
"Mamah aku mau ikut sama kak Selin." Jerit Stela, gadis itu terus saja menarik dress yang Selin kenakan.
"Eh Stela itu baju kak Selin jangan di tarik-tarik, nanti dede bayi di dalem perutnya marah."
Mariane mencoba menenangkan gadis kecil yang sangat manja pada Selin, keduanya sangat cepat menjalin keakraban.
"Hahaha, enggak mah aku yang udah gangguin Stela dari tadi, dia takut aku tinggal."
Mama Mariane menggelengkan kepalanya, pantas saja Stela sangat agresif, ternyata ia sendirilah yang mengganggunya.
"Mau kemana si Sel?, tangan Stela sampe gak mau lepas."
"Aku mau ke minimarket sebentar, nunggu mama balik dari dapur jadi aku gangguin Stela ajah." ucap Selin yang terus tertawa kegelian melihat kelakuan sang adik.
"Yah Sel mama lagi panggang kue, kamu berdua ajah sama Stela gapapa?."
Selin menganggukan kepalanya, tangan Stela pun terlepas dari mini dres di atas lutut yang Selin kenakan, Selin menggandeng tangan gadis itu menuju mobil, keduanya tampak saling memancarkan senyum yang berbinar.
Karna Selin merasa bosan di rumah akhirnya ia memutuskan untuk pergi keluar, usia kandungan yang sudah memasuki usia 7 bulan membuat Selin sedikit aktif untuk bergerak, karna Mariane sendiri yang mengatakan jika seorang ibu hamil jangan hanya bermalas-malasan, Selin harus melakukan aktifitas meskipun tidak berat.
"Kamu mau Apa Stel?"
Gadis itu berlari menuju box lemari Escream, ia mengambil begitu banyak Escream dan coklat batangan di sana.
"Kamu mau stok buat natalan?" ucap Selin kegelian
Bibir Stela mengerucut, gadis kecil itu sangat sensitif hanya mengatakan hal itu saja ia langsung menekuk wajahnya.
"Astaga, anak siapa si kamu, gemesin"
Selin menggandeng tangan kecil Stela, Selin berkeliling mencari beberapa barang yang ia butuhkan.
"Kamu pegang ini, kakak mau ambil kotak susu dulu."
__ADS_1
Selin mengambil sebuah kotak susu untuk ibu hamil, ia bahkan membaca komposisi dalam kotak tersebut, gadis itu sangat memperhatikan takaran gizi demi kesahatan bayinya.
"Aduh kak."
Stela menjatuhkan semua eskrim yang ada di keranjang, gadis kecil itu langsung memasang wajah memelas, seorang pria yang berdiri membelakanginya pun sampai ikut membantu Selin untuk merapikan kembali belanjannya tersebut.
"Te-"
Mata Selin membulat sempurna ketika menyadari pria tersebut adalah Juno.
"Sel kamu?."
Juno tak kalah terkejut ketika melihat gadis di depannya adalah Selin, bahkan dengan keadaan perut yang membuncit.
Tubuh Selin bergetar, ia langsung menarik tangan Stela mencoba lari dari hadapan Juno.
"Ayo De, kita pulang."
"Sel tunggu Sel."
"Sel tunggu, dengerin aku dulu Sel."
Juno menahan langkah Selin dengan menarik tangannya.
"Lepas."
Stela pun hanya menatap kedua orang dewasa yang sedang bertengkar di hadapannya, matanya tidak mengedip sedikitpun.
"Sel kenapa kamu gak pernah mau dengerin aku." tegas Juno meninggikan suaranya
Mendengar hal tersebut Selin tidak terima, ia bahkan menampar sang kakak dengan amat keras di hadapan Stela, gadis kecil yang tidak mengerti apapun itu amat keasikan menyaksikan hal tersebut.
"Plakkk."
__ADS_1
"Dengerin apa lagi?, aku gak butuh penjelasan kamu, aku udah gak mau liat wajah kamu! jadi sebaiknya kamu pergi dari hadapan aku sekarang."
Selin kembali menarik tangan Stela, ia kembali melangkahkan kakinya membawa gadis itu pergi dari hadapan Juno.
"Sel tunggu aku minta maaf Sel, dengerin penjelasan aku dulu."
Selin terkekeh, di saat semuanya sudah hancur kedua orang tua mereka sudah meninggal Juno baru mengatakan hal ini.
"Aku gak butuh maaf kamu."
"Sel aku moh-"
Belum sempat Juno menyelesaikan ucapannya, raut wajah Selin berubah, ia terlihat meringis menahan sakit di bagian perutnya.
"Ahh." Selin terus memegangi perutnya
"Kak Selin?"
Stela mengeratkan genggamannya pada tangan Selin, wajah Stela terilhat memelas ketakutan.
"Sel kamu kenapa Sel."
Juno mencoba membantu gadis itu, meskipun tangannya selalu di tepis oleh Selin.
"Sel kamu baik-baik ajah kan?"
"Lepas ahh."
Selin meringis, ia mencoba menguatkan dirinya menuju mobil sambil tanpa melepaskan tangannya dari Stela.
"Sel tunggu Sel."
"Ahhhh" Selin menjerit kesakitan, terlihat darah segar mengalir dikakinya membuat Juno langsung mengankat tubuh gadis itu dan membawanya kerumah sakit.
__ADS_1
KALIAN JAHATðŸ˜ðŸ˜ POKONYA KALIAN JAHAT, AKU MAU HIATUSðŸ˜ðŸ˜