Bad Brother

Bad Brother
Chapter 61


__ADS_3

"Maaf Sel, gue gak bisa." ucap Maudy menolak halus.


Selin kebingungan, ia sudah menjelaskan bahwa kedatangannya kesini adalah, untuk mengajak Kenia masuk ke sekolah yang sama dengan Kelvin. Akan tetapi dengan alasan yang tidak jelas Maudy menolaknya, tentu hal itu membuat Selin bertanya-tanya.


"Kenia ikut om sama Kelvin sebentar ya." ucap Selin.


"Loh kemana Sel?"


"Udah kamu ajak Kenia sama Kelvin beli eskrim dulu sana." celetuk Selin.


Pria jangkung itu menurut saja, ia langsung mengangkat tubuh kecil Kelvin dan menggandeng tangan Kenia. untuk mengajaknya keluar.


Dengan raut wajah dingin, Selin mengerutkan dahi menatap Maudy dengan tajam.


"Jawab pertanyaan gue, alesan lo itu sama sekali gak logis." tegas Selin


Maudy menelan salivanya, ia membalas tatapan Selin dengan wajah yang memucat, entah ia harus mencari alasan apa lagi, kali ini Selin terus saja menyudutkannya. Padahal alasannya sebenarnya menolak ajakan Selij untuk menyekolahkan Kenia bersama Kelvin, itu karna gadis cilik itu tidak mempunyai identitas yang jelas, atau bahkan identitas kelahirannya saja tidak ada, karna untuk membuat hal itu tentunya harus mencantumkan nama sang Ayah.


Gerak tubuh Maudy bisa dengan jelas terbaca oleh Selin, dilihat dari raut wajah wanita itu, memang terlihat jelas, jika Maudy sedang menyembunyikan sesuatu dari sahabatnya tersebut.


Maudy beranjak, ia mencoba berlalu dari hadapan Selin.


"Lo mau kemana?"


Selin langsung mencengkram tangan Maudy, dan menghadangnya agar gadis itu tidak pergi.


"Lepas Sel, gue mau ke kamar mandi." ucap Maudy


Seolah tidak percaya, Selin terus mencengkam tangan gadis itu dan menatapnya dengan intens.


"Lo gak bisa bohongin gue, jawap apa sebenernya alesan lo, gak mau nyekolahin Kenia." tegas Selin

__ADS_1


Raut wajah Maudy berubah, matanya menggenang, ia terus berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari Selin, hingga semuanya sia-sia, dan tubuh Maudy melemas seketika.


Air matanya terjatuh, ia menatap Selin dengan penuh kesedihan, akhirnya Maudy membuka topengnya, selama ini ia selalu terlihat baik-baik saja di depan semua orang, akan tetapi jauh dari lubuk hatinya, ia begitu banyak menyimpan beban pikiran.


Tentu saja Maudy sendiri memikirkan masa depan Kenia, ia juga ingin menyekolahkan Kenia. segala sesuatunya harus melampirkan identitas, dan Maudy tidak bisa memecahkan masalah tersebut sendirian.


"Nangis. luapin semua, gue kenal lo udah lama, gue tau lo lagi ada masalah. Apa yang sebenarnya terjadi? siapa suami lo? siapa ayah Kenia."


Maudy memeluk Selin, ia menangis di pelukan gadis itu dengan begitu deras, deru nafasnya bahkan terasa sangat berat, seketika tubuh Maudy bergetar.


"Gue belum nikah." ucap Maudy dengan suara bergetar.


Hal tersebut berhasil membuat Selin terkejut, pertanyaan di dalam otak Selin semakin bertambah.


"Terus? Kenia? jawab gue Kenia anak siapa? lo ngambil dia di panti asuhan atau gimana?"


Maudy masih terisak, ia hanya menggelengkan kepalanya begitu Selin memberikan asumsi, jika Kenia adalah anak asuhnya.


"Jawab gue, Kenia anak siapa? lo di perkkosa?" Kenia anak hasil pemerkkosaan?"


"Jawab gue Maudy." tegas Selin.


"Kenia anak, Kenia anak K-ken."


Mata Selin membulat sempurna, ia sendiri tidak tahu bagaimana Maudy dan Ken menjalin hubungan, karna saat itu Selin sendiri sibuk menyelesaikan masalah hubungan terlarangnya dengan Juno.


"Ke-kenapa bisa? Jadi lo sama Ken pernah-"


Maudy menganggukan kepalanya, ia tidak menyangkal dan megerti apa yang akan Selin katakan.


Beberapa waktu sebelumnya...

__ADS_1


Setelah terakhir pertemuannya dengan Selin, Maudy juga tidak pernah bertemu dengan Ken, ia disibukan dengan tugas dari kampus dan tidak memiliki cukup banyak waktu untuk bersenag-senang.


Maudy berjalan melewati caffe yang sering ia dan Ken kunjungi, senyumnya terpancar begitu ia mengingat setiap kejadian yang terjadi padanya dan Ken disana. dari mulai awal pertengkarannya dengan Ken, akibat Maudy menyerobot antriannya, bahkan sampai Ken hampir mengalami kecelakaan, dan juga pertemuan lainnya yang tidak di sengaja.


"Manisan."


Sorot mata gadis itu tertuju pada penjual buah dan manisan, entah kenapa Maudy begitu menginginkannya, padahal tidak biasanya ia tertarik pada jajanan seperti itu.


"Kayanya enak banget."


Gadis itu melangkah ia membeli begitu banyak manisan buah, hampir semua pilihan buah di dalam box es tersebut Maudy beli.


"Astaga, ini sih namanya pemberosan." ucap Maudy


Sesegera mungkin ia kembali kerumah, keadaan rumah memang selalu sepi, Sang Ayah memang sangat jatang berada di rumah karna urusan pekerjaan.


Maudy langsung menuju dapur, untuk mengambil piring, sampai pada akhirnya ia berlalu menuju kamar.


Belum sempat ia menyantap manisan tersebut, Maudy langsung meletakan manisan tersebut, dan ia langsung berlalu menuju kamar mandi.


Uwegkhhkkk..


Maudy memuntahkan cairan bening dari perutnya, tiba-tiba saja ia merasa mual, tubuhnya lemah dan kepalanya terasa sangat berat.


"****** gue."


Gadis itu mengambil ponselnya di dalam tas, ia melihat agenda bulanannya, dan benar saja Maudy sudah telat datang bulan beberaap hari ini.


"Masa sih gue hamil?"


Gadis itu masih terlihat tenang, tidak seperti gadis lainnya, yang belum mandapat status pernikahan akan gelisah, ketakutan setengah mati, jika menyadari kehamilan.

__ADS_1


**GAK APDOL KALO GAK BIKIN PENASARAN MAH :D


LIKE DAN KOMEN YANG PANJANG, NANTI UPNYA CEPET🤧 VOTENYA JUGA YANG BANYAK**


__ADS_2