Azka Narendra

Azka Narendra
Bab 58 Azka Narendra


__ADS_3

Medina langsung menempel pada Radit saat Almeer ingin mendekatinya. Radit hanya tersenyum melihat Medina yang menghindari Almeer. Hal itu terlihat juga oleh Rusli, tapi Rusli bersikap biasa saja. Dia tidak ingin membuat kesalahan lagi dengan menyakiti Inara. Medina sudah menjadi bagian dari masa lalunya.


"Aku pinjam tangan Kak Radit sebentar." Setelah mengatakan itu setengah berisik dan tanpa menunggu persetujuan dari Radit, Medina langsung menautkan tangannya pada tangan Radit sambil tersenyum tipis dan Radit membalasnya hangat.


Almeer hanya mampu menatap Medina dan Radit dari tempatnya berdiri saat ini dengan raut wajah yang tidak suka.


"Aku merasa kalau Kak Almeer memperhatikan Medina dan Kak Radit, iya enggak sih?." Bisik Salma pada Fathia yang hanya diangguki oleh sahabatnya itu.


"Aneh enggak sih?. Ada apa ya?." Tanya Salma lagi berbisik pada Fathia.


"Coba saja kamu tanya Kak Almeer." Saran Fathia dan Salma hanya mengangguk.


Hari semakin sore, mereka semua bisa pulang dengan tenang dan senang setelah pada akhirnya satu persatu bisa menemui Dania di dalam kamarnya dengan durasi perorangnya tidak lebih dari dua puluh menit. Karena mengingat kondisi Dania yang sedang hamil besar. Tapi, itu sudah lebih dari cukup atas kemajuan yang ditunjukkan oleh Dania hari ini.


"Kamu senang?." Tanya Zayyid saat mereka duduk santai di meja makan, karena Dania sudah merasa sangat lapar.


"Sangat senang." Jawab Dania sembari mulai makan satu persatu buah yang sudah dikupas dan dipotong-potong oleh Zayyid.


Zayyid melihat itu pada wajah cantik Dania, memang tidak ada kebohongan di sana, Dania benar-benar sangat bahagia dengan hari ini.


Seperti malam-malam sebelumnya, Dania dan Zayyid akan tidur dalam satu ruangan kamar tidur. Hanya beda tempat tidurnya saja, gunanya ya tentu saja untuk mempermudah Zayyid mengawasi Dania setiap saat.


Durasi tidur Dania saat ini sudah jauh lebih baik dari kedatangan pertama mereka ke tempat ini. Jika pada awal-awal hanya mampu sampai tiga jam saja dan itu harus duduk dan bersandar pada Zayyid. Kalau sekarang sudah bisa 5 atau sampai 7 jam setiap malamnya. Itu juga berbaring di tempat tidur seorang diri. Namun hanya sesekali saja akan terbangun karena bayangan-bayangan itu muncul lagi.


Malam ini Dania sudah duduk di pinggir tempat tidur, menunggu Zayyid yang sedang mandi di kamar mandi luar. Karena kamar mandi yang ada di dalam kamar hanya digunakan oleh Dania saja.


Tidak berselang lama Zayyid masuk dan melihat ada yang aneh dengan penampilan Dania malam ini. Dania terlihat lebih berani dengan pakaian yang sedikit pendek dari biasanya.

__ADS_1


"Apa pendingin di ruangan ini tidak berfungsi?." Zayyid mengerutkan dahinya merasa heran. Lalu memeriksa AC dan mencoba remotnya tapi tidak ada masalah sama sekali.


"Tidak, aku sih merasa biasa saja. Tapi kalau Kak Zayyid merasanya lain, aku tidak tahu." Jawab Dania lebih rileks.


Zayyid duduk di kursi kebesarannya sambil memangku laptop, karena sambil menunggu Dania tertidur dirinya akan bermain dengan laptop itu.


Lagi-lagi Zayyid merasa heran, karena sudah jam 1 malam tapi Dania belum juga tidur. Padahal biasanya jam 10 atau jam 11 malam Dania sudah terlelap.


"Apa ada yang kamu pikirkan, Dania?. Kenapa jam segini kamu belum tidur?. Apa ada yang membuat mu tidak nyaman?." Zayyid berdiri lalu duduk di sebelah Dania yang sudah berbaring.


"Kak Zayyid..." Zayyid merasa Dania manggilnya dengan sangat mesra.


"Ada apa?." Zayyid menatap perut Dania yang terus saja bergelombang karena ada pergerakan dari dalam sana.


"Kamu lapar?." Lanjut Zayyid bertanya lagi.


Dengan cepat Dania menggelengkan kepalanya.


"Tolong usap-usap perut aku, jagoan ku di dalam sana sepertinya menendang-nendang terus. Sudah aku elus-elus tapi enggak mau diam. Aku jadi kasihan kalau aku tinggal tidur Kak." Pinta Dania sambil menurunkan sedikit selimutnya. Perut besar itu sangat terlihat bergelombang.


Zayyid menatap perut Dania dan memang benar apa yang dikatakannya.


Tangan Zayyid segara terulur dan kini sudah berada di atas permukaan perut Dania yang terhalang selembar kain. Perlahan tapi pasti Zayyid menggerakkan tangannya, mengusap seluruh permukaan perut Dania karena calon bayinya bergerak hampir di semua tempat.


"Hai jagoan..." Zayyid menyapa bayi Dania setelah Zayyid mendengar suara dengkuran halus yang berasal dari Dania.


"Sepertinya kamu sangat aktif di dalam sana, sehat-sehat terus ya di sana." Lanjut Zayyid sambil sesekali melirik kearah Dania, takutnya Dania akan terganggu oleh suaranya.

__ADS_1


Ingin rasanya Zayyid mengecup perut Dania yang terus saja mendapatkan respon dari setiap usapannya, dari jogaan kecilnya di dalam sana.


Hingga tanpa mempedulikan apa pun lagi, Zayyid menundukkan kepalanya mengarah pada perut Dania. Sampai pada detik selanjutnya bibir itu sudah mendarat di atas permukaan perut Dania yang bergerak untuk beberapa saat.


"Aku akan selalu ada untuk mu dan Dania, jagoan ku. Aku akan menjaga kalian dengan cara ku sendiri." Bisik Zayyid pada perut Dania. Sehingga kini tidak ada pergerakan lagi dari dalam sana, seakan bayi itu mengerti dan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zayyid.


"Tidur lah yang nyenyak bersama Mommy mu, aku akan menjaga kalian." Lanjut Zayyid sambil memberikan kecupan terakhirnya pada perut Dania lalu Zayyid kembali menyelimuti perut Dania.


Tanpa Zayyid sadari, keluar air mata mengalir dari ekor mata Dania yang terpejam. Yang sebenarnya Dania dapat mendengarkan semua apa yang telah dikatakan oleh Zayyid pada bayinya di dalam sana.


Zayyid memberanikan diri untuk mengecup kening Dania sebelum pindah ke tempat tidurnya.


Cup


Cukup lama Zayyid mendaratkan kecupan pada kening Dania yang dibarengi dengan air mata yang berjatuhan. "Aku sangat mencintai mu, Dania. Apa pun kondisi mu sekarang dan nanti. Maaf kan aku yang tidak bisa melindungi kalian dengan baik, terutama melindungi mu." Kata-kata itu Zayyid ucapnya dengan sangat pelan sambil menahan tangisannya.


Lalu Zayyid bangkit dan berpindah ke tempat tidurnya.


"Kak Azka!." Seru Dania dengan mata yang sudah terbuka saat melihat punggung Zayyid yang membelakanginya.


Deg


Zayyid segera balik badan dan melihat kearah Dania yang ternyata sudah duduk bersandar pada kepala tempat tidur.


"Kak Azka!." Seru Dania lagi ketika Zayyid diam mematung ditempatnya.


"Aku Zayyid bukan Azka!." Dengan tegas Zayyid mengatakan itu pada Dania.

__ADS_1


"Kamu bermimpi?." zayyid bersikap biasa saja lalu kembali mendekati Dania dan duduk disampingnya.


Dania melihat perutnya yang sudah tenang dan itu karena orang yang dikiranya sudah melupakannya tapi ternyata orang itu sangat dekat dengan dirinya selama ini.


__ADS_2