Azka Narendra

Azka Narendra
Bab 31 Azka Narendra


__ADS_3

Azka menghentikan langkahnya di anak tangga ketika mendengar percakapan antara Almeer dan Shaka di depan pintu ruangan mereka.


"Kau yakin bisa menggantikan posisi Azka untuk calon bayi Dania nanti kalau sudah lahir?." Terlihat kepulan asap dari mulut Shaka yang dihasilkan dari hisapan pada batang rokoknya.


Almeer mengangguk penuh keyakinan, dirinya benar-benar bisa menyatu dengan kedua orang tua Dania. Yang bisa dikatakan kalau Almeer sudah mengantongi satu poin penting itu, selebihnya dia yakin bisa merebut hati Dania.


"Kau tidak ingin membicarakan hal ini dulu dengan Azka?. Bagaimana pun Azka ayah biologis bayi Dania."


"Azka pasti tahu dan paham saat aku mengatakannya pada waktu itu."


"Lalu Radit?."


"Uang segitu tidak ada artinya bagi ku bila dibandingkan dengan senyum Dania. Kalau bisa aku ingin menghapus setiap air mata yang keluar dari mata indah Dania."


"Kalau kau sudah merasa ada lampu hijau dari Dania dan keluarganya. Kejar lah dan pertahankan itu. Aku yakin pasti Azka akan sangat mengerti karena pada dasarnya Azka tidak pernah mencintai Dania. Azka melakukan itu hanya karean dendamnya pada Radit namun sayangnya malah salah sasaran seperti ini."


Azka yang mendengar jelas semuanya pun hanya mematung ditempatnya. Almeer ternyata sangat serius pada Dania dan calon bayinya. Kemudian Azka balik badan dan langsung keluar dari cafe.


Azka dan Dania saling beradu pandang saat berada di luar cafe. Dania yang baru turun dari angkutan umum dan Azka yang berjalan menuju mobilnya.


Dania menghentikan langkahnya saat Azka berjalan semakin mendekatinya.


"Besok pagi aku tunggu di ruangan Dokter Tantan, bayi dalam perut mu harus di periksa." Ucap Azka kemudian balik badan tanpa menunggu jawaban dari Dania. Tapi, sesaat Azka akan membuka pintu mobil, tangan Azka terdiam ketika Azka tertampar dengan jawaban dari Dania.


"Kak Azka tidak perlu repot-repot menemani ku. Karena Kak Almeer dan aku sudah ke dokter memeriksakannya kemarin sore. Dia baik-baik, sangat sehat, perkembangannya pun sangat bagus." Ucap Dania dari tempatnya.


Ingin mendebat dan melarang Dania untuk tidak ditemani siapa pun selain dirinya sebagai ayah dari calon bayi yang ada di dalam kandunganya. Tapi, ini di tempat umum dan Azka tidak ingin lagi melakukan kesalahan untuk yang kesekian kalinya yang dapat menyebabkan Dania susah. Maka dari itu Azka hanya bisa mengangguk tanpa membalik lagi badannya kemudian masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas meninggalkan cafe miliknya.


Dania segera menghapus air matanya yang jatuh tanpa permisi. Rasanya sangat sakit sekali. Tapi Dania kini punya Almeer yang bisa diajaknya bicara hal apa pun. Sebab Almeer sudah tahu permasalahan pelik di dalam hidupnya.


Perkataan Dania terus saja terngiang, pikirannya kini menjadi sangat tidak tenang. Azka merasa tidak rela jika posisinya digantikan oleh Almeer atau pria lain di luar sana. Tapi, dirinya bisa berbuat apa sekarang?. Dengan perlahan menjauhi Dania, berarti Azka mengakui kalau dirinya memang salah karena pada kenyataannya Joanna dan Radit berselingkuh dibelakangnya.

__ADS_1


Karena tidak memiliki tujuan lain, Azka kembali lagi ke rumah, lebih baik dirinya berbicara dengan Barata dengan apa yang terjadi diantara Dania dan juga sahabatnya.


.....


Seperti tahun-tahun sebelumnya, Azka dan Joanna selalu akan memperingati hari jadi mereka yang sangat bersejarah bagi keduanya. Dan sekarang pun begitu. Joanna si penggagas rencana sudah menyiapkan semuanya untuk Azka.


Empat jam menjelang malam spesial telah tersusun rapi dan cantik, bahkan Joanna telah menggunakan jasa WO untuk mempercantik perayaan hari jadi mereka. Jika tidak ada insiden itu, mungkin perayaan hari jadi mereka terasa lebih istimewa dan bermakna di mana mereka telah menjadi pasangan suami istri.


Tapi, sayangnya nasib berkehendak lain untuk hubungan mereka berdua. Keduanya memiliki jalan ceritanya sendiri di balik hubungan mereka yang sangat baik dan serasi.


Joanna dan Azka sedang menuju tempat yang telah disiapkan oleh Joanna. Tempat yang sangat istimewa karena malam itu, Joanna akan membawa Azka tidur satu ranjang dengan dirinya.


Semuanya sudah dipersiapakan Joanna dengan sangat matang, sebab untuk memperkuat lagi posisinya untuk menjadi Nyonya Azka Narendra.


"Bagaimana sayang, kamu suka?." Tanya Joanna pada Azka saat mereka sudah sampai di sebuah unit apartemen mewah yang di sewa oleh Joanna.


Tangan lentik Joanna sudah berdengger di dada Azka yang kancing kemejanya dibiarkannya terbuka. Sehingga Joanna dapat melihat jelas, dada bidang yang belum pernah disentuhnya.


Joanna sedikit tercengang kala Azka menyebut namanya, sebab sering kali Azka memanggil dirinya dengan sebutan sayang. "Semoga ini bukan pertanda buruk." Batin Joanna.


Tidak lama kemudian terdengar alunan musik yang sangat romantis yang di putar oleh Joanna. Musik yang menjadi lagu kesukaan mereka berdua yang wajib ada di saat-saat momen romantis mereka.


Joanna menuntun tangan Azka untuk duduk di kursi yang sudah dihias. Di mana di atas meja yang sudah di hias juga sudah ada wine, makanan ringan, bunga mawar dan lilin aroma terapi.


Sungguh sangat memanjakan mata dan Joanna sang berharap kalau Azka akan tersentuh hati dan sisi kejantanannya supaya mereka bisa berakhir di tempat tidur.


"Bersulang." Joanna mengangkat lebih dulu gelas cantik berisi wine lalu meminta Azka untuk melakukan hal yang sama dengan dirinya.


"Bersulang." Azka mengikuti apa yang Joanna perintahkan.


Keduanya minum wine terlebih dulu, tatapan Joanna begitu fokus pada wajah tampan Azka yang lebih memabukkan dari wina yang sedang diminumnya.

__ADS_1


"Mau berdansa?." Malam ini Joanna begitu agresif, dirinya bangkit sambil mengulurkan tangan kearah Azka dan Azka menerimanya.


Azka sudah memegangi pinggang Joanna, tangan Joanna pun sudah melingkar pada leher Azka. Wajah keduanya semakin dekat, tubuh mereka pun ikut merapat semakin intim.


Tapi, sayang sejurus kemudian yang di lihat Azka bukan Joanna lagi yang ada dihadapannya saat ini. Melainkan Dania dengan senyum manis yang dimilikinya.


Azka tersenyum memandangi wajah cantik Dania yang beberapa hari selalu memenuhi isi kepalanya.


Tangan Azka bahkan kini sudah naik ke atas guna mengelus kulit lembut itu. Azka melihat Dania yang memejamkan mata karena sentuhannya yang lembut. Joanna menyambut Azka yang akan mencium bibirnya, hal yang jarang yang dilakukan Azka padanya. Dan Joanna sangat yakin kalau malam ini bisa membawa Azka tidur bersamanya.


Cup


Joanna yang menempelkan bibirnya terlebih dulu, hingga pada detik berikutnya Azka menyadari bukan bibir Dania yang saat ini bermain pada bibirnya. Dengan kasarnya Azka mendorong tubuh Joanna hingga membentur meja.


"Awww...sayang. Kenapa mendorong ku?." Tanya Joanna merasa aneh pada sikap Azka.


Azka terpaku ditempatnya kemudian dia berkata yang sanggup meruntuhkan dunianya.


"Aku akhiri hubungan ini."


"What?."


"Kedua orang kita sudah tahu, team WO sudah berhenti bekerja. Jadi tidak akan ada pernikahan antara kita, karena semuanya sudah selesai."


"Tidak!...ini tidak mungkin!...pasti kamu bercanda kan sayang?."


Azka menggeleng lalu memperlihatkan sebuah video yang sangat di kenal Joanna.


"Radit, geli!."


Dengan tubuh yang bergetar Joanna berusaha meraih ponsel Azka yang memutarkan adegan dirinya dan Radit di pintu hotel beberapa waktu lalu.

__ADS_1


__ADS_2