Bad Brother

Bad Brother
Chapter 75


__ADS_3

"Mamy kenapa kita kesini?" tanya Kenia dengan suara khas menggemaskan dan wajah polosnya.


"Daftarin Kenia sekolah dongg..." Sahut Maudy dengan senyum yang berbinar.


Gadis kecil itu mengerucutkan bibir dan tertunduk, "Kenia gak mau." tolaknya memelas.


Hot Mama itu mendongakan wajah anaknya perlahan, agar membalas tatapannya kemudian berkata, "Kenapa? bukannya Kenia mau masuk sekolah yang sama bareng Kelvin."


Kenia menggelengkan kepalanya perlahan, matanya sedikit menggenang, "Kalo orang itu tanya siapa ayah Kenia lagi, Mamy mau jawab apa." ucapnya dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Kenia sayangg..." Maudy mengelus pucuk kepala sang buah hati, dengan penuh kelembutan, "Kenia jangan khawatir lagi soal Ayah, sekarang kan Kenia udah punya Papa."


"Siapa?" tanya gadis itu dengan penuh penekanan.


"Papa, Ken."

__ADS_1


"Dia bukan Papa, Kenia. dia gak tinggal sama kita, dia juga gak pernah main sama Kenia." celetuk gadis itu spontan.


Maudy tersenyum tipis, entah sejak kapan anak gadisnya menjadi sangat sensitif dan begitu banyak bicara. "Dengerin Mamy, mulai sekarang Papa Ken bakalan terus nemuin Kenia, main bareng sama Kenia."


"Tapi Kenia takut Tante Nesa marah-marahin Mamy lagi."


"Dia gak bakalan marah-marah lagi, Kenia jangan khawatir. jang terpenting sekarang Kenia punya Papa, dan kalo orang-orang tanya siapa Papa kamu, Kenia gak perlu bingung. terus nanya-nanya Mamy lagi. Ngerti?" tegas Maudy.


Kenia mengangguk pasrah, dengan wajah yang masih terlihat sedih.


Kenia menurut dan tersenyum dengan sangat cantik membuat Maudy cukup bangga akan anak gadis penurutnya tersebut.


***


Ken mendorong pintu utama kediamannya, dengan keadaan tubuh yang masih sangat lemah akibat pertempurannya semalam dengan Maudy.

__ADS_1


"Ken..." Nesa langsung berlari kearahnya dan memeluk pria jangkung tersebut, "Aku nungguin kamu dari semalem, akhirnya kamu pulang."


Ken membisu, padahal sebelumnya ia berpikir jika Nesa akan mengamuk saat dirinya tidak pulang, srsuatu hal yang selalu Nesa lakukan. tetapi sekarang dirinya malah disambut dengan penuh kehangatan oleh sang istri.


"Aku udah siapin sarapan buat kamu, atau kamu mau mandi dulu? biar aku siapain air hangatnya." ujar Nesa tanpa jeda.


Ken melirik ke arah meja makan, disana memang sudah tersaji hidangan, yang mungkin sengaja Nesa buat untuknya.


"Ken... kok kamu diem ajah? kamu pasti cape," Nesa langsung menarik Ken menuju meja makan, ia bahkan mendorong perlahan pria itu untuk duduk kemudian Nesa menghidangkan makanan untuknya. "Makan yang banyak. abis ini kamu tidur dan aku gak bakalan gangguin kamu."


Ken masih saja membisu dengan perasaannya yang semakin membingung, ada apa gerangan? kenapa Nesa menjadi lebih lembut dan aktif seperti ini padanya.


"Ken, aku minta maaf," Nesa tertunduk penuh penyesalan dengan mata yang menggenang. "Aku udah bikin kamu gak betah dirumah, aku terlalu egois. tapi asal kamu tau, Ken. aku lakuin itu demi pernikahan kita, aku takut kamu ninggalin aku. aku bener-bener sayang sama kamu." ucap Nesa lirih, tetesan demi tetesan air dari matanya pun keluar.


Tentu Ken sangat paham dalam hal ini, tapi disisi lain sang buah hati juga sangatlah penting. sejujurnya Ken sudah berpikir jika Nesa masih bersifat keras kepala, ia akan langsung mengajukan surat perceraian ke pengadilan. akan tetapi semuanya berubah dengan begitu singkat, tidak mungkin untuk Ken menceraikan seorang wanita yang benar-benar sangat takut kehilangannya. ia tidak ingin terus-terusan menyakiti wanita yang sangat mencintainya dan juga Maudy yang tidak lain adalah ibu dari anaknya.

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTENYA, GAPAPA KAN KALO AKU MATRE :')


__ADS_2