
"Kalo lo mau jadi satu-satunya, gue bakalan urusin perceraian gue sama Nesa sekarang!" Tegas Ken yang langsung beranjak dari duduknya mencoba berlalu meninggalkan Maudy.
"Ness? kamu disini?" tanya Ken saat melihat Nesa tiba-tiba saja datang menghentikan langkahnya.
Gadis itu langsung memeluk Ken dengen erat, air matanya terus mengalir terlihat penyesalan yang mendalam di wajah Nesa. "Aku minta maaf, aku gak sengaja. aku cuma takut kamu ninggalin aku." ucap Nesa lirih.
Ken membisu, saat Nesa menangis sambil memeluknya erat. Ken sama sekali kebingungan ia melirik ke arah Maudy yang saat itu tertunduk tidak berani menatap kearah mereka berdua.
Cklekk...
Selin menekan gagang pintu dan memasuki ruanagn tersebut beserta Juno dan sepasang anak kecil yang tidak lain adalah Kelvin dan Kenia. Selin melirik kearah Maudy, kemudian melirik kearah Ken dan Nesa. "Dia di sini?" tanya Selin pada Maudy.
Terjadi keheningan sesaat, karena Maudy terus memilih diam dan tidak banyak bicara saat istri Ken berada di antara mereka.
__ADS_1
Nesa meraih tangan sang suami, menatap wajah pria itu dengan penuh harapan. "Ayo kita pindah, aku mohon kita pertahanin rumah tangga kita, Ken." ucap Nesa lirih.
"Tapi Kenia anak aku, aku ayahnya, aku harus bertanggung jawab atas hidupnya. aku gak mungkin ninggalin Kenia." tegas Ken.
"Aku gak masalah, Kenia bisa ikut sama kita, aku mohon, Ken. ayo kota pindah."
Mulut Selin menganga, entah kenapa saat dirinya medengar ucapan Nesa, kekesalan Selin langsung memuncak.
"Eh lo gak waras! lo udah dapetin ayahnya, dan sekarang lo mau ambil anaknya juga! mana ada seorang ibu yang rela pisah sama anaknya." tegas Selin meninggikan suaranya.
Nesa mendekatkan dirinya pada Maudy, ia meraih tangan gadis itu menangis lirih. "Gue mohon sama lo, gue bakal jagain Kenia seperti anak gue sendiri. tolong jangan ganggu gue sama Ken, gua bakalan kasih segalanya buat lo, tapi tolong relain Kenia sama Ken buat gue."
Maudy terus saja terdiam, tatapannya mengarah pada Ken meskipun Nesa terus memohon padanya.
__ADS_1
"Ken istri lo gak waras." tegas Selin kesal.
"Sayang, ini urusan mereka, kamu diem dulu. maksud aku..." ucap Juno, pria itu bahkan tidak menyadari sejak kapan Selin menjadi seagresif ini perihal masalah yang menimpa Maudy sahabatnya tersebut.
"Maudy udah cukup menderita, dia relain Ken sama Nesa, padahal saat itu dia udah hamil. dia besarin Kenia sendirian, dan sekarang anaknya udah gede mau Nesa ambil juga. keterlaluan banget!" tegas Selin meninggikan suaranya.
Sikap Selin hanya sebatas kepedulian terhadap Maudy, bukan bermaksud ingin mencampurinya. ia hanya tidak terima sahabatnya hanya dijadikan sebagai alat untuk memenuhi kebahagian Nesa.
Ken berlalu begitu saja dari ruangan tersebut, karna memang dirinya juga merasa jika yang dikatakan oleh sang istri hanyalah omong kosong, untuk memenuhi keegosiannya saja.
"Ken kamu mau kemana? Ken tunggu." Nesa melepaskan tangannya dari Maudy dan langsung mengejar Ken. "Ken tunggu, jangan tinggalin aku." pekik Nesa.
Sangat sulit untuk Ken memilih, disisi lain ada sang buah hati satu-satunya, dan jika ia terus mempertahankan Nesa ia tidak akan mendapatkan apapun. bahkan seorang anak saja tidak akan Ken dapatkan. Akan tetapi jika dirinya memilih Maudy demi Kenia, ia tidak tega jika harus meninggalkan Nesa. yang ia sendiri pun sadar, hal yang Nesa lakukan selama ini itu adalah kekhawatirannya terhadap Ken. Nesa takut d tinggalkan untuk yang kedua kalinya oleh seorang laki-laki akibat dirinya yang tidak bisa memberikan keturunan.
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTE