Azka Narendra

Azka Narendra
Bab 12 Azka Narendra


__ADS_3

"Kak Azka!."


Dania memekik kaget saat Azka keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk kecil pinggangnya. Dania tidak tahu jika pria yang tadi memanggilnya adalah suruhan dari Azka, kalau tahu begitu Dania tidak akan pernah datang ke ruangan ini.


Dania segera mendekati pintu saat bahaya sedang mengancam dirinya, tapi sayang pintu itu sudah terkunci secara otomatis dan hanya Azka yang bisa membukanya.


"Kak Azka, tolong buka pintunya!." Dania menjauh dari pintu ketika Azka mendekatinya.


"Jangan jual mahal kau, ***@***!. Kau sama murahannya dengan wanita yang di pinggir-pinggir jalan." Azka murka dengan penolakan Dania.


Sedangkan Azka melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Dania menggoda Adnan dan kedua sahabatnya dengan senyum manisnya. Lalu sekarang kenapa Dania menolaknya?. Pikirnya.


"Kak, aku mohon buka pintunya!. Biar kan aku keluar dari sini!." Dania sudah terpojok dan tidak bisa pergi lagi dari cengkraman Azka.


"Kau boleh keluar setelah melayani ku." Azka meraih tangan Dania lalu menguncinya ke belakang dengan satu tangan.


"Kenapa aku harus melayani, Kak Azka?. Aku tidak melakukan kesalahan, Kak Azka." Dania menggeleng lemah ketika tangan kekar Azka melepaskan kancing kemeja putih Dania.


Azka membenamkan wajahnya pada ceruk leher Dania, bibirnya mengecup kulit lembut itu hingga terdengar suara merdu Dania yang sudah dinantikan oleh Azka.


"Ahhh..."


"Kau selalu melakukan kesalahan pada ku di setiap waktunya, Dania. Jadi kau harus mendapatkan hukuman yang setimpal dari ku." Azka sudah berhasil melepaskan seragam bagian atas Dania, sehingga apa yang sudah dibayangkannya kini terlihat jelas oleh matanya.


"Aku menginginkan mu, Dania." Dengan begitu lirih Azka mengatakan itu sambil menempelkan bibirnya pada dada Dania. Mengecupnya berulang kali, sesekali menghisapnya kuat yang meninggalkan jejak kemarahan di sana.


"Aahhh...kenapa Kak Azka tidak melakukan ini pada calon istri, Kak Azka?." Dania mencoba kembali untuk melepaskan diri, tapi tenaga yang dimiliki Azka jauh lebih besar berkali-kali lipat dari pada tenaganya.

__ADS_1


Azka sudah tidak bisa mendengar penolakan dari Dania lagi, Azka begitu fokus untuk segera mendapatkan apa yang diinginkannya dari tubuh indah Dania.


Selama berpacaran dengan Joanna, Azka selalu sanggup menahan setiap gejolak rasa yang datang padanya hingga mampu tetap membuat Joanna dalam keadaan suci. Sampai malam naas itu terjadi, di mana dirinya mendapati Joanna yang sedang terisak tanpa sehelai benang pun menempel pada tubuhnya. Berdua bersama pria brengsek yang telah merusak apa yang telah dia jaga.


Mengingat kembali hal itu, Azka semakin menggila terhadap tubuh Dania yang sudah berada di bawah kuasanya dengan tubuh indah yang telah polos.


Tanda kemerahan sudah bertebaran hampir di setiap inci tubuh Dania, Azka ingin memberitahu semua orang kalau dirinya adalah pemilik tubuh indah Dania.


"Jangan, Kak Azka!." Dania merapatkan kedua kakinya sekuat tenaga.


Azka cukup berusaha untuk bisa memasuki inti tubuh Dania yang dihalangi oleh kedua kakinya. Bukan Azka namanya kalau tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, meski harus dengan cara memaksa.


"Aahhhh...." Desah Azka cukup panjang karena dia sangat menikmati penyatuan dengan tubuh Dania yang sudah diinginkannya sejak tadi.


Berbeda dengan Dania yang hanya bisa memekik,saat lagi-lagi Azka menerobos paksa untuk bisa memasuki inti tubuh Dania yang sudah sangat membuat Azka melayang.


Kenikmatan yang didapatkan dari tubuh Dania sangat luar biasa, Azka sangat mengakui itu. Sampai Azka melupakannya ada Joanna yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


"Aahh...Dania." Azka dengan sadar menyebut nama itu sambil menatap pemilik nama yang sedang menangis di bawah tubuhnya.


Tangan Azka terulur mengusap air mata Dania lalu menciumi seluruh wajah Dania penuh perasaan. Ada perasaan menggelitik hati Azka saat menatap wajah bersemu merah itu. Meski Dania sangat menolak apa yang sedang Azka lakukan terhadap tubuhnya. Namun ada perasaan hangat kala mendapati perlakuan Azka yang sangat lembut.


Tapi Azka dan Dania sama-sama tidak tahu apa nama perasaan tersebut.


Sementara di kampus, Joanna sudah hilir mudik ke sana kemari mencari keberadaan Azka namun tetap tidak ada. Pandangan Joanna justru menangkap pemandangan lain di mana pria itu menatap lembut kearahnya.


"Raditya." Gumam Joanna sambil memperhatikan sekeliling guna memastikan tidak ada siapa pun yang melihatnya sebelum dirinya menghampiri Radit.

__ADS_1


"Datang ke hotel biasa tempat kita, kita bertemu jam 9 malam."


Radit hanya mengangguk saja sebelum Joanna pergi lagi dari hadapannya. Radit tahu jika malam itu pasti meninggalkan bekas di hati Joanna sehingga Joanna tidak bisa pergi dengan mudah dari dirinya.


Joanna kembali bergabung bersama Almeer dan Shaka yang masih duduk tenang di kampus sambil memantau cafe yang di kelola oleh mereka. Di mana suasana dalam cafe tersebut sedang ada antrean panjang lagi.


Tentu saja Almeer dan Shaka sangat senang, bisnis yang pertama mereka kelola sangat di sukai banyak orang. Ini juga merupakan keberhasilan Azka dalam membangunkan kerajaan bisnis tanpa campur tangan nama besar kedua orang tuanya.


"Kalian tahu di mana Azka saat ini?."


Keduanya menjawab serempak. "Enggak."


"Dari tadi kami di sini memantau cafe. Jadi mana tahu di mana Azka sekarang." Lanjut Almeer sambil menatap wajah Joanna.


"Ponselnya pun tidak bisa dihubungi, tidak biasanya Azka seperti ini." Timpal Shaka mengangkat wajahnya sembari menatap Almeer.


"Kau benar, entah apa yang terjadi pada Azka?." Balas Almeer menimpali ucapan Shaka.


"Kalian berdua memanasi ku?. Tidak mungkin Azka menyukai wanita lain atau bersama wanita lain saat ini, karena aku tahu kalau cintanya Azka hanya untuk ku." Ucap Joanna ketus pada Almeer dan Shaka lalu pergi menuju keluar kampus.


Joanna sangat meyakini kalau Azka tidak akan pernah berpaling darinya, buktinya Azka mau menerima dirinya meski sudah tidur bersama Radit. Tapi mungkin di sini Joanna lupa, kalau Azka menerimanya karena kasus pelecehan bukan suka rela menyerahkan dirinya pada Radit.


Sementara orang yang sedang di cari Almeer, Shaka dan Joanna baru saja menuntaskan hasratnya untuk yang kedua kali di atas tubuh Dania. Azka hanya memberinya jeda tidak lebih dari setengah jam, jadi saat Dania sudah rapi dengan seragamnya. Azka kembali menyerang tubuh Dania, tapi kali ini Azka melakukannya dengan penuh lemah lembut meski Dania tetap memberikan perlawanannya.


Azka menatap wajah cantik Dania yang sedang mengatur nafasnya. Wajah cantik yang dipenuhi oleh sisa keringat dari percintaan mereka. Wangi tubuh Dania bercampur dengan tubuhnya sehingga membangkitkan lagi gairah Azka yang tidak pernah padam untuk Dania.


"Satu kali lagi sebelum masuk kerja." Azka langsung membalik tubuh Dania yang masih lemas sehingga membelakanginya, Dania pun tidak bisa melawan saat Azka menginginkan tubuhnya lagi.

__ADS_1


Melakukan penyatuan dengan gaya seperti ini semakin membuat Azka tidak mau melepaskan tubuh indah Dania.


__ADS_2