Azka Narendra

Azka Narendra
Bab 81 Azka Narendra


__ADS_3

Untungnya kesalahpaham itu tidak berlangsung lama setelah Rusli menghubungi ngi Azka dan Dania mengenai kedatangan Elma. Ternyata Elma tidak jadi menjadi sekretaris Azka karena posisi itu memang untuk Dania. Rusli tahu itu dari Dokter Levi dan Dokter Tantan yang sudah mendapatkan kabar sebelumnya dari Azka.


Mama mungkin Rusli membawa petaka untuk keharmonisan rumah tangga putranya.


"Daddy ku saja yang berlebihan dengan mengatakan padamu kalau aku akan menjadi sekretarismu di kantor. Sebenarnya bukan itu yang ingin dikatakannya, tapi ya sudahlah. Aku juga tidak ingin menjadi perusak hubunganmu dan Dania. Aku tidak ingin menjadi seperti Radit dan Joanna." Kalimat terakhir Elma diucapkannya setengah berbisik sambil tersenyum takut pada Azka. Walau bagaimanapun dulu dirinya pernah berurusan dengan pria tersebut.


Elma sudah mendengar banyak cerita tentang Radit dan Joanna serta kedua orang tua mereka dari Christin. Jadi Elma tidak ingin mati sia-sia ditangan Azka Narendra, meski wanita itu sangat mencantainya.


"Syukur kalau kau sudah mengetahuinya." Balas Azka dingin. Tatapan penuh cinta selalu Azka tunjukkan untuk istri tercinta. Pria itu menunjukkan cinta dan kasih sayangnya pada Dania dihadapan Elma.


"Joanna saja bisa kamu hempaskan dengan mudah karena istrimu yang cantik. Padahal jika mengingat dulu, bagaimana kamu begitu mencintai wanita itu. Tapi sekarang aku bisa melihat hal lebih lagi untuk istrimu. Istrimu sangat beruntung bisa dicintai dengan sebegitu besar dan gilanya olehmu." Balas Elma sambil menyerahkan dokumen yang hampir lupa diserahkannya pada Azka yang dikirimkan oleh Papanya.


Dania hanya tersenyum mendengar perkataan Elma sambil menenangkan Zayyid dalam gendongannya. Sedangkan Azka tetap biasa saja, pria itu tidak ingin ada tingak lakunya disalah artikan oleh wanita lain. Karena Dania sudah harga mati baginya.


Bisa dikatakan, Azka akhirnya tidak menjadi menyalahkan Rusli atas kehadiran Elma di perusahaan yang dipimpinnya. Karena pastinya akan menciptakan masalah baru bagi rumah tangga dan pekerjaannya. Pria satu anak itu tidak ingin ada skandal apapun bersama siapapun.


Atas permintaan Dania, Azka menceritakan sedikit kisah Elma yang sempat mencoba masuk dalam hubungannya bersama Joanna setelah Elma pergi dari apartemen mereka. Namun Elma tidak pernah bisa masuk dan mendapatkan Azka karena Azka tidak pernah meresponnya sama sekali.


Pernah beberapa kali, Elma menjebak Azka melalui minuman namun pria itu selalu lolos karena bantuan teman-temannya, Almeer dan Shaka. Dari cara yang halus sampai kasar sudah pernah dicoba Elma, tapi selalu gagal.


Dania menganggukkan kepalanya, wanita yang sudah berstatus istrinya itu mungkin menjadi wanita paling beruntung yang bisa dilirik sampai dicintai oleh seorang Azka Narendra. Tentunya setelah Joanna.

__ADS_1


Malam ini, setelah makan malam selesai. Semuanya sudah dirapikan dan dibersihkan oleh Azka. Zayyid pun sudah kembali sehat dan tidur sangat pulas, sehingga pasangan suami istri itu bisa menghabiskan waktu di atas tempat tidur.


"Aku lelah, Kak!." Dania menarik selimut dan menutupi tubuh polosnya. Percintaan mereka yang lebih hot dan agresif karena mereka telah melewatkan satu malam tanpa penyatuan dan itu karena Zayyid yang demam. Dania sudah merasa remuk redam dengan permainan suaminya yang selalu on.


Azka terkekeh setelah meneguk habis air putih yang sudah disiapkan oleh istrinya sebelum mereka bertempur. Tubuh polos Azka sengaja terekspos di depan mata Dania yang terpejam.


"Kak..." Rengek Dania ketika bibir Azka terus saja mengecup leher Dania yang sudah banyak tanda kepemilikan yang dibuatnya.


"Iya sayang." Azka masih enggan untuk melepaskan tubuh istrinya begitu saja. Azka tidak pernah puas terhadap apa yang ada pada tubuh istri cantiknya. Pria itu sudah sejatuh-jatuhnya pada Dania. Tidak ada wanita yang sesempurna istri cantiknya, menurut kacamata Azka sebagai seorang pria sekaligus suami dan ayah.


Hanya tiga puluh menit saja Azka membiarkan Dania tidur dengan tenang. Karena setelahnya Azka kembali memainkan benda kenyal kesukaannya yang menjadi sumber kehidupan Zayyid sampai saat ini.


"Eugh..." Dania melenguh panjang ketika Azka menarik salah satu ujung dadanya dengan gemas. Azka tersenyum puas saat istrinya sudah merespon tindakannysa. Sehingga tidak butuh waktu lama, Azka bisa kembali bercinta dengan sang istri dengan penuh kesadaran.


Azka memperhatikan Dania dari ujung kepala sampai ujung kaki, penampilan istrinya pagi itu yang mengenakan pakaian lengan panjang dan berkerah. Karena banyak tanda kemerahan yang dilukis dirinya pada hampir semua bagian tubuh istrinya, tidak ada yang terlewat.


Dania langsung melirik tajam pada suaminya yang sedang tersenyum sambil menatapnya. Reflek tangan Dania merapikan kerahnya supaya menutupi lehernya yang ditatap lembut oleh suaminya.


"Apa sayang?." Azka bangkit dan hendak mendekati Dania namun secepat kilat wanita itu langsung beranjak dan duduk di belakang meja.


"Lima menit lagi meeting!." Dania menunjukkan buku agendanya pada Azka dan memang benar ada meeting pagi ini.

__ADS_1


"Iya sayang. Tapi setelah meeting waktu ku sangat banyak." Goda Azka sambil mengerlingkan matanya pada Dania. Sehingga Dania bergidik ngeri dengan perubahan sikap Azka.


"Fathia dan Dokter Levi akan menjaga Zayyid sampai malam, jadi...."


"Sudahlah, Kak. Lima menitnya sudah selesai." Dania segera bangkit dan mendorong tubuh tegap Azka sampai depan pintu ruangan.


Cup


Azka mengecup bibir istrinya sebelum keluar dan menutup lagi pintunya.


Saat Dania kembali duduk ditempatnya, ponselnya berdering dan itu dari Merry. Wanita itu mengabarkan kalau perusahaan mereka sudah menemukan pelaku yang telah berbuat curang dengan merubah poin penting dalam kontrak kerjasama antara mereka. Dania cukup lega dengan kesalahpaham yang sudah selesai.


Setidaknya kerjasama diantara mereka tetap berlanjut dan tidak ada pihak yang dirugikan lagi.


Meeting Azka kali ini dihadiri juga oleh Almeer dan Shaka. Namun ada yang berbeda dengan wajah tampan Almeer. Dan setelah Azka meminta Almeer untuk bercerita pada mereka , justru Azka dan Shaka malah tertawa terbahak-bahak.


"Apanya yang lucu?." Almeer mengacak rambutnya frustasi. Tidak mempedulikan penampilannya lagi.


"Kau akan menjadi seorang ayah, ayolah kita rayakan. Kita makan di apartemen ku." Goda Azka. Ternyata apa yang disampaikan oleh Almeer tentang Salma yang sedang mengandung anak dari sahabatnya. Padahal sebelum-sebelumnya Almeer selalu bilang kalau mereka bermain aman, namun nyatanya sekarang Salma malah dinyatakan positif hamil.


"Nanti aku tanya Salma dulu, karena sekarang wanita itu jadi lebih sensitif dan perasa." Almeer melonggarkan ikatan dasinya yang terasa mencekik lehernya.

__ADS_1


"Baik calon ayah." Balas Azka dan Shaka bersamaan.


__ADS_2