
"Papa tau kamu masih mencintai Juno, kamu harus ngalahin ego kamu, demi anak kalian, dia juga butuh figur seorang ayah Sel."
Mendengar hal tersebut tentu Juno mengerti, jika ia sudah mendapatkan jalan untuk menebus kesalahannya dari ayahnya Selin.
"Om saya mau nikahin Selin." Tegas Juno, pemuda itu dengan santai mengatakannya, ia pikir memang hal ini harus ia katakan.
Bagaimana pun juga ia sangat mencintai Selin, tujuannya sekarang adalah mendapat penerimaan kembali dari gadis itu, dan juga kelurganya.
"Kamu gk waras ya." Tegas Selin
"Terserah kamu mau bilang apa, yang jelas aku serius sama ucapan aku barusan."
"Tapi aku gak mau, aku udah gak mau liat wajah kamu."
"Aku tau kamu bohong!!" tegas Juno.
Keduanya terus saja beradu mulut, hingga membuat bayi mungil mereka merengek mendengar suara keributan tersebut.
Juno yang menyadari hal tersebut mendekati anaknya, namun saat itu Selin berteriak menghentikanya.
"Jangan, kamu jangan sentuh anak aku." teriak Selin
"Tapi dia anak aku juga!!."
"Enggk dia bukan anak kamu."
Menurut Stive keduanya masih saja bertingkah kekanak-kanakan, Selin yang masih meninggikan egonya, dan Juno yang tidak tahu bagaimana mengambil kembali hati Selin.
"Udah kamu tenang, kamu jangan egois gitu dong, bagaimana pun anak kamu juga butuh kasih sayang ayahnya."
Mariane merapikan rambut Selin yang sedikit berantakan, ia mengelus pucuk kepala gadis itu guna menenangkannya.
"Tapi selama aku hamil dia kemana mah?"
__ADS_1
"Sel kamu jangan keterlaluan ya, jelas-jelas aku selamu berusaha buat ngehubungin kamu, tapi apa? kamu malah kabur trus blokir kontak aku." Tegas Juno
Bibir Selin mengerucut, merasa hal itu memang ia lakukan, namun buka tanpa alasan, ia hanya sakit hati, ketika Juno memutuskan hubungan keduanya begitu saja, tanpa memikirkan bagaimana perasaan Selin saat itu.
"Karna kamu yang lari dari kenyataan."
"Aku gak lari, buktinya aku ada, aku mau nikahin kamu."
Pemuda itu menatap Selin dengan tajam, seolah sudah tidak bisa menyangkal ucapan Juno, gadis itu tertunduk di pelukan Mariane, tidak berani menatap sang kakak.
"Udah-udah,"
Stive mencoba menengahi pertengkaran Selin dan Juno, jujur saat itu ia tidak menyulitkan hubungan keduanya, mendengar Juno yang mengatakan jika dirinya ingin menikahi Selin, secara terang-terangan membuat Stive cukup kagum akan keberaniannya dan tanggung jawabnya.
"Dengerin papa Sel, semua keputusan ada di kamu, Juno kan udah jelasin semuanya, dia gak bermaksud lari dari kamu, malah sebaliknya, dia terus nyariin kamu, papa harap kamu gak salah ambil keputusan, demi anak kalian."
Gadis itu masih mengerucutkan bibirnya dengan keadaan memeluk Mariane, Selin sebenarnya bukan tidak ingin menikah dengan sang kakak, namun untuk mengatakan iya, ia sangat merasa gengsi.
"Sel?"
"Mmm?"
"Itu gimana? Juno mau nikahin kamu? kamu nolak?"
Selin masih terdiam, dengan wajah yang tertunduk.
"Mah, mungkin mereka mau ngobrol berdua, kita tinggal sebentar." ucap Stive
Kedua orang tersebut membiarkan Juno dan Selin untuk saling bicara, agar mereka saling menyadari kesalahan masing-masing, pemuda itu terus saja menatap bayi laki-lakinya di balik pembatas tabung yang terbuat dari kaca.
Suasana sangat hening, Selin yang tertunduk dengan rasa gugupnya, dan Juno yang sedari tadi hanya menatap buah hatinya.
"Jadi gimana? mau nikah atau enggak?" Ucap Juno
__ADS_1
Sepertinya pemuda itu juga merasa gengsi mengatakan hal tersebut, terbukti, ia mengatakan hal tersebut dengan suara terendah dan tidak berani menatap wajah Selin.
"Gak niat banget." Tegas Selin senada jengkel.
"Aku serius Sel"
"Ya, kalo serius kenapa ngomongnya kaya gitu."
"Aku cuma gak siap denger penolakan dari kamu." Ucap Juno dengan nada terendah
"Siapa juga yang mau nolak."
Pemuda itu memalingkan tubuhnya, ia menatap Selin yang saat itu sedang menahan senyum cantiknya.
"Jadi kamu mau nikah sama aku?"
"Hmmmm!!"
Juno langsung mendekati gadis itu, langsung memeluknya dengan erat sambil meluapkan rasa rindunya yang selama ini ia tahan.
"Sel, aku sayang kamu, maafin aku, aku gak ada maksud buat ninggalin kamu, aku cinta banget sama kamu Sel, tolong percaya sama aku."
"Aku percaya sama kamu kak, maafin aku juga ya, udah blokir kontak kamu, gak pernah kasih kamu kesempatan buat ngomong." Ucap Selin dengan mata yang menggenang.
Keduanya saling memandang dengan raut wajah penuh penyesalan, air mata Selin menetes, seketika ia teringat dengan masa lalunya bersama Juno, penyebab kehancuran segalanya.
"Jangan nangis, semua udah takdir, kamu milik aku."
Juno menyeka setiap tetes air mata yang membasahi wajah cantik Selin, pemuda itu tentu mengerti apa yang sedang Selin rasakan sekarang.
"Tapi kak-?"
"Ustt, jangan bahas hal itu lagi, kita bakalan nikah, besarin anak kita sama-sama."
__ADS_1
Juno merengkuh pucuk kepala Selin, ia kembali memeluk gadis itu dengan oenuh ketulusan.
NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTEEE😍