Azka Narendra

Azka Narendra
Bab 62 Azka Narendra


__ADS_3

Tubuh langsing Salma ditarik paksa seseorang hingga masuk ke dalam satu ruangan kosong. Kedua mata Salma membulat sempurna ketika di ruangan itu hanya ada dirinya dan Almeer. Ya, Almeer adalah pria yang telah membawanya ke ruangan tersebut.


Entah kenapa Almeer merasa kesal dengan teriakan Salma yang ingin juga dilamar oleh Shaka. Padahal baru beberapa hari yang lalu pertunangan mereka batal atas permintaan Salma.


Cepat sekali Salma berpindah hati sementara dirinya baru menyadari kalau dirinya tidak mau jauh dari Salma karena kebaikan wanita itu selama mereka bersama.


"Ada apa Kak Almeer membawa ku ke tempat ini?."


Salma mendekati pintu dan hendak membukanya tapi tangan Almeer sudah mengunci pintu dan membuang sembarang kunci tersebut.


"Kak, kenapa dibuang kuncinya?. Kita jadi tidak bisa keluar dari tempat ini." Salma kesal pada Almeer yang semaunya saja.


Namun itu sengaja dilakukan Almeer supaya mereka memiliki waktu untuk berbicara dari hati ke hati. Kalau bisa Almeer tetap ingin berhubungan dengan Salma tanpa harus mengarah pada yang serius terlebih dulu. Karena Almeer harus meyakinkan dulu hatinya.


Salma mendatangi tempat jatuhnya kunci namun tidak ada. Salma sampai mengacak rambutnya karena frustrasi harus berdua Almeer di tempat yang tidak seharusnya.


"Kamu mencari ini?."


Almeer menunjukkan kunci pada Salma yang langsung saja dimasukkan ke dalam pakaiannya setelah Salma mendekat.


"Kak, buka pintunya!."


"Lebih mendekat pada ku!." Perintah Almeer tidak terbantahkan.


Salma menggeleng lemah dengan tatapan mereka sudah saling mengunci.


"Kamu mau keluar dari sini bukan?. Maka lebih mendekatlah pada ku!." Perintah Almeer sedikit melunak namun masih tegas.


Dua langkah Salma lebih dekat menuju Almeer.


"Lebih dekat lagi, Salma!."


Dua langkah lagi Salma semakin mendekati Almeer.


"Aku sudah dekat, Kak. Jadi tolong segera buka pintunya!." Sekarang Salma yang balik memerintah pada Almeer. Tapi pria itu malah menggeleng, justru Almeer meminta Salma untuk maju dua langkah lagi kearahnya.

__ADS_1


Karena ingin cepat keluar dari tempat itu, tanpa menghiraukan semuanya Salma sudah tidak memiliki jarak dengan Almeer. Sehingga keduanya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.


"Kak Almeer..."


Hampir saja Salma memejamkan matanya karena sentuhan punggung tangan Almeer pada wajahnya.


Salma berusaha menjauh saat Almeer akan mencium bibirnya karena Salma tidak ingin ciuman pertamanya jatuh pada pria yang tidak mencintainya. Tapi, pinggangnya sudah dibelit kuat oleh tangan Almeer.


"Kak Almeer..." Jari Almeer menelusuri bibir Salma yang memakai pewarna, namun tidak meninggalkan jejak pada jari Almeer.


"Oh, Salma..."


Untung saja Salma masih bisa memalingkan wajahnya dari Almeer. Jika tidak, mungkin saat ini bibir mereka sudah bertemu. Karena Almeer mencoba mencium bibir ranum Salma.


Tangan Almeer yang berada di punggung Salma, mengelus punggung yang terbuka itu dengan ibu jarinya. Sehingga menimbulkan sensasi yang mampu membakar gairah Salam.


Salma semakin merapatkan tubuhnya pada Almeer dan terjadilah ciuman yang sangat diinginkan oleh Almeer dan pada akhirnya Salma juga menerimanya.


Cup


Salma dan Almeer sama-sama diam, belum menggerakkan bibir mereka. Entah apa yang ingin mereka selami dengan ciuman tersebut.


"Akhirnya kamu menjadi istri ku." Azka melabuhkan kecupan sayang pada kening Dania cukup lama lalu membantu Dania melepaskannya aksesoris yang menempel pada rambutnya.


"Apa Kak Azka senang?." Tanya Dania pada pantulan Azka yang ada di dalam cermin yang ada didepannya.


"Tentu saja, sayang. Itu adalah hal terindah yang terjadi pada hidup ku. Anak dan istri terhebat ku."


Azka membawa Dania naik ke atas tempat tidur setelah pakaian mereka tanggal semua.


"Papa dan Mama meminta kita kembali ke rumah mereka setelah kamu melahirkan, supaya kamu ada yang membantu. Karena aku ingin kamu melanjutkan kembali sekolah mu yang tertinggal karena aku."


Dania menatap dalam manik pria yang ada di atas tubuhnya. "Apa aku harus kembali ke sekolah di saat mereka sudah tahu perbuatan..."


"Ssstttt...kita akan lanjutkan lagi nanti pembicaraan ini, sekarang aku hanya ingin bercinta dengan istri ku dan melepas rindu pada jagoan ku."

__ADS_1


Azka langsung membungkam mulut Dania dengan bibirnya. ******* dan pagutan menuntut balasan dari Azka tidak bisa Dania hindari. Dania pun membalasnya dengan tidak kalah agresifnya.


Satu jam telah berlalu, Azka sudah menyiapkan makanan dan buah-buahan untuk wanita yang baru berstatus istrinya. Dania tersenyum manis melihat kesibukan Azka karena ingin memenuhi kebutuhan dirinya dan juga calon bayi mereka.


Keduanya dikejutkan dengan Almeer dan Salma yang keluar dari ruangan yang berada di depan meja makan. Di mana Azka dan Dania sudah duduk manis guna menyantap hidangannya.


"Kalian!."


Azka dan Dania sama-sama menatap dua sejoli yang baru keluar dari sana dengan penampilan yang sedikit acak-acakan. Almeer dan Salma berdiri di depan pasangan pengantin baru tersebut.


"Aku sakit melihat Dania menikah, tapi ternyata aku lebih sakit saat Salma berteriak menginginkan Shaka." Aku Almeer pada mereka bertiga.


"Kak Almeer..." Ucap Dania dan Salma bersamaan.


"Aku minta maaf karena telah berada di tengah kalian. Sekarang, aku tidak akan melakukannya lagi karena aku sudah memiliki Salma." Lanjut Almeer mendekati Azka lalu mengulurkan tangannya sebagai permohonan maaf yang tulus dari seorang sahabat.


Dengan cepat dan sigap Almeer bangkit lalu menjabat tangan Almeer kemudian memeluknya.


"Apa yang menjadi milikku tidak akan pernah menjadi milik orang lain." Dengan sombongnya Azka kembali mengatakan hal itu.


Namun itu lah persahabatan mereka, tidak pernah tersinggung untuk perkataan yang memang benar adanya.


"Dania, aku minta maaf karena sudah memaksa mu."


"Tidak Kak, jangan minta maaf pada ku. Justru aku sangat berterima kasih karena Kak Almeer sangat baik pada ku." Dania menghampiri Almeer lalu mengajaknya bersalaman. Almeer pun menerimanya dengan tangan terbuka.


"Semua uang yang kau keluarkan untuk Dania dan calon bayi kami akan aku transfer."


"Ha...ha...ha...bagaimana kalau cafe itu saja untuk hadiah pernikahan ku dan Salma." Canda Almeer yang ternyata mendapatkan anggukan serius dari Azka. Namun mendapatkan protes dari Salma.


"Deal!."


"Siapa juga yang mau nikah sama Kak Almeer?." Salma langsung berdiri di samping Dania dan Azka.


"Lalu apa yang kita lakukan barusan?."

__ADS_1


"Kak Almeer!." Salma langsung memukul lengan Almeer cukup kencang namun tidak terasa apa pun bagi Almeer.


"Ha...ha...ha..." Semuanya tertawa lepas ketika Almeer dan Salma saling mengejar berlarian mengelilingi Azka dan Dania.


__ADS_2