Bad Brother

Bad Brother
Chapter 10


__ADS_3

Hujan bercampur angin pun turun, gadis itu terduduk dengan bersandar di pembatas ranjang, sedangkan Juno terlihat diam di sudt ranjang dengan posisi duduknya, terjadi keheningan di kamar tersebut, keduanya hanya terdiam sambil mendengarkan gemuruh dan tetesan air hujan. Selin mendekati Juno yg saat itu tatapannya tertuju pada jendela yg terbuka


"Kaaa?? selin mendekatkan dirinya menyentuh tangan kekar juno. Pemuda itu hanya mengalihkan pandangannya ke arah tangan yg selin sentuh lalu melirik ke bola mata hitam kecoklatan milik selin.


"Aku, itu aku,"


Selin sangat terganggu denagn kegugupannya, gadis itu lantas menghirup banyak udara untuk sedikit merilexan dirinya. pandangannya tertuju ke sepasang mata coklat milik juno.


"Kenapa sih kakak dingin banget sama aku? maksud aku itu, apa kakak gak mau pernikahan mama sama papa terjadi?"


Juno hanya terdiam tanpa mengatakan hal apapun, wajahnya tetap saja dingin tanpa ekspresi.


"Euh aku, itu cuma omong kosong, lupain ajah" Ujar selin yg sedikit ketakutan dengan tatapan tajam pemuda tersebut.


Juno beralih dari tempat duduknya, ia menghampiri jendela yg terbuka lalu menutupnya. pemuda itu memalingkan tubuhnya menatap selin yg saat itu juga sedang menatap juno.


"gue gak pernah permasalahin pernikahan papa sama mama"


Mendengar jawaban tersebut selin terkejut, pemuda itu akhirnya merespon ucapannya, tentu saja hal ini sangat selin nantikan, obrolan obrolan kecil yg ia pikir bisa mempererat tali persaudaraannya dengan juno.


"Trus kenapa sikap kaka dingin banget sama aku, deket aku ajah kayanya jiji banget,"


Selin sangat memanfaatkan hal ini untuk mencecar juno dengan beberpaa peetanyaan yg terus saja mengganggu jalan pikirannya.


"Karna gue gk mau jadi sodara lo." Celetuk juno dengan spontan sehingga membuat selin semakin terkejut. Gadis itu beranjak mendekati juno ia meraih tangan juno agar mendapat jawaban yg cukup jelas


"Apa maksud kakak??? kenapa kakak gk mau jadi sodara aku? aku salah apa?"


Juno terdiam dengan tatapan dinginnya, gadis itu benar benar sangat sensitif terhadap hal hal kecil, ia akan terus mencecar juno sebelum juno memberikan jawaban yg memuaskan.


"Lo yakin mau denger alesan gue?"


Juno menarik dan menekan pinggang selin untuk sedikit lebih dekat dengannya. selin kembali menelan salivanya karna terkejut dengan apa yg juno lakukan, matanya membulat sempurna, terlihat jelas pantulan dirinya di dua bola mata pria tersebut.


"Kak, lepasin aku kenapa kaka gini?" Ujar selin sedikit canggung dan gugup.


Juno tidak sama sekali membiarkan selin untuk terlepas dari dirinya, Juno menatap mata sendu bibir tipis berwarna pink sedikit pucat, deru nafasnya menggebu tangan kirinya menyingkirkan rambut yg menutupi wajah cantik sempurna tersebut debgan lembut.


"Jangan banyak tanya, kalo.lo gak maubgue ngalakuin sesuatu sama lo." Ujar juno dengan senyum tipisnya.


selin kembali melebarkan matanya tubuhnya bergetar ketakutan ia tidak menjawab satu patah katapun menatap sepasang mata liar yg menatap dirinya.


"Aku, aku gak bakalan tanyain hal ini lagi, aku janji" Ujar selin dengan gugup.


Juno lantas melepaskan gadis itu dan meninggalkannya sendirian, ia sedikit menutup keras pintu ruangan tersebut membuat selin semakin ketakutan.

__ADS_1


*****


"Gak ada hari selain nyiksa gue, dasar rektor tua bangka, ngeselin nyebelin."Celetuk maudy tersandung hingga menjatuhkan beberapa bukunya. ia meraih buku itu kembali namun ada sosok pemuda yg telah menginjaknya


"Haahhh? astaga buku gue."


Maudy mendongakan wajahnya, mata yg sudah menggenang menatap kesal pria yg tidak sadar sudah menginjak buku miliknya


"Apa lo butaaa??? lo nginjek buku gueeeee" Rengek maudy dengan kepanikan karna buku itu salah satu buku yg rektor kiler berikan padanya.


"Apaaaa???," Ken lantas melepaskan penutup telinganya dengan santai


"Apa?? kenapa lo nangis?" Ujar ken sedikit kebingungan


"Lo nginjek buku guee, itu buku dari kampus, liat ini kotor." Ujar maudy menangis tersedu sedu


Ken merasa bersalah meskipun ia melakukan hal itu tanpa sengaja, ia lantas mengambil buku tersebut dan membersihkannya


"Udah, udah, cuma sedikit kotornya maaf gue gk sengaja" Ujar ken memberikan buku itu kembali.


Namun maudy tetap menangis karna hal sekecil apapun rektor itu pasti akan mengerjainya.


"Usttt, udah jangan nangis, nanti cantiknya ilang" Ujar ken menghapus air mata yg membasahi pipi maudy.


gadis itu menatap sendu ken dengan sedikit kesal, namun ken berhasil meredamnya dengan sikap lembutnya pada maudy.


Maudy merasa dirinya memang saat itu telah menyelak antrian hanya terdiam, tanpa mengeluarkan satu patah katapun.


"Maafin gue ya sekali lagi, gue gak sengaja"


ken lantas meraih tangan maudy dan meletakan bukunya di tangan wanita cantik tersebut, ia kembali memasang penutup telinga yg mengeluarkan suara musik musik kesukaannya sambil berlalu. maudy hanya memperhatikan pemuda itu dari kejauhan, ken bersiap menyebrang namun terdengar suara klakson yg sangat keras tetapi ken tidak menggubrisnya karna penutup telinga tersebut telah mensunyikan segalanya.


"Tiddd tidddddd, Rem blongg awasss" Teriak lelaki paruh baya yg mengendarai mobil tersebut.


"Kennn awassssss" Teriak maudy namun ken tidak menggubrisnya


"Kennnn,"


Bruakkkkk.... maudy berlari dan langsung mendorong ken hingga keduanya terjatuh, ken tepat berada di atas maudy


"Duhhhhh,"


"Maudy? lo ngapain si? ken beranjak dari atas tubuh maudy ia melihat mobil yg hampir menabraknya, semua orang di sekitar memperhatikannya


"Woyyyy" Teriak ken yg merasa kesal kepada mobil tersebut

__ADS_1


"Maudy lo gak papa kan? ada yg sakit? sorry gua gk tadi nutup telinga gue jadi gk denger" Ujar ken


Maudy beranjak membersihkan dirinya, ia sedikit merasa pusing akibat benturan kepalanya yg terkena aspal.


"Gue baik baik ajaa" Ujar maudy dingin


"Nggk lo gk baik baik ajh, kepala lo luka,"


Maudy lantas menyentuh dahinya yg terasa perih.


"Aww"


Ken menarik tangan maudy dan membawa gadis itu untuk mengikutinya


"Ehh mau kemana???"


"Ikut ajh"


Langkah keduanya terhenti di sebuah rumah besar milik ken, ia hanya tinggal sendiri, orang tua yg sibuk mengurus pekerjaan membuat ken leluasa membawa seorang gadis keluar masuk kedalam rumahnya.


"Lo duduk disini" ujar ken, ia mengambil kotak p3k di lemari besarnya.


maudy menyentuh nyentuh lukanya, ia mengambil cermin di tasnya untuk melihat luka di dahinya, tidak parah namun rasanya lumayan sakit.


"Bodohhh, cuma karna ken doang, muka mulus gue jadi lecet begini" Celetuk maudy


"Gue denger lohh" Ujar ken yg datang menghampiri maudy, ia lantas menempelkan kafas dan membasuh luka tersebut dengan tangannya.


"Aduh pelan pelan sakit" Celetuk maudy sedikit garang


"Bawel"


"Awwwww pelannn, perihhhh"


Ken merasa maudy yg sangat cerewet langsung mendaratkan bibirnya, membungkam mulut maudy hingga maudy terkejut dengan tindakannya.


"Hahhhh, lo apa apaan si, dasar mesum" Celetuk maudy


"Lo bawel sihhh"


"Dasar gk waras" ujar maudy dengan kesal yg langsung meraih tas beranjak dari duduknya


"Eh lo mau kemana?"


"Pulang" Jawab maudy kesal dan dingin

__ADS_1


next, like vote dan komennnπŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­β€οΈπŸ’‹


__ADS_2