Bad Brother

Bad Brother
Chapter 26


__ADS_3

Semenjak Selin dan Juno saling mengutarakan perasaannya masing-masing, kini mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama, bahkan hubungan mereka semakin erat, meskipun di hadapan kedua orang tuanya, mereka tidak segan untuk mengumbar kemesraan dengan beralaskan, saling menyayangi antar sodara.


Malam ini tepat malam minggu, Selin dan Juno menutuskan untuk keluar, menghabiskan malamnya berduan bersama juno. tujuan mereka berdua malam ini adalah sebuah pekan raya di pusat kota, tentu saja selin yg memiliki ide semacam ini, karna rasa cinta dan sayangnya terhadap selin, pemuda itu menurut saja, demi kebahagiaan gadis yg ia cintai tersebut.


"Stop kak disini ajah" Ucap selin melebarkan senyumnya.


Saat itu juno mengiyakan ucapan selin dan langsung memarkirkan mobil tersebut, tepat dimana yg selin inginkan.


"Kenapa disini?" Ucap juno


Mata pemuda itu melirik ke kiri dan ke kanan, di hadapan keduanya memang terlihat pemandangan langit yg kosong, tanpa di halangi pepohonan sedikitpun, kebetulan cahaya bulan cukup terang, beberapa bintang pun tampak terlihat, seolah menyempurnakan malam tersebut.


"Kamu tau gak? tiap taun aku sering dateng ke tempat ini, dan itu keren banget, tepat tengah malem nanti bakalan ada kembang api disana" Selin menujuk ke sebuah arah, bibirnya terus memancarkan senyum bahagia.


"Mmm sama siapa kamu dateng kesini?" Juno mengerutkan dahinya, dalam batinnya tentu pasti selin akan menjawab dengan seorang pria, yg bisa di bilang mantan kekasihnya.


"Tentu ama maudy lah"


Gadis itu tertawa lebar, ia merasa geli setiap kali mengingat hal tersebut, bahkan sering menganggap dirinya tidak normal karna setiap kali berpergian pasti selalu bersama maudy, sahabatnya.


"Tapi sekarang aku bahagia" Selin menyimpulkan senyumnya, pandangannya menatap kedua bola mata hitam kecoklatan milik juno. "Aku bisa dateng kesini sama orang yg aku sayang".


Mendengar hal tersebut juno hanya membalas senyuman selin, ia mendekatkan wajahnya pada selin, hidung keduanya menempel sempurna, detak jantung selin sudah mulai tidak beraturan, seolah akan terlepas dari tempatnya.


"Kenapa kita harus jadi sodara si kak?"

__ADS_1


Selin memulai pembicaraan, batinnya terasa sakit setiap kali mengingat status keduanya, ya meskipun mereka berdua sudah menjalin hubungan terlarang tersebut.


"Gak usah bahas ini lagi sel, aku sayang sama kamu, aku mau kamu jadi milik aku, bukan jadi adik aku" ucap juno, pria itu meraih tengkuk wajah selin, terlihat jelas mata gadis itu yg menggenang membuat juno tidak tega melihatnya.


Tentu saja juno tahu apa yg di khawatirkan selin, perasaan kedua orang tuanya, bagaimana jika mereka semua tahu. Namun juno tetap tidak ingin melepaskan adik tirinya tersebut, ia sangat mencintai selin, dan tidak akan pernah membiarkan gadis itu bersama dengan pria lain.


"Aku sayang kamu kak"


juno langsung memeluk selin, ia bahkan meraih bibir gadis itu dengan lembut. mobil dengan kaca hitam tersebut menguntungkan bagi keduanya, suasana di langit sudah ramai di hiasi oleh suara ledakan kembang api. keduanya sangat menikmati malam tersebut di tambah penyatuan bibirnya, yg seolah sama-sama tidak ingin saling melepaskan.


Dipotong...


Juno melepaskan dirinya dari selin, ia kembali ke posisi duduknya tepat di kemudi mobil, membiarkan selin yg saat itu sudah dalam keadaan tidak karuan.


Napas selin terenggal, bibirnya menganga dengan sexy menatap pria yg di sebelahnya tersebut.


Tangan gadis itu meraih botol minuman tersebut, selin langsung meminumnya dengan napas yg terengah-engah, ketika matanya melirik ke arah depan, tidak sengaja gadis itu mendapati pantulan dirinya di cermin, matanya membulat ketika melihat noda merah di lehernya.


"Kak kenapa di merahin lagi si"


Selin langsung menggerutu pada juno, bagaimana tidak, jika mama alda melihat noda ini lagi, ia pasti akan lebih membatasi gerak gerik gadis itu lagi.


"Maaf sel gak sengaja."


"Ya terus gmna? kalo mama liat dia pasti marahin aku lagi, masa ia aku harus bilang ini bekas kecupan kamu" Tegas selin mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Tutupin ajah si, gitu ajah repot."


"Tutupin pake apa? aku gk bawa syal?" Selin semakin kesal dengan sikap juno yg seolah tidak memikirkan apa yg akan di lakukan mama alda pada gadis itu, jika mama alda mengetahuinya.


"Iya sel, nanti beli di jalan." tegas juno


"Kamu mau nyuruh aku beli syal? keadaan aku udah kaya gini, nanti kalo orang-orang liat gimana?"


Juno menghela nafasnya dengan kasar, gadis ini benar-benar sangat cerewet, padahal juno juga mengerti, ia tidak mungkin menyuruh gadis itu turun untuk membeli syal, sudah pasti juno lah yg akan turun dan menyuruh selin menunggu di dalam mobil.


"Sel lo bisa diem gk? gue tau apa yg harus gue lakuin, bawel banget jadi cewe."


"ih kok kamu galakin aku."


"Gue gk galak astaga."


Selin tidak menjawab satu patah katapun, ia memalingkan wajahnya dengan kesal menatap ke arah luar dari balik kaca, bibirnya masih mengerucut, wajahnya masih di tekuk kesal.


"Untung gue sayang lo sel, kalo gak"


Belum sempat juno menyelesaikan ucapannya, namun gadis itu langsung memotongnya menatap juno dengan tajam.


"kalo gak apa?"


Juno terkekeh, ia lebih memilih diam tidak menggubris ucapan selin yg saat itu terlihat sangat kesal padanya.

__ADS_1


NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN VOTE YG BNYK😍


__ADS_2