
"Enggak! gue gak mau." Ucap Maudy bersikeras.
"Tanda tangan! kalo lo mau Kenia punya identitas!" tegas Ken meninggikan suaranya
"Ken!"
"Cepet kita gak ada pilihan." gerutu Ken yang terus mendesak Maudy
"Tapi gue..."
"Lama!"
Dengan penuh keterpaksaan akhirnya Maudy menandatangani surat pernikahan dirinya bersama Ken di kantor pencatatan sipil. hanya itu yang bisa Ken lakukan, meskipun pada akhirnya status mereka akan dirahasiakan.
Ken memiringkan senyumnya, saat gadis yang tidak lain adalah ibu dari Kenia tersebut menuruti perintahnya dengan terpaksa. keduanya berjalan keluar meninggalkan gedung secara beriringan denga wajah Maudy yang masih ditekuk.
Sampai akhirnya mereka sudah berada didalam mobil kemudia Ken berkata, "Mulai sekarang secara hukum lo itu istri gue, meskipun kita belum melakukan upacara pernikahan."
Maudy tidak menggubris ucapan Ken, dalam batinnya ia sangat khawatir, apa jadinya jika Nesa mengetahui hal ini.
"Lo tenang ajah, kita ngelakuin ini demi Kenia! Nesa biar gue yang urus."
"Tapi Ken..."
Cup...
Mata Maudy membulat saat Ken mendaratkan bibirnya begitu saja tanpa permisi, membuat tubuh Maudy seketika bergetar.
__ADS_1
"Nasib gue buruk banget sih, udah hamil ditinggal nikah. sekarang punya suami tapi harus berbagi." gumam Maudy dalam batinnya.
Tidak terasa gadis itu tidak menolak ataupun membalas ciuman yang Ken berikan.
Drrtttt... Drtt... Maudy tesentak melepaskan diri dari Ken, saat ponselnya tiba-tiba saja bergetar.
"I.. iya Sel?" ucapnya setelah menerima panggilan.
"Lo dimana? Kenia nanyain lo terus."
"Bentar lagi gue pulang kok." sahut Maudy.
"Gapapa kalo lo masih mau sama Ken, Lagian Kenia cuma nanyain lo doang. trus dia langsung kabur lagi sama Kelvin." celetuk Selin kemudian memutuskan panggilannya secara sepihak.
Ken menatap terus menatap Maudy secara intens lalu berkata, "Ada apa? Kenia nangis."
"Mau jemput dia sekarang?"
"Terserah."
Ken mengerutkan dahinya, "Kenapa terserah?"
"Kenia masih main sama Kelvin, dia cuma nanya kita dimana ajah." ujar Maudy.
"Oke!" Ken memiringkan senyum kemudian mengemudikan mobilnya secepat mungkin.
Sepanjang jalan perjalanan Maudy hanya terdiam, sampai mobil terhenti di garasi rumahnya.
__ADS_1
"Kenapa gak jemput Kenia?" tanya Maudy heran.
"Gue cape, dia aman kok sama Selin." sahut Ken kemudian turun begitu saja memasuki rumah istri mudanya tersebut.
Maudy masih terpihat dingin dan tidak banyak bicara, jujur dalam batinnya ia tidak pernah menyangka kenapa dirinya harus bersedia menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ken dan Nesa.
"Lo masih mikirin status kita sekarang?" ucap Ken yang memulai kembali obrolan.
"Gue cuma ngerasa hidup gak adil ajah,"
Ken langsung menatap Maudy intens, wajah gadis itu terlihat sangat sedih.
"Gue hamil sendirian, semua orang jauhin gue. dan satu-satunya orang yang terus nguatin gue cuma Papa, dia bahkan ngurusin gue sampe Kenia lahir. dia selalu nemenin gue, gue tau dia pasti malu banget saat orang-orang tau gue hamil diluar nikah. tapi di nyembunyiin itu, bersikap biasa ajah sampe pada akhirnya dia pergi ninggalin gue sama Kenia." ucap Maudy lirih, saat ini ia benar-benar merindukan Papanya, orang yang selalu berada disampingnya meskipun Maudy sudah memberikan aib besar padanya.
Batin Ken terenyuh, ia sangat mengerti dan tidak bisa membayangkan bagaimana Maudy membesarkan Kenia seorang diri. pemuda itu menghapus air mata Maudy perlahan. "Maafin gue, gue penyebab penderitaan lo selama ini, gue gak ada disamping lo saat lo lahirin anak kita."
"Kenapa hidup gue begini? hamil diluar nikah, dan sekarang gue malah harus jadi orang ketiga diantara lo sama Nesa." ucap Maudy dengan air mata yang terus berderai.
"Gue bakalan bahagiain lo sama Kenia! gue janji."
Maudy menatap kedua bola mata indah milik Ken, senyumnya terpancar diantara kesedihannya kemudian gadis itu memeluk Ken dengan sangat erat. "Jangan bawa Kenia dari gue! gue cuma punya dia."
Ken membalas pelukan Maudy, ia bahkan mengelus dan meraih wajahnya. "Mulai sekarang gue bakalan ada buat Lo sama Kenia." ucap Ken kemudian langsung meraup bibir Maudy dengan penuh kelembutan.
Maudy membalasnya, ia membuka celah dibibirnya agar lidah Ken bisa masuk mengabsen setiap titik rongga mulutnya, keduanya saling memeluk menghisap dan mengelus satu sama lain.
AKU YAKIN KALIAN PASTI MAU KOMEN GINI "NANGGUNG THORR" VOTE DULU KOMEN YANG PANJANG BARU AKU UP LAGI😂
__ADS_1