Bad Brother

Bad Brother
Chapter 57


__ADS_3

LIKE DUKU KOMEN DULU VOTE DULU YANG BANYAKKK... NANTI LANJUTNYA BANYAK JUGA HAHAAA


***


"Gak mau aku mau pulang sekarang." Ucap Kenia.


Gadis itu terus saja menangis dan merengek meminta pulang pada Maudy sang Mama, padahal jam saat itu sudah menunjukan pukul tengah malam, awalnya Kenia biasa saja, terlelap bersama Kelvin, tetapi tiba-tiba saja ia terbangun dan meminta pulang.


"Yaudah oke, udah Kenia nangisnya berenti, kita pulang sekarang." tegas Maudy


Gadis kecil itu menurut, ia langsung meringankan tangisannya dengan bibir mengerucut, dan sangat menggemaskan.


"Tapi ini udah malem."


Selin mencoba menahan Maudy dan menenangkan Kenia, agar menunggu esok hari untuk pulang. Namun Kenia malah kembali mengeraskan volume tangisannya dan memaksa sang Mama.


"Iya Kenia, udah jangan nangis lagi." ucap Maudy


Selin menghembuskan nafasnya pelan, ia terpaksa membiarkan Maudy dan Kenia pulang malam ini, sejujurnya Selin sangat tidak tega, membiarkan Maudy dan Kenia pulang, tapi ia juga mengerti, di umur Kenia yang sama besarnya dengan Kelvin, tentu Selin tahu sulitnya meyakinkan sang Anak, jika anak tersebut sudah amat menginginkannya.


"Nih kunci mobil gue."


"Apaan? udah gue naik taksi ajah." tegas Maudy


Selin terkekeh, bagaimana mungkin Maudy akan mencari taksi diwaktu tengah malam seperti ini? itu hal yang menggelikan bukan.


Juno dan Selin mengantar Maudy melangkah menuju pintu utama, kunci mobil tersebut sudah ada di tangan Maudy, seketika raut wajah Selin berubah, begitu melihat Ken datang kembali, padahal Selin berpikir mungkin saja Ken tidak akan datang, karna ini sudah jam tengah malam, tapi jika kembali mengingatnya, Ken selalu datang kapanpun tanpa kenal waktu, setelah dirinya bertengkar hebat dengan Nesa.

__ADS_1


"Mau kemana lo?" ucap Ken


Selin langsung mengambil kunci mobilnya yang berada di tangan Maudy.


"Eh kok di ambil Sel?"


Selin melebarkan senyumnya menatap kearah Maudy dan Ken, "Iya kan udah malem, ada Ken, biar Ken ajah yang nganterin lo pulang, gue baru inget. mobil Juno kempes, besok dia harus pale mobil gue."


Mata Maudy membulat begitu mendengar pernyataan Selin, apa ini? kenapa harus Ken yang mengantarnya.


"Tapi-"


"Ayo Ken sana, anterin Maudy, maaf ya Ken malem ini Juno belum dapet jatah ranjang." ucap Selin secara terang-terangan, sampai Juno membulatkan matanya malirik ke arah Selin. Tentu Juno sangat mengerti, sepertinya Selin sengaja melakukan hal ini, agar Ken tidak berlama-lama di rumahnya, dan Juno bisa tidur bersama Selin. meskipun pertengkaran kecilnya belum berakhir dengan kata maaf.


"Gue ngerti."


"Mamy ayo pulang."


Kenia kembali merengek, menangis di pelukan sang Mama, dengan terpaksa Maudy pun mengiyakan hal tersebut, dan berjalan mengekor di belakang Ken, menuju mobilnya.


Senyum Selin terus terpancar, ketika memperhatikan Ken dan Maudy berlalu dari hadapannya, sekilas Ken dan Maudy nampak seperti pasangan muda yang bahagia.


"Aku tau kamu sengaja kan." ucap Juno dengan nada terendah


Selin melirik ke arah Juno dengan tatapa kejam, "Kalo iya kenapa?"


Juno terkekeh, ia sangat percaya diri sepertinya sang istri sudah sangat merindukan sentuhannya.

__ADS_1


"Yaudah Ayo."


"Kemana?"


"Bikin dede kecil buat Kelvin."


Juno memeluk sang istri dari belakang, seperti pria tanpa dosa, padahal Selin masih kesal dengan dirinya yang selalu memilih menemani Ken dari pada dirinya.


"Gak usah mimpi, aku mau tidur sama Kelvin." tegas Selin ketus.


Gadis itu langsung menutup pintu utama, ia bahkan melepaskan tangan Juno yang melingkar di atas perutnya dengan kasar.


"Sel udah dong maafin aku."


Juno mengekor dibelakang sang istri yang saat itu sudah melangkah menaiki tangga.


"Kamu minta maaf karna ada maunya."


"Kamu juga mau kan?"


"Gak aku gak mau!!"


Tanpa aba-aba Juno langsung menarik tangan Selin hingga gadis itu hampir terjatuh, saat melangkah menaiki tangga.


"Kamu apaan si? aku bisa jatoh." tegas Selin, tatapannua begitu marah dan kesal pada Juno, yang terus mengabaikannya selama beberapa hari.


"Terserah."

__ADS_1


Pria jangkung itu langsung meraup bibir Selin dengan penuh kelembutan, seolah sudah tidak ingin mendengar ocehan Selin, Juno langsung memberikan sentuhan lembutnya pada sang istri, Juno sangat tau, sentuhan lembutnya pasti selalu bisa meluluhkan kemahrahan Selin. Dengan tangan yang mulai menggerayangi tubuh Selin, Juno memainkan permainannya dengan sangat terlatih, hingga membuat Selin pasrah setelah pria jangkung itu mengangkat tubuhnya, berjalan menuju kamar.


__ADS_2