Bad Brother

Bad Brother
Chapter 72


__ADS_3

Juno memeluk tubuh Selin dari belakang dan mengecup bahunya. "Aku gak mau kamu terlalu ikut campur urusan mereka." ucap Juno penuh kelembutan.


"Aku gak ikut campur, coba deh kalo Maudy gak di gituin mungkin sampe sekarang Kenia gak bakalan pernah tau siapa bapaknya!" celetuk Selin.


Juno sangat mengerti tindakan sang istri hanya seolah-olah untuk membantu Maudy, akan tetapi Juno sendiri tidak ingin Selin terlibat terlalu jauh. "Aku ngerti, tapi..."


Cup...


Selin mengecup bibir Juno, menghentikan ucapan pria jangkung tersebut. "Aku tau batesan aku kok." ujar Selin, kemudian mengelus wajah tampan sang suami yang nyaris tanpa cacat.


"Aku kangen." Juno mengelus pah*a indah Selin dengan penuh maksud kemudian mendaratkan ciumannya di bibir sang istri.


"Mmmm... tunggu Kelvin tidur dulu." Selin mencoba melepaskan penyatuan bibir tersebut sebelum pada akhirnya mereka memulai aktifitas ranjang.


"Dia udah tidur, aku udah kunci pintunya dia gak akan masuk." ucap Ken kemudian mengecup buah dada Selij yang sudah tidak berpenghalang. "Nambah satu yu Sel..."


Selin mengerutkan dahinya dengan mata yang membulat. "Nambah apa?"


"Kelvin kayanya butuh temen." celetuk Juno dengan nada bercanda.

__ADS_1


Selin terkekeh, diumur Kelvin yang sedang nakal-nakalnya pria itu malah meminta anak tambahan yang mungkin saja akan semakin merepotkannya. "jangan dulu deh, aku ngurus Kelvin ajah kewalahan."


"Kan ada aku yang bantuin."


"Bantuin apa? nenangin Kelvin pas nangis ajah kamu gak bisa." celetuk Selin sedikit meledek.


"Aku gak bisa nenamgin Kelvin, tapi aku jago bikin Mamy-nya lemes di ranjang." sahut Juno dengan begitu percaya diri.


Memang terdengar menggelikan, tapi itulah yang sering keduanya lakukan. mengisi waktu dengan obrolan-obrolan tidak penting, untuk tetap mempertahankan keharmonisan rumah tangga.


"Aku sayang kamu, kak." ucap Selin.


Keduanya saling mencumbu saat api gairah sudah menguasainya, desahan indah dan jeritan manja dari mulut Selin menghiasi aktifitas tersebut. bahkan mereka masih saja seperti pengantin baru, dan setiap melakukan penyatuan tubuh Juno tidak pernah puas hanya dengan satu kali permainan. ia tidak akan berhenti sebelum Selin benar-benar lemah, karna bagi Juno kepuasan istrinya adalah hal yang utama, dalam hal ranjang maupun diluar aktifitas lainnya. Juno akan selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga kecilnya. karna kebodohannya pada masa lalu pernah membuat Selin benar-benar menderita, dan kehilangan segalanya.


***


"Ken! kalo kamu ninggalin aku, aku bakalan bunuh diri." jerit Nesa histeris. ia benar-benar sudah tidak tahan menerima sikap dingin Ken selama benerapa hari terakhir, tentu sebagai istri yang tidak sempurna Nesa sangat tkut untuk di ceraikan, apalagi Ken sang suami sudah mempunyai anak dari wanita.


"Nes kamu apa-apaan si?" tegas Ken, ia sendiri sudah geram dengan sikap sang istri yang terlalu posesif.

__ADS_1


Nesa meraih pisau tajam, dan mengarahkannya pada pergelangan tangan. "Kalo kamu ninggalin aku, aku bakalan mati." pekik Nesa.


"Jangan gila Nes! dia anak aku!"


"Lalu apa? aku juga istri kamu! istri mana yang rela nyerahin suaminya buat wanita lain, Ken." ucap Nesa lirih, seketika tubuhnya melemah. Nesa bersimpuh tidak berdaya dengan keadaan yang sangat menyedihkan.


Ken pergi begitu saja, ia membanting kemudi dan melajukan kendaraannya begitu saja meninggalkan Nesa. "Ahhhhhhhh...." pria itu memukul kemudinya dengan kesal, sangat sulit bagi Ken menentukan pilihan karna disisi lain ia tidak berani menyakiti hati sang istri. Namun buah hatinya pun tidak kalah penting karna ini menyangkut masa depannya.


Mobil tersebut terhenti di depan rumah Maudy, Ken dengan cepat melangkah untuk menemui ibu dari anak gadisnya tersebut.


"Ken?"


"Papaa..." Kenia berlari dan memeluk pria jangkung tersebut. "Jangan pergi, Kenia mau Papa disini sama Mamy."


Maudy menelan salivanya, ia terus menatap Ken dengan intens. entah sejak kapan gadis kecil itu mulai dekat dan terbiasa dengan kehadiran Ken. jelasnya Maudy tidak pernah mengajarkan Kenia ataupun menyuruhnya untuk terlalu dekat dengan pria jangkung tersebut.


"Kita harus bicara!" ucap Ken pada Maudy.


NEXT GUYSS LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


__ADS_2