini harus cantik dan tampan." Jawab Almeer tidak mau kalah dan tidak mau mengalah untuk kali ini pada Azka.


Apalagi untuk Dania, Almeer sendiri mengakui kalau Dania sangat cantik dan seksi. Dan bisa dikatakan Dania itu merupakan wanita idamannya.


"Dasar kalian mata keranjang!." Tuduh Azka sambil melempar kertas kearah kedua sahabatnya.


"Kami mata keranjang tapi tidak buas." Jawab Shaka diakhiri gelak tawa yang diikuti oleh Azka dan Almeer.


Sedangkan Dania yang pulang di antar Medina dengan menaiki taksi online, sudah sampai di rumah barunya sekitar pukul 21.30.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Dania menghampiri kedua orang tuanya yang masih duduk asyik di depan tv.


Dania pun jujur pada Mama dan Papa, menceritakannya kenapa dirinya bisa pulang tertambat? dan kabar bahagia mengenai beasiswa.


Tentu saja Mama dan Papa sangat mengapresiasi keberhasilan Dania dalam mendapatkan beasiswa dengan pelukan hangat dan ucapan selamat.


Tapi, Mama Ningrum tetap hendak protes atas apa yang menjadi pilihan Dania, mengurungkan niatnya karena melihat suaminya menggelengkan kepala. Bukan saatnya bagi mereka melarang Dania untuk melakukan pekerjaan itu, tapi tidak juga mengiyakan atas keputusan besar Dania.


Saat ini yang dilakukan Mama dan Papa hanya menjadi pendengar yang baik bagi Dania, yang ternyata memiliki pemikiran jika semuanya itu dilakukan untuk kedua orang tuanya.


"Yang jelas Papa sama Mama ikut senang untuk setiap pencapaian mu, Nia. Terkhusus hari ini. Begitu banyak kejutan yang sudah kamu berikan pada kami dan tentu saja kami bangga." Ucap Papa Hamzah penuh haru.


Dania menghambur dalam pelukan Papa Hamzah.


"Sekarang, Nia istirahat ya. Sudah satu harian ini melakukan banyak aktivitas." Mama Ningrum mengusap pucuk kepala Dania dengan sayang.

__ADS_1


"Iya Ma. Aku istirahat duluan." Kemudian Dania masuk ke dalam setelah pamit pada Mama Ningrum dan Papa Hamzah.


Dari semalam pun kabar Dania berhasil di terima kerja sudah diketahui oleh Salma dan Fathia. Karena tentu saja dari Medina yang mengabarinya.


Dan rencananya siang ini setelah pulang sekolah, mereka akan makan di warung steak langganan. Tapi ternyata Dania tidak bisa ikut karena ada perubahan jadwal untuk segera penandatanganan kontrak, pengambilan seragam dan pembagian tugas. Jadi mereka bertiga hanya bisa mengantar Dania ke cafe tersebut dan menjadwalkan ulang untuk makan steak bersama.


"Dania, good luck. Sekali lagi selamat, kami sekarang pulang ya, maaf tidak bisa menunggu mu." Salma memegangi tangan Dania yang hendak turun.


"Terima kasih untuk dukungan kalian yang sangat luar biasa ini." Dania memeluk sahabatnya satu persatu setelahnya baru dirinya turun karena waktunya semakin mepet.


"Bye...bye...Dania." Ketiganya melambaikan tangan pada Dania yang sudah masuk ke dalam gedung tersebut. Dania pun membalasnya walau sebentar.


Dania melihat sudah ada beberapa orang yang turun dari lantai dua gedung tersebut, Dania pun di minta untuk segera ke lantai dua karena semua pemberkasan ada di sana.


Dania sudah duduk berhadapan dengan dua orang yang langsung saja mempekerjakan Dania setelah mengambil seragam, tentunya tanpa Dania tahu.


"Sekarang kamu baca dan tanda tangan kontrak ini." Ucap Almeer pada Dania sambil menyerahkan kontrak kerja dan sebuah pulpen.


"Tapi, Pak. Sebelum saya menandatangani surat kontrak ini, ada yang perlu saya sampaikan. Status saya seorang pelajar, jadi kalau bisa saya shift dua terus."


"Iya, Pak. Terima kasih."


Dania mulai membaca sekilas yang menjadi poin utama kontrak tersebut dan semuanya tidak ada yang aneh. Tanpa berlama-lama lagi, Dania segera membubuhkan tanda tangan pada kontrak kerja tersebut.


"Ok, Dania. Kamu sudah bisa mulai bekerja di sini besok, dari jam 4 sore sampai jam 11 malam." Ucap Almeer mengulurkan tangan pada Dania sambil tersenyum lebih menggoda dari Shaka.


"Terima kasih, Pak..."


"Almeer." Almeer memperkenalkan diri sambil menggenggam erat tangan Dania saat bersalaman. Yang membuat Dania sedikit kurang nyaman dengan perlakuan Almeer.


Tidak mau kalah, Shaka pun ikut mengulurkan tangan pada Dania dan Dania pun menerimanya tanpa rasa curiga atau apalagi untuk menggoda.


.....

__ADS_1


Sore ini hari pertama Dania mulai bekerja di cafe . Dania sudah cantik dengan seragam kaos lengan pendek berwarna maroon yang dipadupadankan dengan rok span berwarna hitam di bawah lutut.


Rambut panjang lurus Dania di ikat tinggi sehingga memperlihatkan leher mulus putih bersih yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


"Dania, kamu bawakan pesanan untuk meja 18 dan 25." Seru teman kerja Dania yang sudah menyiapkan pesanannya.


"Iya, Chaca. Siap aku meluncur." Dania membawa pesanan dan meletakkan di meja yang sudah disebutkan.


Dilanjutkan dengan pesanan yang sudah siap diantarkan pada meja-meja yang sudah tertera. Dania cukup enjoy menjalani pengalaman pertamanya bekerja di sini. Meski hanya sebagai seorang pelayan cafe.


Hari semakin gelap, saat ini waktu sudah menunjuk pukul 19.30. Keadaan cafe malam itu sangat ramai, sehingga ada banyak customer yang antre tidak kebagian tempat duduk.


"Dania antar kan minuman dan makanan ini untuk Pak Almeer dan Pak Shaka di lantai 2. Kalau tidak salah dengar tadi ada pemilik cafe dan calon istrinya juga di sana."


"Ok, Chaca. Aku segera meluncur." Dengan senyum yang tidak pernah pudar dari wajah cantiknya dengan dibarengi semangat 45, Dania membawa satu nampan penuh yang dibawanya ke lantai 2.


Tok...Tok...


"Masuk Dania!." Almeer membuka pintu karena tangan Dania penuh dengan pesanan mereka.


Kenapa Almeer bisa tahu kalau itu Dania yang membawa pesanannya?. Karena ruangan itu terbuat dari kaca jadi siapa pun yang berada di dalam sana bisa melihat siapa saja yang mau masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Terima kasih, Pak Almeer."


"Semuanya bisa kamu letakkan di atas meja sana."


"Baik, Pak Almeer."


Dania berjalan mendekati meja besar, di mana Shaka ada di sana dan satu pasangan yang membelakangi Dania.


Deg


Dania sangat terkejut saat melihat ternyata ada Azka dan wanita yang pernah dilihatnya berbaring di rumah sakit beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Sayang, kue ini enak sekali." Azka menerima suapan dari tangan Joanna.


"Memang sangat enak, sayang." Ucap Azka menatap tajam pada Dania.


__ADS_2