
Zayyid adalah Azka Narendra, Azka Narendra Zayyid. Barata tidak menyukai nama itu karena nama belakang mendiang istrinya. Jadi nama belakang Zayyid tidak pernah dipakainya.
Semenjak diketahui Dania tidak ingin menemui siapa pun kecuali Radit dan Dokter Tantan, Azka sudah memutar otaknya sangat keras. Apa yang harus dilakukannya untuk terus berada di dekat Dania dan bayi mereka.
Hingga sebuah ide begitu saja melintas di dalam kepalanya untuk merubah segala yang berbau-bau Azka Narendra. Kalau bisa meninggalkan nama itu karena Azka telah merasa gagal untuk memberikan perlindungan pada wanitanya. Sehingga musibah besar ini terjadi menimpa Dania.
Mulai dari hal kecil, Azka mulai melakukannya. Mengganti wangi yang biasa dipakai olehnya, kemudian merubah gaya penampilannya sampai hal yang paling besar adalah memakan topeng wajah orang lain yang didapatnya atas bantuan dari Barata dan Rusli.
Mata indahnya ditutupi oleh sebuah soflen dan suara yang ikut berubah juga. Karena tidak sulit bagi Azka untuk merubah suaranya sebab Azka sendiri sudah menguasai tekhniknya saat masih duduk dibangku SMP.
Semua orang ikut bekerja keras untuk terciptanya Azka Narendra yang baru sebagai Zayyid. Meski banyak kepahitan yang dirasakan Azka saat menjadi Zayyid. Tapi, demi Dania dan calon bayi mereka, dirinya harus tetap berdiri yang paling kuat untuk keluarga kecilnya yang sedang membutuhkan bantuannya.
Azka hanya mampu melihat sosok Dania atau hanya sekadar mendengarkan Dania yang mengajak bicara calon bayi mereka, tanpa bisa ikut bicara atau menyentuh keduanya padahal dirinya sangat dekat dengan mereka.
Bukan tanpa alasan Dania mengenali sosok Zayyid adalah Azka, karena kemarin mereka yang datang menemui dirinya selalu mengatakan kalau Azka selalu melihat dan berada sangat dekat dengan dirinya. Meski Dania tidak menyadarinya.
Siapa lagi sosok yang dekat dengan dirinya selama ini selain Zayyid, terlebih Inara memberikan klu yang sangat bisa dipahami dengan sangat cepat dipahami oleh Dania. Ketika Inara membisikkan sebuah nama sebelum Inara dan yang lainnya pulang. Alesyha Zayyid, nama dari nenek Azka.
Kini Azka melepaskan atributnya sebagai Zayyid di depan Dania dan yang ada sekarang di hadapan Dania adalah sosok Azka Narendra.
"Maaf aka aku Kak Azka. Aku sudah berpikir buruk tentang mu, tapi jujur saja aku sangat takut dengan apa yang kamu pikirkan tentang aku setelah..."
"Aku tidak ingin kamu mengingat hal buruk itu lagi, kita lanjutkan lagi hidup kita dan tinggalkan semua kejadian buruk yang menimpa kita. Meski dengan sangat berat dan tertatih-tatih tapi kita harus kembali bangkit, Dania. Ada calon bayi kita yang selalu menguatkan kita untuk setiap masalah yang datang menghampiri kita."
"Iya, Kak. Aku ingin kita melanjutkan hidup kita tanpa menoleh ke belakang lagi, yang hanya akan membuat kita sakit lagi."
__ADS_1
"Kita akan memulainya dari sekarang, kasihan jagoan kita sudah lama tidak bertemu dengan Daddy nya." Goda Azka, tapi wajah Dania seketika menjadi sendu, karena bagaimana pun ada Adnan yang pernah memasuki dirinya.
"Hanya ada aku, aku dan aku di dalam tubuh mu. Jangan pernah memikirkan orang lain, paham?." Azka mengecup pucuk kepala Dania lalu pada perut buncit Dania seperti yang siap meletus.
Dania dan Azka berpelukan saat waktu sudah menejang pagi. Tidak terasa malam ini mereka lewati dengan banyak cerita guna menyudahi kesalahpahaman diantara mereka berdua.
Azka juga memberitahukan Dania, kalau rekeman itu sudah berhasil dihilangkan atas bantuan dari banyak pihak. Dan sekarang sudah tidak ada link apa pun lagi yang bisa menampilkan video dirinya.
Namun tetap saja, Dania dan Azka harus waspada terhadap semua orang. Karena bisa saja dari mereka ada yang mengungkit hal itu lagi atau orang-orang baru yang mengenal Dania.
Sementara pagi itu di sekolah, Salma mengajak Almeer untuk bicara penting sebelum bel sekolah berbunyi. Karena selain di sekolah, Salma kesusahan untuk menemui dan bicara pada Almeer. Meski mereka sudah bertunangan.
"Kak Almeer suka pada Medina?." Tanya Salma to the poins.
Almeer hanya diam, tidak langsung menjawab apa yang ditanyakan Salma padanya.
Karena Almeer masih diam, Salma pun berlalu pergi dari hadapan Almeer tanpa Almeer mencegahnya pergi. Almeer tidak tahu apa yang diinginkannya, karena menurutnya Medina ada sedikit kemiripan dengan Dania. Makanya Almeer bisa langsung suka pada Medina.
"Ah, terserahlah..." Almeer sudah tidak mempedulikan pertunangannya. Dirinya pun tidak pernah menginginkan pertunangan itu, akan lebih bagus kalau Salma yang ingin mengakhirinya.
Setibanya di dalam kelas, Salma langsung memeluk Fathia tanpa mempedulikan teman-temannya yang lain yang menatapnya aneh.
"Ada apa Salma?." Medina ikut memeluk Salma yang menangis di dalam pelukan Fathia.
"Kak Almeer suka sama Medina. Hiks...hiks... hiks." Jawab Salma sambil berurai air mata.
__ADS_1
Medina dan Fathia hanya saling pandang lalu keduanya mengusap punggung Salma. Kemudian Fathia dan Medina membawa Salma ke ruang UKS.
"Kamu suka Kak Almeer juga, Medina?." Tanya Salma sambil menghapus air matanya saat mereka sudah berada di UKS.
Medina menggelengkan kepalanya. "Tidak, Salma. Aku sudah pernah bilang bukan kalau aku sudah tidak ingin cinta segitiga lagi. Aku hanya ingin pria tulus, baik dan hanya mencintai ku seorang dengan kekurangan yang aku miliki."
"Tapi Kak Almeer sukanya sama kamu, bukan aku!."
"Aku tetap tidak mau, Salma. Kamu tenang saja, aku tidak akan pernah menerima Kak Almeer. Karena memang aku tidak memiliki perasaan apa pun padanya."
Salma mengangguk, dirinya cukup lega kala mendengar perkataan Medina yang tidak akan pernah mau pada Almeer. Setidaknya Almeer merasakan apa yang dirinya rasakan.
Sedangkan kebahagiaan mulai perlahan menyelimuti Dania dan Azka, di maan saat ini mereka baru saja menghabiskan makanan yang telah dimasak oleh Azka.
"Sejak kapan Kak Azka bisa memasak?." Tanya Dania sambil menghabiskan sisa makanan yang ada di dalam piring Azka.
"Otodidak, semuanya harus bisa aku lakukan dalam waktu singkat." Azka mengelus perut Dania yang kembali bergelombang.
"Hai jagoan, selamat pagi." Sapa Azka sambil mengecup perut Dania.
"Selamat pagi Daddy." Balas Dania sembari menirukan suara anak kecil.
Azka begitu gemas dengan Dania hingga tanpa segan lagi Azka melabuhkan bibirnya pada bibir Dania yang sangat dirindukannya.
Azka ingin segara menghilangkan jejak Adnan yang ada pada tubuh Dania. Bahwa tidak bisa dipungkiri jika dirinya pun sedikit kesulitan dalam mengendalikan emosinya.
__ADS_1
Dania membalas ciuman Azka sehingga ciuman itu begitu penuh gairah.