
Langkah selin terhenti, ia memalingkam tubuhnya menatap juno tajam, matanya mulai menggenang sepertinya selin sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya terhadap juno
"Bruakkkk" Selin melemparkan semua makanannya di hadapan juno hingga membuat kedua pria itu terkejut
"Terus kenapa kalo aku jatuh cinta sama kakak? apa urusannya sama kakak, apa yg bakal kakak lakuin? gk ada kan?" Selin meninggikan suaranya, air matanya mulai berjatuhan, pengakuannya benar benar langsung membuat juno bungkam.
Gadis itu berlari meninggalkan juno dan ken, ia nampak sangat terlihat kesal dengan sikap juno yg terus menyinggungnya, hingga kekesalan itu membuat dirinya tidak sengaja mengatakan semua isi hatinya di deoan juno dan juga ken
"Ken dia, Dia, Gue gak salah dengerkan? dia"
Juno yg saat itu terkejut hingga tidak bisa mengedipkan matanya mendengar pernyataan yg keluar dari mulut selin
"Tunggu apa lagi? kejar bodoh" Ken mendorong juno agar pria jangkung itu segera mengejar adiknya
"Sel, Sel tunggu sel" Juno berteriak melangkahkan kakinya mengejar selin
Perasaan pemuda itu bercampur aduk, gelisah bimbang bahagia semuanya menjadi satu, bagaimana tidak, ternyata selin mengatakan isi hatinya tepat di hadapannya
"Sel buka sel"
Juno terus mengetuk pintu kamar selin tanpa henti, namun gadis itu tidak merespon sama sekali
"Sel bukaaa"
Juno terus berteriak hingga selin keluar dari kamar dengan bibir mengerucut mata menggenang dan wajah memerah akibat menangis
"Sel itu" Juno gugup, mulutnya terasa kaku ketika selin keluar dari kamar menemuinya, Namun wajah gadis itu tetap dingin, ia lebih memilih diam tanpa exspresi dan terus menundukan kepalanya
"Ta, Tadi gue gak salah dengerkan?"
__ADS_1
Juno menelan salivanya memberanikan diri untuk memulai pembicaraan, air mata itu kembali mengalir di wajah selin, ia mendongakan wajahnya menatap wajah tampan juno
"Maafin gue"
Juno memeluk selin dengan erat dengan penuh penyesalan
"Lepas" Selin mendorong tubuh kekar itu
"Tapi kenapa? lo sendiri yg bilang kalo lo udah jatuh cinta sama gue"
"Iya terus kenapa? kita tuh sodara, kenapa kakak nyudutin aku terus? itu semua salah, kenapa kakak mancing mancing aku terus"
Selin memukul dada juno dan menangis sejadi jadinya, tangan itu kembali melingkar di tubuh selin
"Karna gue juga udah jatuh cinta sama lo dari awal pertemuan kita"
Pemuda itu meraih wajah selin dan menatapnya, ia bahkan mengusap air mata yg membasahi wajah selin dengan tangannya
"Kita jalanin hubungan ini"
Juno menajamkan tatapannya dengan sendu menatap selin yg terus mengisakan tangisnya
"Tapi mama papa gimana? itu gak mungkin terjadi"
Seketika selin menghentikan tatapannya menatap dua bola mata hitam kecoklatan milik juno
"Mereka gak akan tau kalo lo gak ngadu"
Selin terdiam, perasaannya bimbang antara menolak atau mengiyakan ucapan kakanya, tangan juno meraih bahu selin, ia menatap mata selin dalam dalam
__ADS_1
"Gue sayang sama lo, tapi bukan sebagai adik gue" Juno terus meyakinkan selin
"Tapi kak"
Belum sempat selin menyelesaikan ucapannya, namun bibir mungil gadis itu sudah di bungkam terlebih dahulu oleh bibir lembut juno, tidak ada penolakan dari selin meskipun gadis itu tidak membalas ciuman juno, punggung selin di tekan agar sedikit lebih dekat dengan juno, pria itu benar benar mencium selin dengan lembut dan rakusnya.
"Lo percayakan sama gue" Juno melepaskan ciumannya dan mencoba meyakinkan selin
Selin hanya menganggukan kepalanya sambil menatap lirih wajah Juno, Ini adalah awal dari segalanya, mereka dengan lihai membodohi kedua orang tuanya menyembunyikan hubungan terlarang tersebut, meskip tidak ada hubungan darah namun selin dan Juno benar benar tidak memikirkan perasaan kedua orang tuanya yg sudah sangat percaya pada mereka berdua.
Hingga suatu ketika kedua orang tuanya pun kembali dari pulau bisnis yg sedang di jalankan papa aryan, Nampak selin dan juno sudah menunggu kedatangan kedua orang tuanya, gadis itu dan juno sampai memesan beberapa makanan untuk menyambut kepulangannya
"Hay ma, pa" Selin melebarkan senyumnya menatap kedua wajah papa mamanya
"Kenapa sih? kok keliatannya kalian berdua bahagia banget" Mama alda mulai kebingungan dengan sikap kedua anaknya
"Tentu dong ma, mama sama papakan baru ajah kembali"
"Bisa ajh kamu" Papa aryan mencubit hidung mungil selin, mereka semua masuk kedalam rumah dan langsung menyantap makanan yg sudah selin dan juno suguhkan untuk menyambut kedua orang tuanya
"Wah banyak banget makanannya" mama alda dan papa arya kegirangan melihat meja makan yg penuh dengan makanan lezat
"Ayo di makan, tunggu apalagi" Ucap juno yg saat itu juga tidak kalah kegirangan
Mereka menyantap makanan lezat itu bersama sama dengan penuh kegembiraan, terlihat jelas pemandangan yg berbeda anatara juno dan selin di mata kedua orang tuanya
"Sel cobain deh" Juno memberikan stik kentang pada selin, ia bahkan menyuapi gadis itu dengan mesra di hadapan orang tuanya
"Aaaaa" Selin membuka mulutnya namun juno malah mempermainkan gadis itu dan memakan stiknya.
__ADS_1
tentu saja tidak ada kecanggungan bagi juno, sebab jika mama papa bertanya dia akan menjawab itu adalah bentuk kepedulian seorang kakak terhadap adiknya.
NEXT GUYS, LIKE DAN BANTU VOTENYA TOLONGšPLIS AUTHOR JUGA BUTUH HASIL DARI BIKIN NASKAH BEGINI BIAR MASUK TOP VOTE MINGGUANš¤£