
Maudy mengerjap, ia sadar jika semalam terjadi sesuatu antara dirinya dan Ken. Gadis itu segera beranjak membersihkan diri untuk membuat hidangan sarapan untuk sang buah hati. Ia berpikir mungkin saja Ken sudah pergi semalam dari rumahnya, karna merasa bersalah.
Setelah membersihkan diri, Maudy berjalan menuruni tangga untuk menuju dapur, gadis itu menelan salivanya, dengan keadaan mata yang membulat, saat mendapati Ken sedang terlelap di atas sofa miliknya. Ternyata Ken tidak pulang, Ia tertidur di lantai dasar tepatnya di ruang keluarga.
Maudy berjalan mendekatinya, suara dengkuran khas terdengar, Kenasih saja terlihat sangat tampan meskipun dalam keadaan terlelap, dengan lipatan didahinya menandakan jika pria jangkung itu sedang menyimpan masalah, entah itu pekerjaan, atau masalah rumah tangganya. Maudy semakin mendekatkan dirinya, ia begitu kagum melihat kesempurnaan pria di hadapannya tersebut, jari-jari lentiknya meraih wajah Ken perlahan, agar tidak membangunkannya, seketika Maudy merasa batinnya sangat teriris. Ayah dari Kenia ada di hadapannya, tapi Maudy sendiri tidak bisa berbuat apapun.
"Mamy..."
Ken mengerjap, hingga membuat Maudy tersentak, Kenia yang sudah terbangun itupun langsung menghampiri samg Mama yang sedang berada dekat dengan Ken.
"Kenapa Om Ken bisa disini?" ucap Kenia dengan raut wajah polosnya.
Ken meregangkan otot-ototnya, ia langsung terbangun begitu menyadari jika dua orang wanita sedang berada dihadapannya.
"Se-semalem ujan, Om Ken jadi gak bisa pulang." balas Maudy.
Gadis kecil itu terus menatap kearah Ken, dengan sorot matanya yang sendu, raut wajahnya terlihat datar dan malu-malu.
"Kenapa Om Ken tidur disini? kenapa gak dikamar Mamy." Celetuk Kenia dengan kepolosannya.
"Mmmm, Om Ken gak bisa tidur sama Mamy, sayang."
"Tapi Om Juno sama Tante Selin tidurnya barengan."
Ken dan Maudy saling menatap, gadis itu kebingungan karna tidak mungkin ia menjelaskan sesuatu hal yang tidak pantas pada sang buah hati.
"Mamy kamu yang nolak, padahal Om juga mau tidur sama Mamy kamu." celetuk Ken
__ADS_1
Maudy membulatkan matanya saat mendengar pernyataan tersebut dari Ken, menurutnya betapa bodohnya seorang Ken karena berbicara secara terang-terangan seperti itu pada Kenia.
"Mamy jahat, kan kasian Om Ken kedinginan." pekik Kenia
Wajah gadis itu memucat, hal yang Ken ucapkan berhasil menyudutkannya.
"Mamy bikin sarapan, kamu mandi gih."
Gadis itu mencoba mengalihkan pembicaraan, dengan menyuruh sang buah hati untuk membersihkan dirinya.
"Aku mau mandi, tapi sama Om Ken."
"Kenia! biasanya juga sendiri bisa, gak usah aneh-aneh deh kamu." tegas Maudy dengan suara memekik
Gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya dengan mata yang menggenang, Ia sama sekali tidak bisa menerima nada bicara tinggi dari sang Mama.
Sekilas memang terlihat, jika hal ini adalah kebahahiaan, akan tetapi mengingat status Ken yang sudah beristri cukup membuat batin Maudy terkoyak. Air mata wanita cantik tersebut mengalir, sambil menatap anak dan ayah tersebut bersama.
"Papa Kenia kemana?" ucap Ken, sambil mengeringkan tubuh basah gadis kecil tersebut.
"Gak tau, Mamy selalu marah-marah setiap kali Kenia nanyain Papa."
Ken sendiri bingung, kenapa dirinya begitu penasaran pada sosok laki-laki entah siapa, yang sudah menikahi Maudy meninggalkan anak dan buah hati manisnya. Padahal Maudy begitu cantik, dan Kenia juga begitu sangat menggemaskan, menurut Ken sungguh bodoh pria yang sudah menyia-nyiakan Maudy dan Kenia.
Ayah dan Anak yang tidak saling mengetahui tersebut, bergandengan menuruni tangga dengan begitu dekat. Mereka berjalan menghampiri meja makan, disana sudah terdapat Maudy yang sedang menunggu.
"Buruan sarapan, nanti keburu dingin." ucap Maudy
__ADS_1
Kedua orang yang baru saja datang tersebut terduduk bersama, bahkan Kenia tidak bisa jauh dari Ken sama sekali.
"Lo mau kopi atau susu Ken?" ucap Maudy
Ken memiringkan senyum piciknya.
"Susu boleh?"
Tentu raut wajah Ken mengatakan, jika keinginannya tersebut memiliki maksud lain. Maudy sampai membulatkan matanya, salah jika ia harus menanyakan hal tersebut pada seorang Ken.
"Kopi ajah, susunya abis buat Kenia." tegas Maudy dengan raut wajah merona.
Ken terkekeh, sedangkan Kenia hanya terdiam sibuk menyantap roti tawar coklatnya.
Bruakkk...
Maudy dan Kenia terkekeh, begitu mendengar suara dorongan pintu yang sangat keras.
"Om Ken, Kenia takut, itu suara apa?"
Gadis kecil itu langsung memeluk pria jangkung tersebut dengan tubuh yang bergetar.
"Ohhhh jadi bener kamu disini." Tegas Nesa dengan suara memekik
Ken dan Maudy terkejut bukan main, saat melihat Nesa menerobos masuk, terlihat jelas aura kemarahan diwajah Nesa, siapapun akan bersikap demikian, jika memergoki suaminya sendiri, sedang berada di rumah seorang wanita tanpa suami
NEXT YA GUYSSS, LIKE KOMEN DAN VOTENYA YANG BANYAK DONGG...
__ADS_1