Bad Brother

Bad Brother
Chapter 59


__ADS_3

Keduanya sedang berada di dapur, entah kenapa ingatan Ken terlintas, saat dimana ia dan Maudy pernah melakukan sesuatu di dapur. Begitupun juga dengan Maudy, ia juga mengingat suatu hal, yang saat ini sedang Ken pikirkan.


"Kenapa dia jadi ngikutin gue kedapur? perasaan gue jadi gak enak" Gumam Maudy dalam batinnya.


Jantung Maudy berdetak lebih cepat dari biasanya, darahnya bergejolak, gadis itu benar-benar tidak nyaman jika harus mengingat masa lalunya dengan Ken.


"Ken, ngobrolnya di ruangan lain yu, biar lebih enak."


"Ranjang maksud lo?" ucap Ken dengan begitu santai.


Mata gadis itu membulat, sipat asli Ken akhirnya keluar, inilah Ken yang Maudy kenal, selalu berbicara sembarangan, dan Mampu membuat Maudy terkejut mendengar ucapan-ucapan mesum Ken.


"Bu-bukan ranjang juga."


"Kan kata lo ngobrol enak."


Maudy berlalu dengan santai, sambil membawa secangkir kopi untuk Ken, di ikuti oleh pria jangkung itu, yang mengekor di belakangnya. ucapan Ken benar-benar selalu sukses membuatnya Merinding.


"Nih minum kopinya."


Maudy merekahkan senyumnya pada Ken, ia terduduk di soffa ruangan tersebut, dan langsung menyalakan Televisi dengan santai.


"Lo belum jawab pertanyaan gue?" ucap Ken


"Pertanyaan yang mana?"


Ken menajamkan tatapannya ke arah Maudy, sedangkan gadis itu asik menatap kelayar Televisinya.


"Ayah Kenia dimana? kenapa lo bisa pisah?"


"Oh ayah Kenia ada." ucap Maudy santai


"Iya kenapa lo pisah?"


Ken terus saja memojokan Maudy, meskipun saat itu Maudy terlihat tenang dan santai. menanggapi pertanyaan yang berulang kali Ken lemparkan.


"Ayah Kenia nikah sama cewek lain."


Ken terkekeh mendengar ucapan Maudy, entah apa yang ada didalam pikiran pemuda itu sekarang, dan Maudy tanpa sadar mengatakan hal itu secara terang-terangan pada Ken.

__ADS_1


"Kenapa gue bilang ini sama Ken, mampuss gue." Gumam Maudy dalam batinnya.


"Jadi lo di selingkuhin?" ucap Ken, setelah mendapat jawaban, ia terus melemparkan pertanyaan baru pada Maudy.


"Gak juga."


"Lah terus itu?"


Lagi-lagi Maudy terpojoki, atas ulahnya sendiri, gadis itu tersenyum apatis, menatap wajah Ken, dengan penuh kegugupan.


"Udah cepet minum kopinya, udah mau pagi lo gak pulang?" celetuk Maudy, tujuannya saat itu hanya untuk mengalihkan topik pembicaraan, yang sedang Ken bahas.


"Dua jam lagi boleh?" ucap Ken dengan ruat wajah memelas.


Ini saatnya untuk Maudy berbalik melemparkan pertanyaan, yang pasti tentunya akan sulit Ken untuk menjawabnya. Pertanyaan itu tidak lain adalah sesuatu hal yang Selin ceritakan padanya, Maudy hanya ingin mendengar hal tersebut dari mulut Ken langsung.


"Kenapa? Nesa gak marah lo pulang pagi?"


"Gue lagi berantem sama Nesa." celetuk Ken.


Di luar dugaan, ternyata pemuda itu langsung menjawabnya tanpa berpikir.


"Kenapa?"


"Sama cewek lain?"


"Sama Lo!"


Lagi-lagi Maudy di kejutkan oleh pernyataan Ken, sedikit kebingungan, kenapa ia jadi sasaran permasalahan yang terjadi antara Ken dan Nesa.


"Kok jadi gue?"


Ken tersenyum tipis menatap Maudy, ia meraih secangkir kopi yang mungkin saat ini sudah hangat, untuk ia nikmati.


"Gara-gara Selin bahas dapur."


"Dapur?"


Wajah Maudy merona, ia merasa terjebak atas pertanyaan yang ia lemparkan sendiri pada Ken. kenapa sesuatu yang Ken dan dirinya bahas selalu mengarah pada dapur.

__ADS_1


"Iya dapur, tentu lo masih ingetkan."


Maudy menelan salivanya, ia mencoba melirik ke arah lain, menyembunyikan wajahnya dari Ken. Gadis itu tidak menjawab satu patah katapun.


"Ken gue ngantuk, lo mending pulang bujuk Nesa deh."


Ken mendekatkan dirinya pada Maudy, ia bahkan sekarang duduk tepat di sebelah Maudy, dengan jarak yang sangat berdekatan.


"Kenapa?"


Ken menatap dua bola mata indah milik Maudy, ia bahkan memangkas jarak wajah diantara keduanya, hingga kedua pasang mata itu saling bertemu dan menatap satu sama lain.


Detak jantung keduanya berdetak kencang, bahkan bisa dikatakan kedunya saling mendengar detakan jantung tersebut.


"Ke-kenapa apanya." Maudy gelagapan begitu Ken menatapnya dengan begitu intim.


"Lo selalu ngalihin pembicaraan setiap kali bahas dapur."


Astaga, ternyata Ken menyadarinya, menyadari jika Maudy memang selalu berdalih jika obrolannya mengarah kedapur, dari mulai saat hidangan makan malam di rumah Selin, Maudy bertingkah aneh, di saat Ken menghampirinya kedapur, Maudy lagi-lagi bertingkah aneh, dan sekarang gadis itu kembali terlihat aneh, saat pertanyaanya berakhir dengan topik dapur.


"Ke-Ken, lepasin gue." ucap Maudy dengan suara bergetar.


"Lo belum jawab pertanyaan gue."


Maudy menelan salivanya, tubuhnya bergetar, jarak antara wajahnya dengan wajah Ken hanya beberapa senti, dan deruan nafas Ken bahkan sangat terasa menjalar di wajahnya.


"Ken-"


Maudy mencoba mendorong tubuh pria itu, akan tetapi tubuh Ken cukup kuat untuk menahannya, Ken bahkan menekan punggung Maudy, agar gadis itu tidak menjauh darinya.


Ken semakin mendekatkan wajahnya, bahkan Maudy pun mengetahui setelah ini apa yang akan terjadi, mata gadis itu terpejam begitu Ken terus menekan kepalanya, mencoba menyatukan bibirnya tersebut, dengab bibir Maudy.


"Mamy."


Ken langsung mendorong tubuh Maudy begitu ia mendengar suara Kenia, yang memanggil ibunya.


**LIKE KOMEN DAN VOTENYA YANG BANYAK.


GUYS TOLOMG RAMAIKAN SEKALIAN, TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI KARYA BARUKU, JUDULNYA :

__ADS_1


- Istri Gadis Ayahku


BANTU BINTANG LIMA SAMA KOMEN LIKE DAN VOTENYA OKEEE**


__ADS_2