
HAYYYYYYY...... AKU BALIK LAGI SEBELUM ITU, LIKE DULU KOMEN DULU VOTE DULU YANG BANYAKKKKKKKKKK BARU LANJUTTTT, BIAR KALIAN GAK LUPA OKEYYYY
****
Selin memotong beberapa cabai, sedangkan Juno membantunya dengan mencuci piring-piring kotor di dapur tersebut.
Juno memang terbilang suami idaman, ia selalu membantu sang istri dikala libur, karna menurut Juno sudah cukup Selin di sibukan dengan Kelvin yang begitu nakal, ia tidak ingin memperbanyak beban sang istri, karna jika mengingat kenakalan jagaon kecilnya, siapapun tidak akan sanggup menanganinya kecuali Selin.
"Aku perhatiin Ken sering banget datang kesini." ucap Selin, sambil mengiris beberapa butir bawang.
"Kamu taulah itu artinya apa?"
Juno menghampiri Selin dengan senyumnya yang berbinar.
"Iya aku ngerti, mereka gak ngejalanin program apa gitu? secara kan jaman sekarang udah canggih, apa ajah bisa tergantung niat." Celetuk Selin
Juno terkekeh, Selin memang tidak pernah berubah, ia selalu berpikir segala sesuatu dengan begitu mudah.
"Ken juga lagi usaha sayang."
Selin beranjak dari duduknya, ia menyalakan kompor dan memanaskan wajan untuk memasak beberapa hidangan makan malam, segalanya Selin dan Juno siapkan, begitu Maudy mengiyakan, jika dirinya akan datang malam ini.
"Aku bantuin apa lagi Sel?" ucap Juno.
"Udah gak usah, sisanya biar aku yang kerjain, kamu liat Kelvin gih di kamar."
Selin mulai di sibukan dengan wajan penggorengannya, ia memang begitu fokus jika sedang mengerjakan hal ini, apalagi hidangan yang ia buat akan Selin suguhkan pada tamu undangannya malam ini, tentu ia harus sangat memperhatikan rasa masakannya, agar terasa sangat sempurna.
__ADS_1
"Aku gak mau." ucap Juno.
Bukannya melihat Kelvin di kamar, tetapi Juno malah mendekati sang istri dan melingkarkan tangannya dari belakang, di perut rata milik Selin.
"Kamu kebiasaan ih."
Meskipun begitu Selin tidak menepis Juno dan tetap fokus memperhatikan masakannya.
Juno menempelkan wajahnya di ceruk leher Selin, pria jangkung itu menghirup aroma tubuh sang istri dengan penuh penghayatan.
"Aku kangen, kamu sibuk terus sama Kelvin." ucap Juno.
Cup.. Juno menggigit leher Selin dari belakang, hingga meninggalkan tanda kepemilikan disana.
"Lepasin ah, nanti Kelvin ngeliat."
"Aku boleh tanya sesuatu?" ucap Selin
Juno memiringkan senyumnya, ia terus menatap kecantikan Selin yang tidak pernah memudar sedikitpun, menganggukan kepalanya
"Kenapa setiap kita ada masalah kamu gak kabur-kaburan kaya Ken?"
Entah kenapa Selin menanyakan hal tersebut pada Juno, ingin rasanya Juno melahap Selin sekarang, hingga membuatnya lemah tidak bisa berjalan.
"Harus banget aku jawab?"
Juno menyisipkan rambut yang menutupi wajah istrinya, ke belakang telinga milik Selin.
__ADS_1
"Harus dong."
Juno merengkuh bibir sang istri, ia menekan tengkuk Selin agar gadis itu sedikit lebih mendekatkan dirinya, dan menikmati ciuman tersebut.
Selin saat itu menerimanya dengan senang hati, gadis itu memejamkan matanya menikmati lummatan-lummatan kecil yang Juno berikan.
Cukup lama mereka berciuman, saat itu Selin langsung menarik dirinya mencoba menghentikan hal tersebut, ia takut jika hal itu lanjutkan, Juno akan menjadi tidak terkontrol dan melakukannya di sana.
"Mmm, Nanti Kelvin liat, udah cukup."
Juno pun mengerti, ia hanya memiringkan senyumnya dan berkata, "Kamu tanya kenapa aku gak kabur-kaburan, kalo kita lagi ada masalah?"
Selin menganggukan kepalanya menatap Juno dengan tajam, tentu ia sangat menunggu jawaban tersebut dari mulut Juno.
"Karna aku cinta sama kamu, aku gak mau larut dalam masalah, aku gak bisa jauh dari kamu, sekalipun aku lagi marah, aku gak bisa cari hiburan di luar, karna dirumah udah ada kamu yang lebih dari sempurna,"
Selin tertegun, ia menelan salivanya menatap Juno tanpa mengedip sekalipun.
"Masalah sebesar apapun kita hadapin, masa cuma masalah rumah tangga, aku nyerah? itu gila bukan? menurut aku itu hal wajar, dan aku gak akan pernah lari dari masalah, apalagi sampe ninggalin kamu buat nenangin pikiran, itu gk mungkin."
Mata gadis itu menggenang, jawaban atas segala pertanyaannya, Juno jawab dengan begitu memuaskan, hal itu cukup membuktikan jika Juno sangat mencinta Selin.
Pantas saja setiap kali keduanya bertengkar, meskipun tidak tidur bersama, Juno selalu memilih ruang kerja atau kamar sang buah hati, untuk menjadi pelariannya, ia tidak pernah meninggalkan rumah sekalipun pertengkaran antara dirinya dengan Selin terjadi dengan sangat hebat.
Selin langsung memeluk Juno dengan begitu erat, air mata kebahagiaan itu mengalir di wajahnya.
"Aku cinta kamu kak."
__ADS_1
Gadis itu bahkan langsung merengkuh bibir Juno, keduanya menumpahkan kasih sayang tersebut, dan melanjutkan hal yang tertunda barusan.